Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pasar

DPR dan Pemerintah Percepat Perbaikan Tata Kelola Ekspor

  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat agenda Konferensi Pers yang didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria bersama awak media di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026) (foto hasil tangkapan layar dari dpr.go.id) MENJUAL HARAPAN - Di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026), suasana konferensi pers terasa berbeda. Bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah pernyataan arah kebijakan ekonomi nasional. DPR RI bersama pemerintah menegaskan langkah percepatan perbaikan tata kelola ekspor sebagai strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi negara. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad , tampil bersama jajaran pejabat tinggi: Mensesneg Prasetyo Hadi , Menteri ESDM Bahlil Lahadalia , Menteri Hukum Supratman Andi Agtas , serta COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria . Kehadiran lintas sektor ini mencermi...

MENTERTAWAKAN NEGERI INI

Oleh: Silahudin MENJUAL HARAPAN - Mentertawakan negeri ini bukan karena kita tak cinta. Justru karena cinta itu terlalu dalam, hingga luka-lukanya tak bisa lagi ditangisi. Maka tawa menjadi pelipur, menjadi peluru, menjadi peluit panjang di tengah pertandingan yang tak pernah adil. Negeri ini, seperti panggung sandiwara, di mana aktor utamanya tak pernah lulus audisi nurani. Di ruang-ruang kekuasaan, kita menyaksikan para pemimpin berdialog dengan teleprompter, bukan dengan hati. Mereka bicara tentang rakyat, tapi tak pernah menyapa rakyat. Mereka bicara tentang pembangunan, tapi tak pernah membangun kepercayaan. Maka kita tertawa, bukan karena lucu, tapi karena getir yang terlalu lama dipendam. Pendidikan, katanya, adalah jalan keluar. Tapi di negeri ini, sekolah adalah lorong panjang menuju penghapusan imajinasi. Anak-anak diajari menghafal, bukan memahami. Mereka diuji untuk patuh, bukan untuk berpikir. Guru-guru digaji dengan janji, sementara kurikulum berganti seperti musim, tanpa...

Nasi dan Narasi

MENJUAL HARAPAN - Beras, sebagai bahan pokok utama, memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, fenomena praktik oplosan beras telah menciptakan kekhawatiran yang mendalam tentang kualitas dan keamanan pangan. Beras oplosan sebagai campuran antara beras berkualitas baik dengan beras berkualitas rendah , atau bahkan beras yang tidak layak konsumsi. Praktik ini , dilakukan untuk menekan biaya produksi atau meningkatkan keuntungan, tetapi dampaknya sangat merugikan konsumen.   Tidak hanya kualitas makanan yang menurun, tetapi juga risiko kesehatan yang meningkat. Salah satu alasan utama di balik maraknya beras oplosan , karena kurangnya pengawasan yang ketat dari pihak berwenang. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan celah hukum untuk melakukan praktik ini tanpa takut akan konsekuensi hukum. Selain itu, rendahnya kesadaran konsumen tentang cara mengenali beras oplosan juga menjadi faktor pendukung. Dampak dari beras oplosan tidak hanya dirasakan oleh k...