Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Donald Trump

Prabowo Didesak Tinggalkan 'Dewan Perdamaian' Trump: Pelanggaran Konstitusi atau Diplomasi Terjepit?

Konferensi pers dengan tema “Ganyang Penjajahan Gaya Baru: tolak BOP!” di Jakarta (Foto istimewa) JAKARTA , MENJUAL HARAPAN   – Gelombang penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace  (BOP) kian memanas. Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat meluncurkan kritik tajam, menyebut keikutsertaan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah yang tidak hanya cacat legitimasi, tetapi juga mengkhianati amanat konstitusi UUD 1945. Dalam sebuah konferensi pers bertajuk "Ganyang Penjajahan Gaya Baru: Tolak BOP!" di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (6/3), aktivis Wanda Hamidah menyatakan bahwa posisi Indonesia di forum tersebut sangatlah kontradiktif. Ia menyoroti ironi diplomatik di mana kepala negara duduk bersama pihak-pihak yang telah dilabeli sebagai pelaku kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Gugatan Terhadap Legitimasi BOP Wanda secara spesifik mempertanyakan dasar hukum BOP yang dianggapnya sebagai lembaga ...

PEMBAJAKAN KEDAULATAN

Serangan AS ke Venezuela (Foto hasil tangkapan layar dari https://www.kbknews.id/) MENJUAL HARAPAN - Sejarah hubungan internasional , baru saja mencatat tinta hitam yang paling kelam di awal tahun 2026. Tindakan pemerintahan Donald Trump yang menginstruksikan operasi militer untuk menangkap kepala negara berdaulat di tanahnya sendiri , bukan lagi sekadar kebijakan luar negeri yang keras, melainkan sebuah anarkisme global. Apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah pembebasan, melainkan "pembajakan kedaulatan" secara terang-terangan yang merobek paksa Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Narasi yang dibangun Washington sangatlah klasik: penegakan hukum terhadap narko-terorisme dan perlindungan hak asasi manusia. Akan tetapi, d i balik tuduhan hukum tersebut, terdapat nafsu lama untuk mengamankan cadangan minyak terbesar di dunia. Trump tidak sedang bertindak sebagai polisi dunia, melainkan sebagai eksekutor kepentingan korporasi yang menggunakan kekuatan militer ...

Telisik Kemunduran Diri Musk Sebagai Kepala DOGE, Berdampak pada Program Antariksa AS

Ketegangan Musk-Trump (Foto hasil tangkapan layar dari website  https://www.bloombergtechnoz.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan CEO SpaceX Elon Musk, memasuki babak baru pada Juni 2025 ini, dan berdampak signifikan pada program antariksa Amerika Serikat.  Musk, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan Federal (DOGE) pada akhir Mei 2025, dan hanya menjabat selama empat bulan.  Pengunduran diri Musk ini, dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai kebijakan fiskal, khususnya RUU perpajakan yang disebut Musk sebagai "Big Beautiful Bill," yang ia anggap bertentangan dengan misi efisiensi anggaran DOGE. Musk, secara terbuka mengkritik RUU tersebut, menyatakan bahwa pengeluaran besar-besaran yang diusulkan akan meningkatkan defisit anggaran AS, melemahkan upaya efisiensi yang ia pimpin.  Kritiknya tersebut, memicu ketegangan di Gedung Putih, terutama di kalangan staf senior, dan memunculkan spekulasi...