Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kemiskinan

Optimisme Jalur Konstitusional: Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Berada di Jalan yang Benar Hapus Kemiskinan dan Kelaparan

  Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo MENJUAL HARAPAN — Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa agenda pembangunan nasional Indonesia telah berada di jalur yang benar ( on the right track ) . Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026) . Presiden menyampaikan bahwa meskipun tantangan bangsa masih besar dan pekerjaan rumah pemerintah masih panjang, berbagai capaian fundamental di sektor pangan dan energi membuktikan kekuatan serta kemandirian strategi pembangunan nasional . Rekor Pangan dan Kemandirian Energi B50 Dalam arahannya, Presiden membeberkan indikator utama keberhasilan pembangunan yang mencatatkan rekor sepanjang sejarah Republik Indonesia : Swasembada Pangan: Indone...

Topeng Pembangunan dan Lubang-lubang Kemiskinan

  MENJUAL HARAPAN - Para Penguasaha kini mengenakan "Topeng Pembangunan". Mereka berkeliling Kebun Raya Nusantara, menggembar-gemborkan proyek-proyek besar yang katanya akan membawa kemakmuran bagi semua. Mereka membangun gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, jalan-jalan tol yang mulus, dan pusat-pusat perbelanjaan mewah. Namun, di balik setiap proyek "pembangunan" itu, tersembunyi "Lubang-lubang Kemiskinan" yang semakin dalam. Setiap pembangunan gedung pencakar langit berarti penggusuran rumah-rumah Para Petani Kecil. Setiap pembangunan jalan tol berarti hilangnya lahan pertanian yang subur. Setiap pembangunan pusat perbelanjaan mewah berarti matinya pasar-pasar tradisional yang menjadi sumber penghidupan Para Petani Kecil. Topeng Pembangunan itu begitu berkilau, namun di baliknya adalah kehancuran dan penderitaan. Si Kecil, si semut pekerja, melihat bagaimana Lubang-lubang Kemiskinan itu semakin membesar. Ia melihat bagaimana banyak kawan...

Kemiskinan yang Diinstitusikan

MENJUAL HARAPAN - Kemiskinan di negeri ini bukan sekadar statistik.  Ia adalah wajah-wajah ya ng kita temui setiap hari , yaitu ibu yang menjual gorengan di pinggir jalan, petani yang tak punya akses pupuk, dan nelayan yang kehilangan lautnya. Mereka bukan angka, mereka adalah narasi yang diabaikan. Kemiskinan bukan takdir, melainkan hasil dari keputusan politik.  Ia lahir dari kebijakan yang tak berpihak, dari anggaran yang tak menyentuh akar masalah, dan dari sistem pelayanan yang tak mengenali kebutuhan warga. Kemiskinan adalah produk institusi. Dalam dialog komunitas, warga sering berkata: “Kami miskin bukan karena malas, tapi karena tak diberi ruang.”  Pernyataan ini menggugat asumsi lama bahwa kemiskinan adalah kesalahan individu. Padahal, sistemlah yang menciptakan ketidakadilan akses. Kemiskinan yang diinstitusikan berarti negara ikut melanggengkan ketimpangan.  Melalui regulasi yang bias, program bantuan yang bersifat karitatif, dan pelayanan yang diskrimina...