MENJUAL HARAPAN - Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang hakim di Depok pada Februari 2026 ini, melengkapi katalog panjang kegagalan kita dalam memaknai keadilan. Narasi penangkapan yang heroik, pengumuman barang bukti ratusan juta rupiah yang teatrikal, hingga sorot lampu kamera di Gedung Merah Putih kini tak lebih dari sebuah "Melankolis OTT"—sebuah kesedihan yang berulang, namun dirayakan sebagai prestasi. Kita terjebak dalam drama yang sangat demonstratif, namun secara substantif kosong. Efek Jera yang Menguap dalam Teater Hukum Mengapa penangkapan hakim terus terjadi? Jawabannya terletak pada sifat OTT yang kian hari kian kehilangan daya kejutnya. OTT telah menjadi ritual birokratis. KPK menangkap, publik bersorak, tersangka masuk penjara, lalu beberapa tahun kemudian mendapatkan diskon hukuman melalui remisi atau peninjauan kembali. Drama ini hanya menyasar dahan yang busuk, namun membiarkan akar sistem peradilan tetap lembap oleh air suap. Bagi para praktisi hu...
MENJUAL HARAPAN - Serie A musim 2025–2026 kembali menghadirkan drama yang penuh emosi pada pekan ke-24. Empat laga besar menjadi sorotan: Atalanta vs Cremonese, Roma vs Cagliari, Inter Milan vs Sassuolo, dan Juventus vs Lazio. Pertandingan ini bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan juga tentang harapan, perjuangan, dan cerita yang mengiringi setiap klub. Atalanta vs Cremonese Di Bergamo, Stadion Atleti Azzurri d’Italia menjadi saksi bagaimana Atalanta tampil agresif sejak menit awal melawan Cremonese. Nikola Krstovic membuka pesta gol pada menit ke-13, sebuah gol yang lahir dari determinasi dan keberanian menyerang. Tak lama berselang, Davide Zappacosta menambah keunggulan di menit ke-25. Publik tuan rumah pun bergemuruh, seolah kemenangan sudah di depan mata. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0, dan atmosfer stadion dipenuhi optimisme. Namun sepak bola selalu menyimpan kejutan. Cremonese, meski tertinggal, tidak menyerah. Mereka terus menekan, mencoba membalikkan ...