Puan Maharani, Ketua DPR RI (foto dok Humas DPR RI) MENJUAL HARAPAN - Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani , mengeluarkan pernyataan keras merespons masih maraknya kasus kekerasan seksual yang menyasar anak-anak di berbagai daerah. Puan mendesak agar seluruh pelaku ditindak tegas tanpa kompromi karena tindakan mereka telah menghancurkan masa depan generasi bangsa. "Masih maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia menunjukkan adanya kerentanan ruang aman bagi anak dan perempuan, khususnya di lingkungan dengan relasi kuasa yang kuat," ujar Puan dalam keterangan resmi kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (4/5/2026). Soroti Kasus di Pati dan Kendari Ketua DPR RI memberikan atensi khusus pada beberapa kasus menonjol belakangan ini, di antaranya dugaan pencabulan oleh oknum TNI di Kendari, Sulawesi Tenggara, serta kasus di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo , Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam kasus di Pati, seorang pengasuh pesantren telah ditetapkan sebagai ters...
TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI (foto hasil tangkapan layar dari gesuri.id) MENJUAL HARAPAN — Rencana Indonesia memboyong kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) dari Italia kini tengah menjadi sorotan tajam. Meski berstatus hibah alias cuma-cuma, proyek ini dikhawatirkan akan menjadi beban finansial jangka panjang bagi kas negara. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, memperingatkan pemerintah agar tidak terbuai dengan label "gratis". Merujuk pada realitas pengadaan militer global, ia menegaskan bahwa seringkali tidak ada yang lebih mahal daripada barang yang diberikan secara cuma-cuma. Angka Fantastis di Balik Pemeliharaan Kekhawatiran Senayan bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan The National Interest : Biaya Rutin : Angkatan Laut Italia harus mengeluarkan sekitar 5 juta euro atau setara Rp101 miliar per tahun hanya untuk biaya perawatan rutin. Efisiensi Italia : Dengan menghibahkan kapal ini, Italia justru menghemat biaya pembong...