Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pancasila

Sengkarut Data Statistik Nasional & Ancaman Turun Kelas Masyarakat Menengah

  MENJUAL HARAPAN — Komisi X DPR RI melempar kritik keras terhadap efektivitas dan akurasi sistem pendataan sosial-ekonomi yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) . Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Statistik di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (17/9/2026), para legislator Senayan membongkar berbagai temuan memprihatinkan . Mulai dari fenomena merosotnya ekonomi kelas menengah hingga kasus kekeliruan fatal klasifikasi desil warga miskin, akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dinilai mendesak untuk dievaluasi total demi keadilan publik . 1.    Fenomena Middle Class Squeeze : Negara Wajib Turun Tangan Selamatkan Kelas Menengah Anggota Panja RUU Statistik Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana , menyoroti tajam fenomena middle class squeeze —tekanan ekonomi hebat yang menghimpit kelompok masyarakat kelas menengah . Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut, dalam kurun waktu tujuh tahun terak...

Serap Aspirasi di Kampung Kuper, Anggota MPR H. Sulaeman L. Hamzah Serukan Penguatan Karakter Bangsa

Anggota MPR/DPR RI H. Sulaeman L. Hamzah , gelar Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaa , Merauke, Sabtu (12/9/2026) MENJUAL HARAPAN — Penanaman nilai-nilai luhur Pancasila dinilai menjadi strategi paling mendasar dalam membentengi bangsa dari ancaman korupsi dan krisis moral. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan Ke-6 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kampung Kuper, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan . Anggota MPR/DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem , H. Sulaeman L. Hamzah, menegaskan bahwa persoalan bangsa seperti praktik korupsi dan krisis karakter muncul ketika masyarakat dan para penyelenggara negara semakin jauh dari pedoman Pancasila. "Untuk menyelamatkan negara dari bahaya korupsi dan kehancuran moral, kita harus kembali menjadikan Pancasila sebagai jalan hidup dan pedoman utama dalam bertindak, bukan sekadar hafalan untuk lulus ujian sekolah," ujar Sulaeman. Sulaeman juga menambahkan bahwa pendidikan berbasis nilai etnik da...

Soroti Pengaruh Globalisasi, Sulaeman L. Hamzah Minta Pemuda Merauke Pegang Teguh Pancasila

Anggota MPR/DPR RI Dapil Papua Selatan, H. Sulaeman L. Hamzah, gelar Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaa, Merauke, Sabtu (12/9/2026) MENJUALH HARAPAN — Anggota MPR/DPR-RI daerah pemilihan Papua Selatan, H. Sulaeman L. Hamzah, menggelar Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bersama warga Kampung Kuper, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (12/9/2026). Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur kepala kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuda tersebut, Sulaeman menyoroti kekhawatiran terkait melemahnya identitas dan ketahanan budaya di kalangan generasi muda akibat derasnya arus globalisasi. "Degradasi kualitas generasi muda Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan. Dampak negatif globalisasi dan budaya hedonis perlahan mengikis pemahaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Pancasila harus kembali difungsikan sebagai filter utama terhadap budaya asing," tegas Sulaeman di hadapan para peserta. Sul...

Ketika Garuda Mencari Lima Bulunya yang Hilang

MENJUAL HARAPAN - Pagi tanggal 1 Juni datang tanpa suara. Matahari terbit seperti biasa, kendaraan tetap memenuhi jalan raya, dan layar-layar telepon tetap memancarkan berita yang berganti setiap detik. Akan tetapi, nun jauh di atas awan, seekor Garuda, terbang perlahan mengelilingi negeri yang pernah ia jaga dengan bangga. Garuda itu tampak gelisah. Ketika ia mengepakkan sayapnya, ia menyadari ada sesuatu yang hilang. Lima helai bulu emas yang dahulu berada di dadanya, tak lagi terlihat. Bulu-bulu itu bukan sembarang bulu. Masing-masing merupakan penyangga keseimbangan yang membuatnya mampu terbang tegak di tengah badai zaman. Hari itu, adalah hari lahir sebuah janji. Bertahun-tahun silam, di tengah pergolakan dan mimpi tentang kemerdekaan, lima bulu emas itu diberikan kepada Garuda sebagai bekal menjaga sebuah negeri bernama Indonesia . Sejak saat itu, negeri tersebut berdiri bukan hanya di atas tanah dan lautan, melainkan juga di atas nilai-nilai yang disepakati bersama. Gar...

Sulaeman L Hamzah: Pancasila Harus Jadi Fondasi Utama Lawan Korupsi

  Anggota MPR R/DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah, Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MENJUAL HARAPAN – Anggota MPR/DPR-RI dari Dapil Provinsi Papua Selatan , H. Sulaeman L Hamzah , menegaskan bahwa akar permasalahan korupsi di Indonesia bukan terletak pada ketidakefektifan ideologi negara, melainkan pada kegagalan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam keseharian . Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan ke-3 yang berlangsung di Kampung Wasur , Distrik Merauke , Provinsi Papua Selatan . Di hadapan 150 peserta yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, dan relawan, Sulaeman menyoroti bahwa korupsi telah membudaya dan bersifat sistematis sejak lama . Menurutnya, kembali kepada nilai-nilai luhur Pancasila adalah strategi paling tepat untuk memerangi praktik lancung tersebut . "Perilaku korupsi adalah bentuk penyimpangan sosial yang nyata bertentangan dengan butir-butir dalam Pancasila," tegas Sulaeman . Sulaeman menjelaskan ba...

Merauke Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Dorong Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

  Anggota MPR/DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah, tengah memaparkan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (11/3/2026)  MENJUAL HARAPAN — Anggota MPR RI H. Sulaeman L Hamzah menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan di Kelurahan Bambu Pemali, Distrik Merauke, pada 11 Maret 2026. Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, relawan, simpatisan Partai NasDem , serta media lokal ini menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 , NKRI , dan Bhinneka Tunggal Ika . Dalam pemaparannya, Sulaeman menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar teori, melainkan pedoman hidup bangsa yang harus diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari. “Pancasila adalah pandangan hidup bangsa, jati diri, sekaligus alat pemersatu. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam wacana,” ujarnya. Peserta menyoroti tantangan implementasi Pancasila di tengah arus global...

Sulaeman L Hamzah Gaungkan Moderasi Beragama di Papua Selatan

  MENNJUAL HARAPAN  - Merauke kembali menjadi pusat perhatian ketika ratusan warga Kelurahan Rimba Jaya berkumpul untuk mengikuti Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan  yang digelar oleh Anggota MPR/DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah, pada 10 Februari 2026. Acara ini menghadirkan tokoh adat, tokoh masyarakat, relawan, simpatisan, hingga media lokal, dengan semangat memperkuat nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. D itegaskan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Tujuannya jelas: memperdalam pemahaman kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi warga terkait pelaksanaan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Peserta yang hadir tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya. Salah satu isu yang mencuat adalah maraknya kasus intoleransi di Indonesia, seperti penolakan pembangunan Gereja GKI Yasmin di Bogor. Pertanyaan ini menjadi refleksi bahwa meski Papua dikenal harmonis d...

Anggota MPR/DPR RI, Sulaeman Hamzah Gaungkan Alam dan Masa Depan Bangsa

  MENJUAL HARAPAN   –  Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan kembali digelar di Papua Selatan. Kali ini, Anggota MPR/DPR RI dari Dapil Papua Selatan, H. Sulaeman L Hamzah, hadir langsung di K p. Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, pada 10 Februari 2026. Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, relawan, dan warga setempat. Empat konsensus kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—dijadikan landasan utama dalam kegiatan ini. Sulaeman menekankan bahwa sosialisasi bukan sekadar formalitas, melainkan wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Majelis Permusayawaratan Rakyat ( MPR )  memiliki tugas memasyarakatkan Pancasila dan UUD 1945, mengkaji sistem ketatanegaraan, serta menyerap aspirasi rakyat. Sosialisasi ini menjadi salah satu cara agar masyarakat merasa dekat dengan wakilnya , dan dapat ...

MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kampung Urumb Merauke

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di wilayah kampung local di Kp. Urumb Distrik Semangga Kab. Merauke – Papua Selatan (9/12/2025) MENJUAL HARAPAN  - Upaya   penguatan nilai-nilai kebangsaan terus dilakukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI hingga ke wilayah kampung di Papua Selatan. Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, MPR RI berupaya memastikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ke-10 tersebut digelar pada Selasa, 9 Desember 2025, di Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Kegiatan ini menghadirkan Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Papua, H. Sulaeman L Hamzah, sebagai narasumber utama dalam dialog kebangsaan bersama masyarakat. H. Sulaeman L. Hamzah, anggota MPR RI saat memaparkan materi     S...