Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Amerika Serikat

Piala Dunia 2026 Diikuti 48 Negara, Inilah Analisis Singkat Grup

MENJUAL HARAPAN - Babak kualifikasi piala dunia 2026 telah berlangsung, dan ada timnas negara-negara peserta kualifikasi yang lolos dan tidak lolos ke piala dunia tersebut. FIFA World Cup 2026 atau Piala Dunia 2026 dalam beberapa bulan lagi yang dimulai dari bulan Juni berlangsung diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Negara-negara peserta yang lolos berlaga di ajang sepak bola dunia dan berdasarkan pembagian fase grup sudah tuntas. Dan dalam ajang sepak bola dunia 2026 diikuti sebanyak 48 negara. Inilah analisis singkat grup peserta Piala Dunia 2026. GRUP A GRUP B GRUP C l  Meksiko l  Afrika Selatan l  Korea Selatan l  Republik Ceko l  Kanada l  Bosnia dan Herzegovina l  Qatar l  Swiss l  Brasil l  Maroko l  Haiti l  Skotlandia GRUP D GRUP E GRUP F l  Amerika Serikat l  Paraguay l  Australia l  Turki l  Jerman l  Curacao l  Pantai Gading l  Ekuador l  Belanda l...

IMPERIALISME BERKEDOK PERDAMAIAN

Oleh Silahudin MENJUAL HARAPAN - GEMPURAN Amerika Serikat dan Israel terhadap negara berdaulat Iran pada tanggal 28 Februari 2026, tidak dapat disebut sebagai misi perdamaian kawasan, akan tetapi justru bersifat imperialisme.   Deru mesin jet tempur dan dentuman rudal di Timur Tengah, seolah merobek narasi stabilitas yang selama ini diagungkan di tribune- tribune PBB.   Memang, selama ini Amerika Serikat dan Israel acapkali menyebutnya sebagai ‘tindakan pengamanan preventif demi perdamaian global’.   Namun, bagi mereka yang jeli membaca peta kekuatan, istilah tersebut hanyalah eufemisme ultramodern dari sebuah konsep kuno Imperialisme.   Diplomasi dalam Wajah Agresi   Imperialisme abad ke- 21, tidak lagi datang dengan kapal- kapal VOC atau klaim kolonialisme fisik yang kasar.   Ia datang dengan jubah  " P hilanthropic Intervention"  atau  "Regional Stabilization."   Serangan AS dan Israel pada 28 Februari itu, bukti nyata menunjukka...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...