Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label legislatif

Duka Militer dan Alarm Tata Ruang Publik: TB Hasanuddin Desak Investigasi Total Insiden Ledakan Gudang Amunisi Madiun

MENJUAL HARAPAN — Insiden ledakan tragis di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (16/7/2026) lalu, kini menyita perhatian serius jajaran Senayan . Peristiwa kecelakaan kerja saat prosedur pemeliharaan materiil amunisi tersebut menelan korban dari prajurit TNI AD: satu prajurit gugur, empat orang mengalami luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan . Menanggapi musibah ini, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, TB Hasanuddin , meminta pemerintah dan TNI AD untuk segera menyelenggarakan investigasi menyeluruh dan independen . Menurutnya, investigasi ini bukan hanya penting untuk mengungkap akar masalah teknis, tetapi juga menjadi evaluasi mendasar bagi tata ruang dan keselamatan pemukiman penduduk sekitar . 1.       Audit Standar Prosedur dan Keamanan Fasilitas Sebagai anggota parlemen yang membidangi urusan pertahanan, TB Hasanuddin menegaskan bah...

Baleg Libatkan Dunia Usaha dalam Pendalaman Substansi RUU Masyarakat Adat

MENJUAL HARAPAN – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menegaskan pentingnya keterlibatan pelaku usaha dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Langkah ini ditempuh untuk memperkaya substansi regulasi dengan perspektif empiris dari dunia usaha , mengingat aktivitas investasi kerap bersinggungan dengan wilayah masyarakat adat . Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Nusantara I, Senayan, Kamis (16/7/2026), Baleg menghadirkan perwakilan PT Perkebunan Nusantara III, PT Agrinas Palma Nusantara, dan PT Barito Pacific BK. Wakil Ketua Baleg DPR RI Iman Sukri menyatakan, “Melalui pelibatan pelaku usaha diharapkan kami dapat mendengarkan secara langsung pengalaman empiris perusahaan, tantangan hukum dan administratif di lapangan, serta best practice yang telah dilakukan dalam membangun kemitraan dengan masyarakat adat di sekitar wilayah usaha .” Iman menekankan bahwa regulasi harus menghimpun pandangan dari seluruh pemangku kepentingan agar mampu mengakomod...

Menakar Keadilan Anggaran Olahraga: Menpora Diingatkan Hapus Ego Sektoral demi Cabor Berprestasi

  MENJUAL HARAPAN   — Kebijakan alokasi anggaran dalam pembangunan sektor olahraga nasional kembali menuai sorotan tajam dari parlemen. Komisi X DPR RI secara tegas mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ) untuk merombak formula distribusi anggaran pembinaan dengan berbasis pada capaian prestasi konkret tiap-tiap cabang olahraga (cabor), alih-alih terjebak pada popularitas industri semata . Langkah ini menjadi salah satu poin krusial yang mengemuka pasca-Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada Selasa (14/7/2026) di Kompleks Parlemen, Senayan . Agenda formal yang sejatinya membahas Laporan Keuangan APBN Tahun Anggaran 2025 tersebut bertransformasi menjadi panggung evaluasi kritis terhadap visi keberlanjutan prestasi olahraga nasional di masa depan . Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani , menggarisbawahi bahwa komitmen besar pemerintah dalam mendorong Tim Nasional Sepak Bola Indonesia agar mampu menembus putaran f...

RUU Perampasan Aset Dipastikan Tetap Masuk Prolegnas Prioritas 2026

MENJUAL HARAPAN – Parlemen bereaksi keras terhadap narasi yang beredar di ruang publik baru-baru ini . Sebuah informasi keliru berupa infografis sempat memicu polemik karena menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset telah didepak dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 . Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Martin Manurung , segera meluruskan kabar miring tersebut dan menegaskan bahwa narasi yang beredar adalah hoaks . "Tidak ada keputusan Rapat Paripurna DPR yang memutuskan RUU Perampasan Aset dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026," ujar Martin dalam keterangan resminya di Jakarta . Politisi dari Fraksi Partai NasDem ini memastikan bahwa RUU tersebut masih bertengger kokoh di nomor urut 6 Prolegnas Prioritas 2026 sebagai regulasi usulan inisiatif DPR RI yang digodok oleh Komisi III . Komitmen Dua Poros dan Kehati-hatian Parlemen Sikap DPR ini sejalan dengan komitmen eksekutif . Presiden Prabowo Subianto diketa...

Menguji Kementerian Baru: Komisi VIII Dorong Evaluasi Total Haji 2026, Bidik Sektor Konsumsi RTE hingga Hotel Mina

MENJUAL HARAPAN — Lahirnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai nomenklatur baru dalam jajaran kabinet pemerintahan langsung dihadapkan pada ujian berat pengawasan parlemen . Komisi VIII DPR RI menegaskan tidak akan memberi kelonggaran terhadap jalannya transisi ini dan bergerak cepat menguliti hasil penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang baru saja usai . Meski mencatat adanya tren perbaikan performa petugas, parlemen memberikan rapor kuning pada sejumlah pos pelayanan teknis darurat—mulai dari distribusi makanan siap saji hingga tata letak zonasi pemondokan jemaah lansia . Performa Petugas Membaik, Kendala Logistik Menghantui Sinyal pengawasan ketat itu ditiupkan langsung dari Kota Gudeg . Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko , seusai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (8/7/2026), membeberkan dinamika komparatif hasil evaluasi di lapangan . "Secara umum, ha...

Prospek Ditjen Baru Kemenag: Menakar Efektivitas Dana Takis Rp4 Triliun untuk Kuasa Sektor Pesantren

MENJUAL HARAPAN — Lanskap birokrasi Kementerian Agama (Kemenag) bersiap menghadapi reformasi struktural besar-besaran . Menyusul rencana pemisahan fungsi setelah terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah , fokus Kemenag kini diarahkan penuh pada pembenahan basis pendidikan keagamaan melalui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren . Struktur anyar ini diproyeksikan memegang kendali anggaran jumbo mencapai Rp4 triliun untuk mengakhiri persoalan klasik keterbatasan operasional di ribuan pondok pesantren dan madrasah se-Indonesia . Aspirasi dari Bumi Melayu: Suara 500 Pesantren Riau Langkah politik pembentukan ditjen baru ini dikawal ketat oleh Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI saat melakukan serap aspirasi di Provinsi Riau . Riau dipilih sebagai salah satu parameter krusial mengingat wilayah ini memiliki ekosistem pendidikan Islam tradisional yang sangat masif . "Provinsi Riau tercatat memiliki hampir 500 pondok pesantren, jumlah tersebut belum termasuk ma...

Disinformasi Medsos Jegal Sensus Ekonomi 2026, DPR Desak Counter-Narrative Masif untuk Redam Kepanikan Pelaku Usaha

MENJUAL HARAPAN – Ruang digital Indonesia dilaporkan mulai dibanjiri disinformasi dan hoaks terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 . Narasi sesat yang marak beredar di media sosial tersebut sukses memicu kepanikan dan resistensi di kalangan pelaku ekonomi, yang kini dihantui ketakutan bahwa data sensus akan dijadikan alat pemeras pajak oleh pemerintah . Melihat turbulensi komunikasi publik ini, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, langsung mengambil sikap tegas saat memimpin Kunjungan Kerja di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (3/7/2026) . Parlemen mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah untuk segera merancang strategi lawan narasi ( counter-narrative ) secara radikal, masif, dan tepat sasaran . "Ada disinformasi terkait dampak sensus yang tidak sepenuhnya benar di media sosial, ini harus segera diluruskan . Komunikasi publik yang payah hanya akan membuat responden ketakutan. Sebaliknya, informasi yang tepat akan membuat mereka tenang, nyaman, dan berse...

Menjaga Benteng Siber: DPR Desak RUU KKS Jadi Poros Kedaulatan Digital Indonesia Menuju 2045

JAKARTA , MENJUAL HARAPAN — Di tengah akselerasi teknologi yang melesat tanpa jeda dan penuh ketidakpastian, Indonesia kini berada di persimpangan jalan dalam menentukan nasib kedaulatan digitalnya . Menanggapi urgensi tersebut, Komisi I DPR RI menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang tentang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) harus didesain sebagai fondasi utama sekaligus payung hukum tertinggi tata kelola digital nasional di masa depan . Sinyal kuat ini mengemuka setelah Komisi I DPR RI menggelar Rapat Kerja bersama pemerintah dalam agenda Pembicaraan Tingkat I RUU KKS di Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026) . Regulasi ini disepakati bukan sekadar tameng perlindungan sistem elektronik biasa, melainkan instrumen eksistensial bagi pertahanan negara . Kedaulatan Digital Sejajar dengan Kedaulatan Negara Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, memperingatkan pemerintah mengenai risiko fatal jika Indonesia terlambat membentengi ruang sibernya . Belajar dari dinamika global, ...