Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label plastik

Rembun Merayap di Hulu Citarum

Hulu Sungai Citarum di Situ Cisanti (Foto hasil tangkapan layar dari Tempo.co)   MENJUAL HARAPAN - Rembun pagi itu turun dengan laku yang amat santun, merayap perlahan dari puncak-puncak Gunung Wayang seakan takut membangunkan mata air yang sedang terlelap. Di hulu Citarum, ia bertindak sebagai selimut sutra perak yang memeluk lekuk-lekuk tebing, menjaga rahasia kesucian alam yang belum terjamah oleh ketamakan. Air yang lahir dari rahim batu mengalir bening bagai air mata malaikat, meliuk bebas tanpa beban, menyapa akar-akar pohon besar yang meminumnya dengan rasa hormat. Dahulu kala, sungai ini merupakan sebuah altar peribadatan suci bagi kehidupan. Arusnya menyanyikan tembang purba tentang kesetiaan bumi kepada manusia, sebuah simfoni alam yang dideru oleh kepak sayap elang dan kecipak ikan-ikan yang menari riang di dasar lubuk. Setiap tetes airnya adalah darah kehidupan yang memberi napas pada hamparan sawah di hilir, menyuburkan peradaban yang tunduk pada hukum semesta. Manusi...

Kalau Bumi Bisa Ngomong...

  MENJUAL HARAPAN - Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, menjadi momentum refleksi tentang bagaimana manusia memperlakukan lingkungan. Sayangnya, kesadaran itu seringkali hanya sebatas simbolik-berakhir pada unggahan di media sosial tanpa perubahan nyata dalam perilaku.   Gaya hidup kita, mulai dari konsumsi plastik sekali pakai, boros listrik, sampai abai terhadap sampah, mencerminkan satu hal: kita ini numpang hidup, tapi tingkahnya kayak bos kos- kosan yang gak tahu diri.   Bumi , memang gak bisa protes langsung. Tapi dia kasih sinyal. Udara makin panas, musim makin gak menentu, banjir makin sering mampir. Semua ini bukan semata-mata “bencana alam”, tapi juga akumulasi dari pilihan kita sendiri.   Data dari World Bank menyebutkan, Indonesia menyumbang sekitar 3,2 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahun. Belum termasuk emisi kendaraan, pembakaran hutan, dan limbah rumah tangga yang terus meningkat.   Ironisnya, saat dampaknya balik ke kita - ...