Mayla Cahya Afilian Pratiwi (foto tangkapan layar dari djarumbadminton.com) MENJUAL HARAPAN — Tunggal putri Indonesia, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, harus memeras keringat lebih awal demi mengamankan tiket ke babak 32 besar Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2026 . Bertanding di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, pada Rabu (1/7/2026), pebulu tangkis muda tanah air ini dipaksa bermain rubber game yang menguras fisik . Mayla sukses menumbangkan perlawanan sengit wakil Korea Selatan, Seol A In . Melalui duel sengit berdurasi 76 menit, atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung tersebut menyudahi pertandingan dengan skor tipis 22-20, 17-21, 21-19 . "Hari ini di babak 64 besar memang lawannya cukup berat dan sangat susah untuk dimatikan," ujar Mayla melalui rilis resmi Humas dan Media PP PBSI . "Saya tidak cukup satu kali pukulan untuk mematikan dia, jadi harus lebih sabar dan harus kuat fisiknya." Ujarnya. <script async src="https://pagead2.google...
MENJUAL HARAPAN - Jika Stadion New York di New Jersey menyajikan duel taktis yang dingin antara Prancis dan Swedia, maka Stadion Mexico City pada Rabu (1/7/2026) yang sama adalah sebuah kawah candradimuka yang meledak oleh gairah. Bermain di rumah sendiri, di bawah tatapan puluhan ribu pendukungnya yang fanatik, tim nasional Meksiko memikul beban ekspektasi yang mahaberat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Namun malam itu, tekanan tersebut tidak mengubah kaki-kaki para pemain Meksiko menjadi batu. Sebaliknya, hal itu menjadi bahan bakar yang membakar semangat mereka untuk menggulung Ekuador dengan skor meyakinkan, 2-0. Menghadapi Ekuador yang dikenal memiliki fisik kokoh dan transisi cepat, Meksiko tidak memilih untuk berhati-hati. Sejak peluit pertama berbunyi, El Tri langsung mengambil inisiatif, menghentak, dan mendikte permainan. Stadion Mexico City bergemuruh, menciptakan atmosfer intimidatif yang tampaknya membuat pilar-pilar pertahanan Ekuador sedikit goyah di awal l...