MENJUAL HARAPAN - Pada suatu senja yang tampak lebih tua dari biasanya, seorang penukar uang bernama Wira duduk di depan kios kecilnya di tepi alun-alun. Di atas papan elektronik yang menggantung miring, angka merah menyala seperti luka yang belum mengering: Rp17.896 untuk satu dolar . Orang-orang berlalu-lalang di depannya, tetapi tak seorang pun benar-benar berjalan; mereka seolah sedang diseret oleh angka itu menuju suatu tempat yang tak mereka kenal. Wira memperhatikan wajah-wajah yang datang silih berganti. Seorang ibu menggenggam daftar belanja yang semakin pendek setiap pekan. Seorang mahasiswa menghitung sisa uang kuliahnya dengan jari gemetar. Seorang pedagang menatap layar ponselnya seperti menatap surat kematian. Mereka semua membawa cerita yang berbeda, tetapi memiliki musuh yang sama: angka yang terus tumbuh tanpa pernah kenyang. Di tengah kota itu berdiri sebuah menara tinggi bernama Menara Dolar . Tidak ada yang tahu kapan ia dibangun. Sebagian orang percaya menara...
Berbagi setetes info, menuai pengetahuan