Langsung ke konten utama

Fasilitas Istimewa di Lapas Cibinong, Puan Desak Reformasi Tata Kelola Pemasyarakatan

Ketua DPR RI, Puan Maharani (Foto hasil tangkapan layar dari dpr.go.id)
MENJUAL HARAPAN  — Temuan Ombudsman Republik Indonesia mengenai dugaan keberadaan fasilitas istimewa bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, kembali menyoroti persoalan tata kelola pemasyarakatan. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan pembenahan secara mendasar agar praktik perlakuan khusus di lingkungan lapas dan rumah tahanan (rutan) tidak kembali berulang.

Ombudsman melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIA Cibinong pada Rabu, 23 September 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan hunian dengan fasilitas yang berbeda dibandingkan blok hunian pada umumnya.

Menurut Ombudsman, sejumlah bangunan yang ditemukan memiliki fasilitas seperti ruang tamu, televisi, kulkas, meja makan, serta fasilitas lain yang menyerupai hunian atau penginapan. Ombudsman juga menyebut menemukan lebih dari sepuluh bangunan serta fasilitas lain, termasuk fasilitas kebugaran dan pembangunan simulator golf. (Ombudsman Indonesia)

Temuan tersebut menjadi perhatian karena Ombudsman juga mencatat adanya persoalan akses dan keamanan di lingkungan lapas. Dalam sidak itu, tim Ombudsman menyatakan sempat mengalami penolakan ketika hendak memasuki area blok sel warga binaan. Ombudsman kemudian menemukan sejumlah fasilitas di area lain di sekitar lapas. (Ombudsman Indonesia)

Merespons temuan tersebut, Puan Maharani menilai munculnya kembali fasilitas istimewa di lingkungan pemasyarakatan menunjukkan masih terdapat celah dalam tata kelola lapas dan rutan.

“Kasus penyediaan fasilitas istimewa bahkan fasilitas mewah di Lapas dan Rutan sudah berulang kembali. Artinya masih banyak celah dalam sistem lembaga pemasyarakatan kita,” kata Puan dalam keterangannya kepada Parlementaria, Kamis, 24 September 2026.

Menurut Puan, persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut keberadaan fasilitas fisik yang berbeda, tetapi juga berkaitan dengan prinsip kesetaraan perlakuan dalam sistem hukum. Karena itu, pembenahan tata kelola dinilai perlu diarahkan untuk menutup ruang bagi perlakuan khusus dan penyalahgunaan kewenangan.

“Harus ada reformasi tata kelola lembaga pemasyarakatan secara mendasar untuk menghentikan pola-pola semacam ini,” tegas Puan.

Puan juga meminta pemerintah menindaklanjuti temuan Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong secara objektif, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai peruntukan bangunan dan fasilitas yang ditemukan serta dasar penggunaannya dalam sistem pemasyarakatan.

“Masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang benar mengenai peruntukan fasilitas yang ditemukan serta memastikan seluruh pelayanan pemasyarakatan berjalan sesuai hukum,” ujarnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan temuan Ombudsman yang tidak hanya menyoroti perbedaan fasilitas hunian, tetapi juga aspek keamanan dan pelayanan publik di Lapas Cibinong. Ombudsman menyebut adanya akses keluar di bagian belakang sejumlah bangunan yang terhubung dengan area luar lapas, serta menerima laporan keluarga warga binaan mengenai dugaan pungutan sebesar Rp150.000 per minggu di Blok A. Dugaan tersebut masih merupakan temuan atau laporan yang memerlukan tindak lanjut dan pemeriksaan oleh pihak berwenang. (Ombudsman Indonesia)

Bagi Puan, temuan tersebut semestinya menjadi momentum untuk memperkuat integritas penyelenggaraan pemasyarakatan. Sistem pemasyarakatan, menurutnya, harus menjamin bahwa seluruh warga binaan memperoleh perlakuan sesuai standar dan hak dasarnya tanpa adanya ruang bagi perlakuan istimewa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Perbaikan harus diarahkan untuk menjamin perlakuan yang setara sesuai standar lembaga pemasyarakatan, memenuhi hak dasar seluruh warga binaan, serta menutup ruang bagi penyalahgunaan kewenangan. Benahi juga tata kelola sistem lembaga pemasyarakatan,” pungkasnya.

Persoalan yang Lebih Besar dari Sekadar Fasilitas Mewah

Kasus Lapas Cibinong memperlihatkan bahwa persoalan pemasyarakatan tidak berhenti pada ada atau tidaknya fasilitas yang lebih baik bagi warga binaan tertentu. Temuan Ombudsman juga menyentuh aspek transparansi, pengawasan, keamanan, kesetaraan pelayanan, serta mekanisme pertanggungjawaban pengelolaan lapas.

Oleh karena itu, tindak lanjut terhadap temuan tersebut menjadi penting untuk menjelaskan setidaknya tiga hal: siapa yang menggunakan fasilitas tersebut, berdasarkan kewenangan atau dasar apa fasilitas itu disediakan, dan bagaimana pengawasan terhadap penggunaannya dilakukan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting agar pembenahan tata kelola tidak berhenti pada penertiban fasilitas yang ditemukan, tetapi juga menyentuh mekanisme yang memungkinkan munculnya fasilitas berbeda di dalam lembaga pemasyarakatan.Dengan demikian, persoalan Lapas Cibinong dapat menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi lebih luas bagaimana prinsip kesetaraan pelayanan, pengawasan internal dan eksternal, keamanan, serta akuntabilitas dijalankan dalam sistem pemasyarakatan.

Sumber:

1.   ombudsman.go.id “Ombudsman RI Temukan Dugaan “Kluster Mewah” dan Celah Keamanan di Lapas Kelas IIA Cibinong”. Siaran Pers Nomor 055/HM.01/IX/2026, 24 September 2026 (diakes 26/9/2026)

2.   dpr.go.id “Temuan Fasilitas Mewah, Puan Desak Pembenahan Tata Kelola Lapas”, 24 September 2026 (diakses, 26/9/2026)


Baca juga:

Soroti Kewenangan Absolut Rektor, Komisi VIII DPR Uji Validitas Prosedur Pemilihan Rektor UINSA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

La Liga 2026/2027: Espanyol Kontra Real Madrid Berskor Gol 1-2

MENJUAL HARAPAN - Pertandingan pekan awal La Liga musim 2026/2027 menyajikan duel dramatis di RCDE Stadium . Tuan rumah Espanyol harus merelakan poin terbang di hadapan pendukungnya sendiri setelah ditaklukkan oleh Real Madrid dengan skor tipis 1-2. Laga ini menjadi gambaran klasik bagaimana ketenangan dan pengalaman tim bermental juara mampu membalikkan keadaaan pada detik-detik krusial. Keunggulan Cepat dan Respons Tangguh Tuan Rumah Sejak peluit kick-off dibunyikan, Real Madrid tampil menekan dan mengambil inisiatif serangan secara agresif. Efektivitas serangan tim tamu terbukti ampuh pada menit ke-9. Jude Bellingham memecah kebuntuan lewat sepakan terukur yang membobol gawang Espanyol, mengubah skor menjadi 0-1 untuk Madrid. Tertinggal satu gol tidak membuat Espanyol patah arang. Anak-anak Catalonia berusaha bangkit dengan melancarkan gelombang serangan ke area pertahanan Madrid. Kerja keras tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-30. Menerima celah di lini belakang Madrid, Ál...

DPR Wanti-Wanti RUU Perampasan Aset: Fokus Koruptor, Jangan Jadi Celah Abuse of Power Penegak Hukum

MENJUAL HARAPAN — Semangat memiskinkan koruptor melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset jangan sampai mengorbankan hak-hak masyarakat sipil. Ketegasan regulasi pemberantasan korupsi harus berjalan selaras dengan kepastian hukum agar tidak memicu praktik penyalahgunaan kewenangan ( abuse of power ) oleh aparat penegak hukum. Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta saat menyerap aspirasi akademisi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Wayan menggarisbawahi bahwa tuntutan publik atas ketegasan pemberantasan korupsi memang tidak bisa ditawar lagi. Namun, belajar dari perumusan regulasi di berbagai negara maju, perumusan norma RUU Perampasan Aset sejak awal harus presisi agar benar-benar mengunci sasaran utamanya: para pelaku tindak pidana korupsi. "Begitu undang-undang ini disahkan... kami ingin memastikan dengan bantuan narasumber, pastikan dong bahwa RUU ini diundang...

Tekuk Athletic Bilbao 2-0, Barcelona Mantapkan Posisi di Puncak Klasemen La Liga

MENJUAL HARAPAN — Barcelona melanjutkan tren positif mereka pada jornada kedua La Liga 2026/2027 setelah menundukkan Athletic Bilbao dengan skor 2-0 di Stadion Camp Nou pada Jumat (28/8/2026) dini hari WIB. Dua gol kemenangan Blaugrana masing-masing dilesakkan oleh Raphinha pada babak pertama dan Fermín López menjelang akhir babak kedua. Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung mengendalikan jalannya laga dan memegang inisiatif serangan. Kendati dominan, Barcelona mendapat perlawanan sengit dari Bilbao yang tampil disiplin dan sesekali mengancam lini pertahanan tuan rumah melalui skema serangan balik . Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37. Berawal dari skema serangan yang rapi, Raphinha melepaskan tembakan menusuk yang gagal dihalau kiper Bilbao, mengubah papan skor menjadi 1-0 hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Blaugrana kian gencar melancarkan gelombang serangan untuk menambah keunggulan. Bilbao yang berupaya mengejar ketertinggalan terus berusaha ...