Langsung ke konten utama

IMPERIALISME BERKEDOK PERDAMAIAN

Oleh Silahudin

MENJUAL HARAPAN - GEMPURAN Amerika Serikat dan Israel terhadap negara berdaulat Iran pada tanggal 28 Februari 2026, tidak dapat disebut sebagai misi perdamaian kawasan, akan tetapi justru bersifat imperialisme. Deru mesin jet tempur dan dentuman rudal di Timur Tengah, seolah merobek narasi stabilitas yang selama ini diagungkan di tribune- tribune PBB. 

Memang, selama ini Amerika Serikat dan Israel acapkali menyebutnya sebagai ‘tindakan pengamanan preventif demi perdamaian global’. Namun, bagi mereka yang jeli membaca peta kekuatan, istilah tersebut hanyalah eufemisme ultramodern dari sebuah konsep kuno Imperialisme. 

Diplomasi dalam Wajah Agresi 

Imperialisme abad ke- 21, tidak lagi datang dengan kapal- kapal VOC atau klaim kolonialisme fisik yang kasar. Ia datang dengan jubah "Philanthropic Intervention" atau "Regional Stabilization." Serangan AS dan Israel pada 28 Februari itu, bukti nyata menunjukkan kekuatan hegemonik dengan retorika perdamaian, padahal dibalik itu tersembunyi, bahkan terang-terangan memaksakan kehendak politik, dan mengamankan kepentingan ekonomi. 

Pakar hubungan internasional, Robert Keohane( 2005), dalam teorinya mengenai hegemoni, sering kali mengingatkan bahwa kekuatan besar cenderung menciptakan aturan yang tampaknya universal, namun sebenarnya dirancang untuk melanggengkan dominasi mereka. Dalam konteks ini," perdamaian" didefinisikan secara sepihak perdamaian hanya ada jika kepentingan energi dan keamanan pihak hegemon tidak terganggu. 

Paradoks Keamanan, Siapa yang Menentukan? 

Dalam perspektif Post-Colonialism, terdeskripsikan bahwa agresi militer ini merupakan upaya untuk mendisiplinkan negara- negara yang mencoba keluar dari route pengaruh Barat. Ketika AS dan Israel melakukan serangan pre-emptif, mereka sebenarnya sedang melakukan penegakan hukum rimba di tengah tatanan dunia yang seharusnya berbasis aturan ( rules- grounded order). 

Menurut pandangan pakar realisme politik, John Mearsheimer( 2001), negara- negara besar terjebak dalam "tragedi politik kekuatan besar," di mana mereka tidak akan pernah merasa cukup aman hingga mereka mendominasi wilayah tersebut. Serangan AS dan Israel merupakan bukti nyata bahwa bagi negara adidaya, perdamaian adalah variabel yang bisa dikorbankan demi keamanan absolut mereka sendiri. 

Pada tataran ini, tersirat dalam pemikiran kaum Realis seperti John Mearsheimer, bahwa klaim untuk membawa perdamaian acapkali hanyalah tabir asap (smoke screen) yang efektif guna memperluas pengaruh, dan mengamankan kedalaman strategi (strategic depth) suatu negara. 

Sehingga dengan demikian, dampak sistemiknya, kita harus menyadari bahwa “ bom ” yang dijatuhkan di Timur Tengah meledak secara ekonomi di pasar- pasar tradisional Indonesia. 

Ketika imperialisme berkedok perdamaian ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga melampaui US$ 100 per barel, maka kedaulatan energi negara berkembang sedang digadaikan. 

Seperti negara- negara Asia Tenggara, secara sadar atau tidak sadar, dan langsung atau tidak langsung, dipaksa mesti melakukan semacam “senam pengamanan ekonomi.” Indonesia, misalnya harus mempercepat mandatori biodiesel( B40/ B50) bukan lagi sebagai pilihan hijau, melainkan sebagai tameng pertahanan hidup. Ini adalah dampak nyata dari imperialisme kebijakan luar negeri satu negara yang egois memaksa negara lain untuk memikul beban biaya hidup yang kian berat. 

Catatan penutup 

Pada titik persoalan ini, kita harus kritis bertanya, perdamaian untuk siapa? Jika perdamaian memerlukan hujan peluru, dan pengabaian kedaulatan bangsa lain, maka itu bukanlah perdamaian, melainkan penaklukan yang diperhalus. 

Dunia di tahun 2026 ini, membutuhkan lebih dari sekadar retorika stabilitas. Kita membutuhkan tatanan di mana perdamaian tidak dijadikan kedok untuk menghisap sumber daya, atau membungkam aspirasi geopolitik negara lain.*

*) Silahudin, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Play Off Leg ke-1 Liga Champions 2025-2026: Galatasaray Menekuk Juventus

  MENJUAL HARAPAN - Galatasaray versus Juventus pada play-off putaran pertama dari dua putaran berlangsung tereselenggara di Stadion Ali Sami Yen, Rabu dini hari WIB (18/2/2026). D uel Galatasaray versus Juventus terjadi drama tujuh gol, dimana Galatasaray unggul lebih dahulu pada menit ke-15 yang dicetak oleh Gabriel Sara. N amun, satu menit kemudian (16’), Juventus Teun Koopmeiners  berhasil menyamakan gol dengan membobol gawang kiper Galatasaray, sehingga kedudukan sama 1-1. S elanjutnya, tidak lama dari menyamakan gol, Juventus kembali menggetarkan gawang kiper Galatasaray pada menit ke-32 lewat tendangan Teun Koopmeiners . J uventus unggul lebih dahulu dengan skor gol 2-1 dari Galatasaray hingga pertandingan babak pertama jeda. U sai jeda, kedua tim kembali lanjutkan pertandingannya, Galatasaray yang sudah tertinggal, berusaha bangkit dengan langsung tancap gas di awal-awal babak kedua, dan jalannya babak kedua dua menit (49’) Galatasaray berhasil menyamakan gol menjadi ...

Betis Ditahan Rayo, Osasuna Kalahkan Madrid

MENJUAL HARAPAN -  Liga spanyol musim 2025-2026 memasuki pekan ke-25, dan pada pekan ke-25 ini Betis menjamu Rayo berlangsung digelar di Stadion La Cartuja, Sabtu (21/2/2026). Betis berhasil ciptakan gol pada menit ke-16 babak pertama oleh Cedric Bakambu, namun gol balasan terjadi dari Raya pada menit ke-42 yang dicetak oleh Isi Palazon. Kedudukan 1-1 hingg turun minum, dan berlanjut ke babak kedua kedua tim saling memberi tekanan ke pertahanan lawannya kendati tidak menghasilkan gol kembali hingga pertandingan berakhir. Hasil berbagi poin ini, Betis berada di urutan ke-5 dengan mengoleksi 42 poin, Rayo sendiri berada di urutan ke-14 dengan 24 poin klasemen LaLiga musim 2025-2026 pekan ke-25. Sementara pada pertandingan lainnya, Osasuna versus Madrid berlangsung digelar di Stadion El Sadar, Pamplona, Minggu dini hari WIB (22/2/2026). Osasuna berhasil kalahkan tim papan atas Madrid dengan skor gol 2-1. Gol pertama tuan rumah Osasuna dicetak oleh Ante Budmir menit ke-38 melalui tenda...

Brighton Vs Arsenal, Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen

  MENJUAL HARAPAN - Duel Brighton versus Arsenal di pekan ke-29 Liga Inggris atau Premier League 2025-2026 menyguhkan pertandingan yang menarik. B righton yang berada di papan tengah berhadapan dengan pemilik puncak klasemen, yaitu Arsenal berlangusng di Stadion Amex, Kamis dini hari WIB (5/3/2026). Tu an rumah Brighton pada babak pertama menit ke-9 sudah kebobolan gawangnya, sehingga tertinggal 0-1 dari Arsenal. G ol tunggal Arsenal dicetak Bukayu Saka pada menit ke-9, dan hingg babak akhir kedudukan gol tidak alami perubahan. J alannya pertandingan ini, Arsenal langsung menekan sejak awal dan berhasil unggul cepat lewat Bukayo Saka. Golnya tercipta melalui sepakan yang sempat mengenai Carlos Baleba sehingga mengecoh kiper Brighton. Brighton sebenarnya menguasai bola lebih banyak (58% vs 42%), namun kesulitan menembus pertahanan rapat Arsenal. Babak kedua berjalan alot, dengan Brighton mencoba menekan lewat serangan sayap, tetapi Arsenal tampil disiplin menjaga keunggulan. Empat p...