MENJUAL HARAPAN - Pekan ke-24 La Liga benar-benar menghadirkan drama yang berlapis: dari kejutan di papan bawah hingga dominasi di puncak klasemen. Mallorca vs Betis Mallorca yang sedang berjuang keluar dari zona merah harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Gol Vedat Muriqi di menit ke-66 sempat memberi harapan, namun dua gol cepat Betis di babak pertama lewat Abde Ezzalzouli (18’) dan Cedric Bakambu (45+2’) memastikan kemenangan tim tamu 2-1. Mallorca pun terpuruk di posisi ke-18 dengan 24 poin, sementara Betis mantap di lima besar dengan 41 poin. Levante vs Valencia Derby komunitas Valencia berakhir dengan senyum di kubu Los Che. Levante yang tampil di hadapan publik sendiri justru takluk 0-2. Largie Ramazani membuka skor di menit ke-64, disusul Umar Sadiq (84’) yang mengunci kemenangan. Hasil ini membuat Levante semakin terbenam di posisi ke-19 dengan 18 poin, sedangkan Valencia naik ke peringkat 14 dengan 24 poin. Rayo Vallecano vs Atletico Madrid Salah satu kejut...
Ilustrasi foto (foto hasil tangkapan layar dari https:/fixabay.com) Oleh Silahudin*) MENJUAL HARAPAN - Di sebuah negeri yang gemar menabur pujian pada pemimpin, hiduplah seorang mantan raja yang pernah dielu-elukan karena membangun jalan, bendungan, dan mimpi. Ia telah turun tahta, namun bayangannya masih menggantung di langit kekuasaan. Ia tak lagi memegang tongkat komando, tapi suaranya masih menggema di ruang relawan, mengatur arah angin politik. Raja itu kini berdiri di balik tirai, menunjuk panggung dan berkata, “Lanjutkan dua periode.” Ia menunjuk sang jenderal tua dan putra mahkota muda, seolah ingin memastikan bahwa panggung itu tetap miliknya, meski kursi sudah diduduki orang lain. Ia tak bicara sebagai rakyat biasa, melainkan sebagai dalang yang masih ingin mengatur lakon. Ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah simfoni post-power syndrome yang dimainkan dengan irama ambisi. Sang mantan raja tak ingin dikenang sebagai bab dalam sejarah, ia ingin menjadi epilog yang menen...