Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ideologi

Ketika Garuda Mencari Lima Bulunya yang Hilang

MENJUAL HARAPAN - Pagi tanggal 1 Juni datang tanpa suara. Matahari terbit seperti biasa, kendaraan tetap memenuhi jalan raya, dan layar-layar telepon tetap memancarkan berita yang berganti setiap detik. Akan tetapi, nun jauh di atas awan, seekor Garuda, terbang perlahan mengelilingi negeri yang pernah ia jaga dengan bangga. Garuda itu tampak gelisah. Ketika ia mengepakkan sayapnya, ia menyadari ada sesuatu yang hilang. Lima helai bulu emas yang dahulu berada di dadanya, tak lagi terlihat. Bulu-bulu itu bukan sembarang bulu. Masing-masing merupakan penyangga keseimbangan yang membuatnya mampu terbang tegak di tengah badai zaman. Hari itu, adalah hari lahir sebuah janji. Bertahun-tahun silam, di tengah pergolakan dan mimpi tentang kemerdekaan, lima bulu emas itu diberikan kepada Garuda sebagai bekal menjaga sebuah negeri bernama Indonesia . Sejak saat itu, negeri tersebut berdiri bukan hanya di atas tanah dan lautan, melainkan juga di atas nilai-nilai yang disepakati bersama. Gar...

Mengideologikan Kembali Pancasila

Peta yuridiksi Indonesia Oleh Silahudin MENJUAL HARAPAN - Persoalan pergulatan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, dapat dikatakan ‘sedang tidak baik-baik saja’. Peristiwa politik pemilu masih jauh dari harapan “mentahtakan” pemilik kedaulatan, persoalan hukum “masih jauh panggang api” dalam menegakkan keadilan, persoalan ekonomi masih sangat jauh dari pemerataan, persoalan pendidikan masih terbata-bata dalam mengejar ketertinggalan dan pemerataannya. Pertanyaan mendasarnya, apakah karena abai dalam mengamalkan nilai-nilai yang sudah terpatri dalam Pancasila? Atau nilai-nilai Pancasila hanya sekedar jadi “pelamis bibir” dalam pidato politik? Setiap bangsa dan negara mempunyai ukuran-ukurannya tersendiri yang menjadikan pedoman pelaksanaan langkah-langkah pembangunannya. Ukuran-ukuran tersebut sudah barang tentu pertama-tama merujuk kepada ideologi suatu negara tersebut sebagai cita-cita berbangsa dan bernegara. Konseptualisasi filsafat Filsafat itu sendiri telah mu...

PANCASILA

PANCASILA, sebagai ideologi murni dan praktis. Ideologi murni, lahir dari hazanah sejarah dan latar belakang budaya dan nilai – nilai luhur bangsa Indonesia. Ideologi praktis, dapat diamati dan dicermati sepanjang perjalanan negara bangsa Indonesia ini.

Urgensitas Pancasila*)

Oleh Silahudin PERSOALAN kebangsaan Indonesia, mengalami ujian berat. Reformasi 1998, sebagai tonggak sejarah “bebas” dari rezim otoriter, masih belum menyerap kepada segenap aspek kehidupan. Bahkan, belakangan ini, justru klaim-klaim sektarianisme menyeruak muncul dan nyaris “menenggelamkan” identitas kebangsaan Indonesia. Pancasila sebagai falsafah bangsa, mestinya menjadi modal keunggulan bangsa, justru semakin ditinggalkan. Dalam bahasa lain, ada semacam keengganan merujuk Pancasila sebagai arah yang dapat menuntun negara bangsa ini merealisasikan tujuan bernegara, memajukan kesejahteraan umum. Padahal,  setiap bangsa dan negara memiliki ukuran-ukuran tersendiri yang menjadikan pedoman pelaksanaan langkah-langkah pembangunannya. Pembukaan  UUD 1945 merumuskan bahwa adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan harus dihapuskan. Panc...