Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label publikasi

Dehumanisasi Kompetensi Pendidik dan Krisis Karakter

  Oleh Silahudin Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung MENJUAL HARAPAN -  RUANG publik seringkali menjadi laboratorium kejujuran yang lebih akurat daripada ruang kelas. Insiden peludahan oleh seorang pendidik terhadap seorang karyawan swalayan baru-baru ini menunjukkan betapa rapuhnya narasi karakter yang selama ini kita agungkan di institusi pendidikan. Ada paradoks yang menyakitkan di sini. Di saat tuntutan profesionalisme dosen semakin diperketat dengan berbagai capaian literasi dan publikasi, kita justru menyaksikan dehumanisasi kompetensi yang akut. Pendidikan yang seharusnya menjadi instrumen transformasi karakter justru tampak melahirkan "intelektual arogan" yang memandang status sosial sebagai imunitas untuk merendahkan sesama. Peristiwa ini merupakan cermin retak bagi wajah pendidikan kita, sebuah peringatan keras bahwa kita sedang berada di tengah krisis karakter yang tak bisa lagi disembuhkan hanya dengan sertifikasi formal. Secara optik sosiologis, fenomena ini...

Sistem Publikasi yang Mengejar Angka, Bukan Substansi

MENJUAL HARAPAN -  SERINGKALI terdengar keluh kesah, “kok kita yang menulis, kita yang harus membayar?” Itulah substansi yang dirasakan para penulis artikel ilmiah di jurnal. Memang, hal ini bukan sekadar masalah biaya, melainkan gejala dari sebuah sistem yang lebih besar dan bermasalah. Perubahan model ekonomi jurnal, pada kenyataannya, tidak serta-merta meningkatkan kualitas. Justru sebaliknya, hal itu diperparah dengan logika kutipan yang mengerdilkan makna dan hanya mengejar angka, bukan substansi.   Ketika Jurnal Menjadi Mesin Uang Tampaknya roda zaman berputar, dan model bisnis penerbitan jurnal pun ikut berubah drastis. Kini, kita disuguhkan dengan pemandangan yang terbalik 180 derajat, penulis, alih-alih dibayar, justru diwajibkan membayar sejumlah biaya publikasi yang dikenal sebagai Article Processing Charges (APC). Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar, mengapa penulis sekarang harus merogoh kocek demi karyanya sendiri? Pergeseran ini tidak datang tiba-tiba tanpa ...