Langsung ke konten utama

Persis Solo Berhasil Memenangkan Pertandingan Lawan Semen Padang

 

MENJUAL HARAPAN - Persis Solo berhasil raih kemenangan lawan Semen Padang pada laga pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.

Duel Persis Solo versus Semen Padang berlangsung digelar di Stadion Manahan, Surakarta, Minggu (12/4/2026).

Babak pertama tampak pertandingan sejak awal menit masih tampak belum tinggi tensinya. Aksi-aksi serangan kedua tim masih berputar-putar antara pemain yang satu dengan pemain yang lainnya, belum memberikan ancaman yang berarti.

Pertengahan babak pertama, duel kedua tim mulai meningkat tensi tekanannya, utamanya dijalankan oleh tuan rumah Persis Solo. Dan serangan pemain Persis Solo pada menit ke-37 melalui tendangan Miroslav Maricic berhasil menggoyangkan jaring gawang kiper Semen Padang.

Baca juga: Persib Bandung Menang Tipis Lawan Bali United

Persis Solo sementara unggul 1-0 dari Semen Padang, dan kedudukan ini tidak terjadi perubahan lagi hingga jeda.

Memasuki babak kedua, kedua tim berusaha bangkit dengan ambisi memenangkan pertandingan pekan ini. Aksi demi aksi serangan dan tekanan yang diperagakan kedua tim terus mewarnai pertanidngan ini.

Semen Padang yang tertinggal, namun tak patah semangat terus melakukan aksi menyerang ke pertahanan Persis. Serangan dan tekanan para pemain Semen Padang ke pertahanan Persis akhirnya membuat pemain Persis blunder melakukan gol bunuh diri (GBD0 di menit ke-68.

Kedudukan menjadi sama 1-1 ini duel makin sengit dan tensi tekanan yang diperagakan kedua tim ke pertahanan lawan terus terjadi.   

Intensitas serangan pemain tuan rumah terus menekan pertahanan Semen padang, dan pada menit ke-78 Dejan Tumbas berhasil meneroboskan bola ke gawang kiper Persis. Persis kembai unggul 2-1 dari lawannya.

Waktu normal pertandingan terus berjalan dan makin tipis, kedudukan masih belum berubah lagi. Dan tekanan demi tekanan pemain kedua tim juga terus terjadi ke pertahanan lawannya. Namun waktu juga yang mengakhiri pertandingan ini, dan dimenangkan oleh Persis Solo dengan skor gol akhir 2-1 dari Semen Padang.

Hasil tiga poin ini, Persis Solo kini berada di urutan ke-15 dengan mengoleksi 24 poin klasemen BRI Super League pekan ke-27, sedangkan Semen Padang makin terperosok berada di zona degradasi dengan miliki 20 poin. (S_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...