Langsung ke konten utama

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!


Foto dok pbsi.id

MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional. Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri.

Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan.

Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional

Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut. Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memenuhi ekspektasi.

"Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan," ungkap Rionny jujur. "Karena itu, kami mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan di ganda campuran."

Dari kacamata taktis, Rionny menilai Dejan dan Apriyani akan menjadi kombinasi yang saling melengkapi:

Apriyani Rahayu: Diplot sebagai playmaker karena memiliki kemampuan membaca permainan yang apik, jangkauan lapangan luas, transisi bertahan-menyerang yang kuat, serta mentalitas juara di laga besar.

Dejan Ferdinansyah: Diandalkan sebagai motor serangan dari area belakang dengan modal kualitas smash yang sangat kuat dan kemampuan mengontrol ritme pertandingan.

Namun, duet ini tidak mendapatkan cek kosong. PBSI menegaskan bahwa kebersamaan Dejan/Apriyani akan langsung diuji dan dievaluasi secara objektif setelah mereka melakoni enam turnamen internasional.

Kejutan Terbesar: Ester Nurumi Tinggalkan Tunggal Putri demi Lanny

Jika kepindahan Apriyani sudah terendus sebelumnya, keputusan PBSI di sektor ganda putri menjadi kejutan yang sesungguhnya. Bintang muda tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo, diputuskan untuk beralih haluan ke sektor ganda putri. Ester langsung diproyeksikan untuk menjadi tandem baru bagi Lanny Tria Mayasari.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Karel Mainaky, menjelaskan bahwa langkah berani ini diambil setelah berdiskusi dengan tim pelatih tunggal putri. Tujuannya adalah melapis tiga ganda putri utama Indonesia yang saat ini sudah mulai konsisten mengukir prestasi.

"Kami harus menyiapkan pelapis yang memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional. Kami melihat potensi Ester akan lebih optimal jika diarahkan ke sektor ganda putri," tutur Karel.

Karel membedah bahwa anatomi permainan Ester sangat cocok dengan kebutuhan ganda putri modern yang menuntut fisik prima. Ester dibekali dengan power yang baik dari lini belakang, penempatan bola akurat, serta transisi yang cepat. Kelebihan fisik Ester ini diyakini akan klop dengan karakteristik Lanny.

"Lanny memiliki kemampuan sebagai playmaker di depan, mampu mengatur tempo dan membuka peluang serangan. Kami berharap perpaduan kekuatan Ester di belakang dengan kreativitas Lanny di depan dapat berkembang menjadi pasangan yang kompetitif," urai Karel.

Menanti Hasil Evaluasi Berdasarkan Parameter Objektif

Sama halnya dengan Dejan/Apriyani, durasi "trial" juga diberlakukan untuk duet Ester/Lanny. Bedanya, pasangan baru ganda putri ini akan dipantau secara ketat selama lima turnamen internasional.

Tim pelatih menegaskan bahwa penilaian tidak hanya melulu soal mengangkat trofi juara. PBSI akan menakar parameter yang lebih esensial untuk jangka panjang, mulai dari terbangunnya chemistry, pola komunikasi di dalam lapangan, adaptasi taktis, hingga konsistensi performa.

"Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan program dan arah pembinaan berikutnya," pungkas Rionny, yang disepakati oleh Karel bahwa fokus utama adalah melihat potensi mereka sebagai pasangan jangka panjang.

Langkah berani ini menjadi bukti bahwa PBSI kini lebih dinamis dan tidak ragu keluar dari zona nyaman demi menjaga marwah bulutangkis Indonesia di panggung dunia.

Sumber Berita Utama: pbsi.id PBSI Lakukan Penataan Ulang Skuad Ganda Campuran dan Ganda Putri" (diakses, 30/6/2026)


Baca juga:

Dobrakan Baru Pelatnas, Apriyani Rahayu Resmi Hijrah ke Ganda Campuran, Berduet dengan Dejan Ferdinansyah 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Komisi III DPR RI Sampaikan Laporan RUU Polri dalam Rapat Paripurna, Tekankan Reformasi Berkelanjutan

JAKARTA , MENJUAL HARAPAN – Komisi III DPR RI resmi menyampaikan laporan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026. Dalam laporan yang dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR RI, Dr. H. Habiburohman , S.H., M.H., ditegaskan bahwa RUU ini merupakan langkah lanjutan untuk menyempurnakan reformasi Polri agar lebih profesional, transparan, dan berintegritas. Proses Pembahasan yang Partisipatif Habiburohman memaparkan bahwa proses pembentukan RUU ini telah melalui mekanisme yang panjang dengan mengedepankan meaningful participation atau partisipasi publik yang bermakna. Komisi III tercatat telah melakukan 12 kali rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan melibatkan sedikitnya 15 pakar/guru besar, 6 kelompok masyarakat, dan 3 kelompok mahasiswa. Selain itu, Panitia Kerja (Panja) RUU Polri juga telah m...