Majalengka Dihantam Dua Bencana: 47 Hektare Lahan Terbakar dan 17 Kecamatan Terancam Krisis Air Bersih
| Ilustrasi kebakaran lahan (dok BNPB) |
Dari total kerusakan lingkungan tersebut, separuh di antaranya atau
sebesar 50 persen dipicu langsung oleh aktivitas pembakaran lahan oleh
masyarakat lokal.
Praktik pembukaan lahan pertanian dan perkebunan secara tradisional
tanpa pengawasan ketat menjadi faktor penyumbang utama armada api yang sulit
terkendali.
Ancaman Cuaca Ekstrem dan Kelalaian Manusia
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengungkapkan
bahwa maraknya kasus karhutla tahun ini dipengaruhi oleh akumulasi beberapa
faktor risiko, mulai dari fenomena alam hingga kebiasaan buruk warga.
"Selain pembakaran lahan tradisional, faktor cuaca ekstrem dan
fenomena El Nino menyumbang sekitar 30 persen penyebab karhutla pada tahun ini.
Suhu udara yang tinggi serta kelembapan yang amat rendah selama musim kemarau
panjang membuat vegetasi sangat mudah tersulut api," terang
Agus Tamim, Selasa (25/8/2026).
Agus memaparkan bahwa kelalaian kecil acap kali berujung pada bencana
besar. Sebesar 15 persen karhutla dipicu oleh perilaku tidak bertanggung jawab,
seperti membuang puntung rokok sembarangan di area rawan serta menyisakan api
unggun yang tidak dimatikan secara total seusai berkemah atau beraktivitas di
dalam hutan. Sisanya, sekitar 5 persen, merupakan dampak gesekan ranting kering
secara alamiah akibat kekeringan ekstrem.
Sebaran Wilayah Terparah
Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah terdampak paling luas berada di:
- Kecamatan Cigasong (Desa Baribis dan sekitarnya): Mencapai 17,96 hektare dari 12 kali kejadian kebakaran.
- Kecamatan Majalengka: Mencapai 10,03 hektare dari 18 kali kejadian kebakaran.
Krisis Air Bersih: 17 Kecamatan Masuk Zona
Merah
Ancaman bencana di Majalengka tidak berhenti
pada kobaran api. Dalam periode kemarau yang sama, BPBD mencatat peningkatan
eskalasi kerawanan krisis air bersih. Sejumlah desa yang tersebar di 17
kecamatan kini resmi ditetapkan dalam status zona merah kekeringan.
Guna mengantisipasi dampak sosial dan
kesehatan masyarakat, BPBD telah merampungkan pemetaan wilayah terdampak serta
menggalang konsolidasi sumber daya bantuan.
"Untuk hal ini kami telah melakukan
penandatanganan kerja sama bersama TNI, Polri, PDAM, PMI, serta kalangan
pengusaha untuk bersama-sama mengatasi kerawanan air bersih yang dialami
masyarakat," tegas Agus Tamim.
Sumber Berita: koran.pikiran-rakyat.com
“Karhutla
Majalengka Tembus 4729 Hektare, Separuh Dipicu Pembukaan Lahan” (diakses
dan direkonstruksi, 26/8/2026)
Baca juga:
Komentar