Langsung ke konten utama

Prabowo Didesak Tinggalkan 'Dewan Perdamaian' Trump: Pelanggaran Konstitusi atau Diplomasi Terjepit?

Konferensi pers dengan tema “Ganyang Penjajahan Gaya Baru: tolak BOP!” di Jakarta (Foto istimewa)


JAKARTA, MENJUAL HARAPAN – Gelombang penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) kian memanas. Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat meluncurkan kritik tajam, menyebut keikutsertaan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah yang tidak hanya cacat legitimasi, tetapi juga mengkhianati amanat konstitusi UUD 1945.

Dalam sebuah konferensi pers bertajuk "Ganyang Penjajahan Gaya Baru: Tolak BOP!" di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (6/3), aktivis Wanda Hamidah menyatakan bahwa posisi Indonesia di forum tersebut sangatlah kontradiktif. Ia menyoroti ironi diplomatik di mana kepala negara duduk bersama pihak-pihak yang telah dilabeli sebagai pelaku kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Gugatan Terhadap Legitimasi BOP

Wanda secara spesifik mempertanyakan dasar hukum BOP yang dianggapnya sebagai lembaga "bentukan" Donald Trump di luar sistem resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BOP dinilai tidak memiliki aturan internasional yang jelas dan hanya menjadi instrumen kepentingan pihak tertentu untuk memojokkan wilayah Palestina.

Amanat Konstitusi. Keikutsertaan ini dipandang menabrak prinsip Pembukaan UUD 1945 yang tegas menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Wanda mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah politik luar negeri yang berdaulat, mencontohkan keberanian Presiden Soekarno yang berani mengambil jarak dari kekuatan kolonial.

Rp17 Triliun: Kemanusiaan yang Tercecer?

Selain isu kedaulatan, sorotan tajam juga tertuju pada komitmen dana sebesar Rp17 triliun dari rakyat Indonesia untuk forum tersebut. Angka fantastis ini dianggap melukai empati publik, mengingat banyaknya korban bencana alam di dalam negeri, seperti banjir bandang di Sumatra, yang masih belum mendapatkan bantuan pangan dan tempat tinggal yang layak.

Momentum "Pintu Keluar"

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Generasi Muda Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi, menilai eskalasi konflik di Timur Tengah—termasuk serangan terhadap Iran oleh pihak-pihak di balik BOP—seharusnya menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk segera hengkang.

"Ini adalah exit door yang tepat. Bagaimana mungkin mengklaim memimpin dewan perdamaian di saat yang sama mereka menciptakan perang?" tegas Nawawi.

Sebagai bentuk pengawalan isu ini, ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat dijadwalkan akan menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda Arjuna Widjaya pada Sabtu (7/3) dan Minggu (8/3) sore. Langkah ini diharapkan menjadi tekanan moral bagi pemerintah untuk mengevaluasi posisi Indonesia di kancah internasional agar tetap selaras dengan ruh perjuangan kemerdekaan. (*_267)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Play Off Leg ke-1 Liga Champions 2025-2026: Galatasaray Menekuk Juventus

  MENJUAL HARAPAN - Galatasaray versus Juventus pada play-off putaran pertama dari dua putaran berlangsung tereselenggara di Stadion Ali Sami Yen, Rabu dini hari WIB (18/2/2026). D uel Galatasaray versus Juventus terjadi drama tujuh gol, dimana Galatasaray unggul lebih dahulu pada menit ke-15 yang dicetak oleh Gabriel Sara. N amun, satu menit kemudian (16’), Juventus Teun Koopmeiners  berhasil menyamakan gol dengan membobol gawang kiper Galatasaray, sehingga kedudukan sama 1-1. S elanjutnya, tidak lama dari menyamakan gol, Juventus kembali menggetarkan gawang kiper Galatasaray pada menit ke-32 lewat tendangan Teun Koopmeiners . J uventus unggul lebih dahulu dengan skor gol 2-1 dari Galatasaray hingga pertandingan babak pertama jeda. U sai jeda, kedua tim kembali lanjutkan pertandingannya, Galatasaray yang sudah tertinggal, berusaha bangkit dengan langsung tancap gas di awal-awal babak kedua, dan jalannya babak kedua dua menit (49’) Galatasaray berhasil menyamakan gol menjadi ...

Betis Ditahan Rayo, Osasuna Kalahkan Madrid

MENJUAL HARAPAN -  Liga spanyol musim 2025-2026 memasuki pekan ke-25, dan pada pekan ke-25 ini Betis menjamu Rayo berlangsung digelar di Stadion La Cartuja, Sabtu (21/2/2026). Betis berhasil ciptakan gol pada menit ke-16 babak pertama oleh Cedric Bakambu, namun gol balasan terjadi dari Raya pada menit ke-42 yang dicetak oleh Isi Palazon. Kedudukan 1-1 hingg turun minum, dan berlanjut ke babak kedua kedua tim saling memberi tekanan ke pertahanan lawannya kendati tidak menghasilkan gol kembali hingga pertandingan berakhir. Hasil berbagi poin ini, Betis berada di urutan ke-5 dengan mengoleksi 42 poin, Rayo sendiri berada di urutan ke-14 dengan 24 poin klasemen LaLiga musim 2025-2026 pekan ke-25. Sementara pada pertandingan lainnya, Osasuna versus Madrid berlangsung digelar di Stadion El Sadar, Pamplona, Minggu dini hari WIB (22/2/2026). Osasuna berhasil kalahkan tim papan atas Madrid dengan skor gol 2-1. Gol pertama tuan rumah Osasuna dicetak oleh Ante Budmir menit ke-38 melalui tenda...

Atletico Madrid Petik Kemenangan Lawan Espanyol

  MENJUAL HARAPAN -  Pekan  ke-25 Liga Spanyol 2025-2026 Minggu dini hari WIB (22/2/2026) menyuguhkan pertandingan antara Atletico Madrid versus Espanyol. Duel kedua tim ini berlangsung digelar di Civitas metropolitano, Madrid, dimana pada pertandingan ini, tuan rumah Atletico Madrid pada menit ke-6 kebobolan lebih dulu gawangnya. Espanyol unggul sementara pada menit ke-6 melalui tendangan Jofre Carreras. Akan tetapi, tuan rumah Atletico Madrid berhasil membalasnya pada menit ke-21 lewat tendangan Alexander Sorloth, sehingga kedudukan sama menjadi 1-1. Kedudukan 1-1 ini tidak terjadi perubahan lagi hingga pertandingan jeda. Baca juga:  Betis Ditahan Rayo, Osasuna Kalahkan Madrid Usai istirahat, kedua kesebelasan kembali ke lapangan melanjutkan duel babak kedua. Duel di babak kedua ini, sengit dan menegangkan, saling menekan dan mengancam gawang kiper terjadi. Berkat serangan yang terurs dijalankan Atletico Madrid, membuhakan gol pada menit ke-49 lewat tendangan Giuli...