Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label partai pokitik

Solid Dukung Prabowo, Partai Berebut Kursi Cawapres 2029

  MENJUAL HARAPAN  - Meski   Pemilu 2029 masih empat tahun lagi, dinamika politik sudah mulai bergulir. Partai-partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka , tampak kompak mengusung kembali Prabowo sebagai calon presiden.  Namun, mereka belum satu suara soal siapa yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden. Sejumlah partai besar berencana mengajukan kader internal sebagai pasangan Prabowo, dengan harapan memperoleh “efek ekor jas” yang bisa mendongkrak elektabilitas partai. Sementara itu, PSI mendorong duet Prabowo–Gibran untuk dua periode. Situasi ini semakin menarik setelah Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024 menghapus ambang batas pencalonan presiden. Artinya, semua partai peserta pemilu berhak mengusung pasangan calon sendiri.  Meski begitu, MK juga memberi ruang bagi pembuat undang-undang untuk melakukan rekayasa konstitusional agar jumlah pasangan calon tidak terlalu banyak. Dengan aturan baru...

Jangan Perkosa Hak Politik Rakyat di Pilkada

  Pilkada langsung merupakan instrumen krusial untuk menjaga akuntabilitas eksekutif dan kedaulatan rakyat. Penarikan mandat pilih dari rakyat ke DPRD dinilai sebagai bentuk "kartelisasi politik" yang berisiko menciptakan pemerintahan quasi-parlementer yang tidak stabil di tingkat lokal. Oleh Silahudin Pemerhati Sosial Politik, Dosen FISIP Universitas Nurtanio Bandung   MENJUAL HARAPAN -  WACANA  pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) kepada DPRD tengah membayangi ruang publik . Di tengah dominasi koalisi mayoritas di parlemen, kekhawatiran akan terjadinya "kartelisasi politik" yang mencerabut hak konstitusional warga negara menjadi sangat nyata. Memilih pemimpin secara langsung bukan sekadar seremoni elektoral lima tahunan, melainkan jantung dari kedaulatan rakyat  (Pasal 1 UUD NRI 1945)  yang tidak boleh ditawar dengan alasan efisiensi biaya maupun stabilitas politik semu. Oleh karena itu, u paya menarik kembali mandat rakyat ke tangan s...

Gejolak di Bumi Mina Tani: Sehari yang Mengguncang Kepemimpinan Bupati Pati Sudewo

  Demo warga masyarakat Pati, nuntut Bupati Sudewo mundur (Foto hasil tangkapan layar dari  kompas.id ) MENJUAL HARAPAN   – Rabu pagi, 13 Agustus 2025, udara di jantung Kabupaten Pati tidak seperti biasanya. Sejak subuh, arus massa mulai membanjiri alun-alun dan jalan-jalan utama. Spanduk dan poster bertebaran, yel-yel menggema: "Bupati harus lengser!"  dan "Turun Sudewo sekarang juga!" . Inilah demonstrasi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Pati, digerakkan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu . Mereka datang dengan satu tuntutan: Bupati Sudewo turun dari jabatannya. Pemicu utamanya  - kebijakan   menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) hingga 250 persen  - memantik   kemarahan kolektif warga. Meskipun kebijakan tersebut dibatalkan hanya beberapa hari setelah diumumkan, rasa kecewa terlanjur membara. "Ini bukan hanya soal pajak, ini soal rasa percaya yang sudah hilang,"  ujar seorang tokoh warga di sela ak...

Refleksi Pidato Megawati Soekarnoputri, Politik Menyentuh Tanah dan Nurani

MENJUAL HARAPAN - Di tengah riuh rendah politik elektoral yang kerap dipenuhi jargon dan kalkulasi elektabilitas, pidato Megawati Soekarnoputri dalam Kongres VI PDI Perjuangan di Badung, Bali, menghadirkan jeda reflektif yang langka. Ia tidak bicara tentang kemenangan, kursi, atau strategi kampanye. Ia bicara tentang kesadaran, keberpihakan, dan keberanian untuk melakukan kritik otokritik. Dalam ruang yang disebutnya sebagai candradimuka ideologis , Megawati mengajak kader untuk kembali ke akar , yakni  menyatu dengan rakyat, bukan sekadar tampil di panggung politik. Pernyataan “Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika” bukan sekadar teguran internal. Ia adalah kritik terhadap praktik politik yang kehilangan makna. Retorika tanpa kerja nyata merupakan bentuk pengkhianatan terhadap ideologi partai dan harapan rakyat. Dalam konteks ini, Megawati menempatkan politik bukan sebagai seni memenangi kekuasaan, melainkan sebagai praksis etis yang lahir dari pengalaman rakyat dan ...

Megawati Kembali Pimpin PDIP, Hasto Pulang dengan Air Mata dan Harapan Baru

Kongres ke-6 PDI-P, Badung Bali (Foto hasil tangkapan layar dari twitter/X @PDI_Perjuangan) MENJUAL HARAPAN   — Dalam suasana penuh simbol dan haru, Kongres ke-6 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Bali resmi mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Ini menjadi kali keenam Megawati  Soekarnoputri dipercaya memimpin partai berlambang banteng moncong putih, memperpanjang kepemimpinannya yang telah berlangsung sejak 1999. Pengukuhan dilakukan secara aklamasi, bahkan sebelum sidang komisi dimulai. Ketua Steering Committee Kongres, Komarudin Watubun, menyebut seluruh peserta kongres mendesak agar Megawati segera dikukuhkan kembali. “Begitu sidang dibuka, 100 persen peserta langsung meminta pengukuhan. Tidak ada keraguan,” ujarnya.  ( kaltim.tribunnews.com ). Dalam pidato politiknya, Megawati menegaskan bahwa PDIP tidak akan menjadi bagian dari koalisi maupun oposisi. “Kita adalah partai penyeimbang. Berdiri di atas kebenar...

Selembar Bendera Kekuasaan

MENJUAL HARAPAN - Pentas besar bernama Nusantara tiba-tiba berguncang. Bukan gempa bumi yang menggetarkan, melainkan irama genderang yang ditabuh serentak, memekakkan telinga para penghuni. Seolah-olah, para dalang di balik layar sepakat memainkan lakon yang sama, lakon yang sudah usang namun selalu berhasil menguras emosi penonton. Dahulu kala, Nusantara merupakan taman yang subur, tempat beragam bunga mekar berdampingan, saling berbagi sari dan aroma. Namun, belakangan, tanahnya terasa kering kerontang, tak lagi mampu menumbuhkan tunas-tunas harapan. Angin pun tak lagi berembus sejuk, melainkan membawa debu-debu perpecahan yang menyesakkan. Di pojok panggung, seekor kambing jantan berbulu putih bersih, yang dipanggil Si Jujur, mengembik  risau. Ia tak mengerti mengapa padang rumput yang biasa ia jelajahi kini penuh duri dan ranjau. Dulu, ia hanya perlu menunduk untuk memakan rumput segar, kini ia harus waspada agar kakinya tidak terluka. Para penghuni lain, seperti kawanan burung...

Sorotan Politik dan Pemerintahan Sepekan: Dari Diplomasi hingga Kontroversi dalam Negeri

Presiden RI, Prabowo Subianto hadiri KTT BRICS (Foto hasil tangkapan layar dari  setneg.go.id ) MENJUAL HARAPAN - Panggung politik Indonesia tidak pernah sepi dari dinamika. Sepekan terakhir, perhatian publik tersedot pada beragam isu, mulai dari manuver diplomatik di kancah global hingga gejolak internal yang menguji konsistensi hukum dan etika bernegara. a. Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Mempertegas Posisi Indonesia di Panggung Dunia Kabar utama yang hangat diperbincangkan, adalah kembalinya Presiden Prabowo Subianto dari serangkaian kunjungan kerja penting di luar negeri . Setelah sempat disorot karena hadir di KTT BRICS 2025 di Brasil, Presiden melanjutkan perjalanannya ke Prancis untuk menghadiri perayaan Bastille Day. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa. Kehadiran Prabowo di KTT BRICS menunjukkan upaya Indonesia untuk tidak terpaku pada satu blok kekuatan saja . BRICS, yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, kini semakin men...

Agus Mulyono Herlambang dan Harapan Baru Kepemimpinan Muda PSI

A. Fandir Oleh: Dr. (Cand) A. Fandir, M.Pd*)   MENJUAL-HARAPAN - Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang rencananya akan digelar pada bulan Juli tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menakar arah masa depan partai ini sebagai representasi politik anak muda Indonesia. Dengan sistem pemilihan demokratis berbasis one man, one vote, sebagaimana ditegaskan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, proses ini menjadi lebih dari sekadar regenerasi struktural—ia adalah uji integritas politik kolektif dan penentu kualitas kepemimpinan partai di era mendatang. Salah satu figur yang mencuat dan menarik perhatian publik, khususnya kalangan intelektual dan aktivis muda, adalah Agus Mulyono Herlambang. Sebagai akademisi, saya menilai bahwa Agus bukan sekadar kandidat alternatif, melainkan representasi dari semangat baru yang diharapkan mampu membawa PSI lebih dekat pada cita-cita ideologis dan substansi perubahan sosial-politik.  Agus Mulyono Herlambang, Calon Ketua Umum PSI (Foto istim...