MENJUAL HARAPAN - Malam yang dingin di Padang menjadi saksi bisu salah satu pembantaian paling tragis dalam sejarah modern sepak bola Indonesia. Semen Padang, tim kebanggaan Ranah Minang yang sedang sekarat di papan bawah, menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-33 BRI Super League 2025-2026. Alih-alih menyuguhkan perlawanan sengit demi harga diri dan napas terakhir di kasta tertinggi, skuad Kabau Sirah justru tampil tanpa gairah, lunglai, dan membiarkan tamunya mengobrak-abrik rumah mereka sendiri. Skor akhir 7-0 untuk keunggulan Bajul Ijo bukan sekadar angka, melainkan tamparan keras yang menegaskan bahwa Semen Padang kini sedang berada di titik nadir, makin terpuruk dan nyaris tanpa harapan. Sejak peluit pertama dibunyikan, aroma dominasi Persebaya sudah tercium tajam. Anak-anak asuh Surabaya bermain dengan determinasi tinggi, mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan presisi yang membuat lini belakang Semen Padang tampak seperti sekumpulan amatir. Petaka tuan rumah...
Berbagi setetes info, menuai pengetahuan