Langsung ke konten utama

Postingan

Fiorentina Berbagi Poin dengan Atalanta di Pekan ke-38

MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-38 Serie A atau Liga Italia 2025-2026, Fiorentina menjamu Atalanta yang langsung digelar di Stadion Artemio Franchi , Sabtu dini hari WIB (23/5/2026). Fiorentina unggul lebih dahulu di babak pertama menit ke-38 lewat tendangan Roberto Piccoli hingga turun minum. Akan tetapi, usai jeda dan sengitnya di babak kedua dengan saling menekan pertahanan lawannya, Fiorentina di menit ke-8i pemainnya melakukan gol bunuh diri (GBD). Kedudukan sama 1-1 ini tidak alami perubahan hingga pertandingan tuntas. Fiorentina, harus puas dengan imbang 1-1 dan berbagi poin dengan lawannya Atalanta. Hasil ini, Fiorentina berada di urutan ke-14 dengan mengoleksi 42 poin pada klasemen Liga Italia pekan ke-38, sedangkan Atalanta berada di urutan ke-7 dengan mengoleksi 59 poin. (S_267) Baca juga: Tandang Pekan Pamungkas, Bali United Taklukkan Taun Rumah Dewa United Pekan Pamungkas Super League: Arema FC Cetak Gol Tercepat dan Bungkan PSIM   Malam Emas di Riyadh: Sihir Ma...
Postingan terbaru

Tandang Pekan Pamungkas, Bali United Taklukkan Taun Rumah Dewa United

MENJUAL HARAPAN - Dewa United pada pekan terakhir BRI Super League musim 2025-2026 dipermalukan tim tamunya, yaitu Bali United dengan skor gol 0-1. Bertanding digelar di Banten International Stadium (BIS) pada Jumat (22/5/2026) duel kedua tim ini sungguh sengit, tuan rumah yang bersuha memenangkan laga pamungkis ini, justru terbalik dipermalukan tim tamu, Bali United. Keunggulan dan sekaligus kemenangan Bali United pada tandang pekan terakhir ini dicetak di menit ke-40 lewat tendangan Kadek Agung . Keunggulan Bali United hingga turun minum tidak terbalas. Dan memasuki babak kedua, kendati tuan rumah Dewa United berusaha menyamakan posisi gol, namun usaha serangan dan tekananannya acapkali dipatahkan para pemain Bali United. Pertandingan pun berakhir, dan Bali United raih tiga poin yang kini berada di posisi ke-7 dengan 51 poin, sedangkan Dewa United sendiri berada di atasnya urutan ke-6 dengan koleksi 53 poin. (S_267) Baca Juga: Pekan Pamungkas Super League: Arema FC Cetak ...

Pekan Pamungkas Super League: Arema FC Cetak Gol Tercepat dan Bungkan PSIM

MENJUAL HARAPAN - Laga pamungkas BRI Super League 2025-2026 , Arema FC kontra PSIM Yogyakarta yang berlangsung digelar di Stadion Kanjuruhan Malang pada Jumat sore (22/5/2026). Arema FC pada pekan pamungkas ini menutup dengan kemenangan 3-1 atas lawannya PSIM Yogyakarta . Gol pembuka dan tercepat terjadi di menit ke-2 yang ditusukan pemain Arema FC yaitu Joel Vinicius ke gawang kiper PSIM. Sedangakan dua gol berikutnya terjadi di babak kedua, yaitu menit ke-48 memalui tendangan Dalberto , dan gol Valdeci di menit ke-88. PSIM Yogyakarta sempat membalasnya pada menit ke-52 melalui tendangan Deri Corfe , akan tetapi setelah skor gol 2-1, PSIM tidak berhasil menyamakan gol, justru malah kebobolan kembali di menit ke-88. Duel yang sengit dan seru kedua kesebelasan ini, terjadi saling menekan pertahanan lawannya, bahkan pada babak pertama tuan rumah sendiri Arema FC hanya mampu bertahan satu gol hingga turun minum. Selanjutnya, pada babak kedua, tuan rumah kembali lebih cepa...

Reformasi, Sebagai Kontrak Sosial

Foto hasil tangkapan layar dari tirto.id MENJUAL HARAPAN - Dua puluh delapan tahun silam, pekik "Reformasi" bukan sekadar teriakan di atas aspal panas, melainkan sebuah kontrak sosial baru yang lahir dari rahim kegelisahan. Kita membayangkan Indonesia pasca-1998 sebagai sebuah taman demokrasi yang subur, di mana transparansi menjadi pupuk dan keadilan menjadi peneduhnya. Akan tetapi, berdiri di ambang pertengahan Mei 2026 ini, kita dipaksa untuk menatap cermin retak dari cita-cita tersebut. Apakah geliat itu masih ada, ataukah ia kini hanya menjadi artefak sejarah yang dipajang di museum narasi politik demi melegitimasi kekuasaan? Secara prosedural, kita memang telah "lulus" menjadi negara demokrasi. Seperti di antaranya ada pemilu yang terjaga dengan lima tahunan. Namun, jika kita menyelam lebih dalam ke dasar samudera politik kita, tampak jelas bahwa substansi demokrasi kita sedang mengalami dehidrasi hebat. Institusi-institusi yang dulu lahir sebagai...

Malam Emas di Riyadh: Sihir Mahkota King Ronaldo dan Pesta Sempurna Al Nassr

Oleh: Sutisna Sj MENJUAL HARAPAN — Malam di ibu kota Arab Saudi itu bukanlah sekadar gulita gurun yang berselimut angin biasa. Jumat dini hari WIB (22/5/2026), atmosfer kota Riyadh menjelma menjadi teater megah tempat ribuan pasang mata menjadi saksi dari babak akhir sebuah penantian panjang. Al Nassr resmi mengunci mahkota juara Saudi Pro League musim ini setelah melumat Damac FC dengan skor mencolok 4-1. Di balik gemuruh perayaan tersebut, ada satu nama yang kembali menegaskan statusnya sebagai protagonis utama jagat sepak bola: Cristiano Ronaldo . Sejak peluit pertama ditiupkan oleh pengadil lapangan, aroma ketegangan begitu pekat terasa di udara. Ini adalah laga penentuan, sebuah duel di mana sejarah menuntut untuk ditulis. Beban ekspektasi publik Riyadh menggelayut di pundak para pemain Al Nassr. Namun, kematangan mental skuad asuhan taktik modern ini perlahan mencairkan kecemasan. Menit ke-34, kebuntuan itu akhirnya pecah. Berawal dari skema sepak pojok melengkung ya...

Menghitung Menit Krusial di Volendam: Panggung Penghakiman Maarten Paes

Profil Maarten Paes (Foto hasil tangkapan layar dari id.wikipedia.org) Oleh: Sutisna Sj MENJUAL HARAPAN — Bagi seorang penjaga gawang yang berdiri di bawah mistar Johan Cruyff ArenA, tekanan tidak pernah sekadar riak kecil; ia adalah ombak besar yang siap menenggelamkan karier dalam semalam. Realitas pahit itulah yang kini sedang diakrabinya oleh Maarten Paes. Datang sebagai pelancong dari FC Dallas di pertengahan musim Eredivisie, langkah kiper Timnas Indonesia ini di Amsterdam langsung disambut dengan alis mata yang bertaut dan nada sumbang skeptisisme publik Belanda. Ingatan kolektif pendukung De Godenzonen tentu belum lupa pada dinginnya malam tanggal 21 Februari lalu. Memulai debut kontra NEC, Paes sejatinya jatuh bangun melakukan tujuh penyelamatan heroik. Namun, di panggung sepak bola sekejam Eredivisie, hasil imbang 1-1 sudah cukup untuk melemparkannya ke dalam pusaran kritik tajam. Di sinilah Paes belajar, bahwa di Ajax, tampil apik saja tidak pernah cukup jika tiga p...

Malam Keajaiban di Istanbul: Ketika Aston Villa Mengajari Freiburg Arti Efisiensi Komparatif

MENJUAL HARAPAN — Ada aroma magis yang tertinggal di Selat Bosphorus pada Kamis dini hari WIB (21/5/2026). Di bawah lampu sorot Tüpras Stadium yang gemerlap, sejarah baru saja dipahat dengan tinta emas. Aston Villa , klub asal Birmingham yang sempat lama tertidur dari panggung tertinggi Eropa, resmi menahbiskan diri sebagai raja baru Liga Eropa musim 2025/2026. Skornya mencolok, 3-0, sebuah hasil yang kejam bagi SC Freiburg , namun sepenuhnya adil bagi sang pemenang. Bagi mereka yang hanya melihat papan skor, laga ini tampak mudah bagi armada Unai Emery —sang master kompetisi kelas dua Eropa ini. Akan tetapi, babak pertama adalah sebuah tesis tentang bagaimana memenangkan laga final: biarkan lawan menguasai bola, lalu tikam mereka saat mereka lengah. Babak Pertama: Dua Tikaman Mematikan Freiburg sejatinya memulai laga dengan keberanian khas sepak bola Jerman. Mereka menekan, mengalirkan bola dengan cepat, dan mencoba mengurung pertahanan Villa. Akan tetapi, di sinilah mentali...