Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label krisis air

Presiden Prabowo Dorong Teknologi Desalinasi untuk Atasi Krisis Air di NTT

  Presiden Prabowo pimpin rapat  penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, Rabu  26/8/2026   (Foto dok presidenri.go.id) MENJUAL HARAPAN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemanfaatan sains dan teknologi dalam memperkuat ketahanan air di daerah terdampak bencana, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam rapat penanganan gempa bumi yang digelar di Posko Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo , Rabu (26/8/2026), Presiden mendorong pengembangan teknologi desalinasi sebagai solusi jangka pendek maupun jangka panjang bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan bahwa sejumlah wilayah terdampak gempa mengalami krisis air bersih, terutama Pulau Palue di Kabupaten Sikka . Pulau vulkanik tersebut memiliki keterbatasan sumber air sehingga kebutuhan mendasar masyarakat harus segera dipenuhi. P...

Majalengka Dihantam Dua Bencana: 47 Hektare Lahan Terbakar dan 17 Kecamatan Terancam Krisis Air Bersih

Ilustrasi kebakaran lahan (dok BNPB) BANDUNG, MENJUAL HARAPAN — Kombinasi berbahaya antara kelalaian manusia dan impitan cuaca ekstrem memicu lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di Kabupaten Majalengka. Sepanjang periode Januari hingga 25 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) setempat mencatat total area terbakar telah menembus angka 47,29 hektare. Dari total kerusakan lingkungan tersebut, separuh di antaranya atau sebesar 50 persen dipicu langsung oleh aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat lokal. Praktik pembukaan lahan pertanian dan perkebunan secara tradisional tanpa pengawasan ketat menjadi faktor penyumbang utama armada api yang sulit terkendali. Ancaman Cuaca Ekstrem dan Kelalaian Manusia Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim , mengungkapkan bahwa maraknya kasus karhutla tahun ini dipengaruhi oleh akumulasi beberapa faktor risiko, mulai dari fenomena alam hingga kebiasaan buruk warga. "Selain pembakaran lahan tradi...