Pertemuan tersebut menjadi ruang diplomasi penting menjelang pemungutan suara kepemimpinan organisasi parlemen internasional terbesar di dunia itu. Selain membahas agenda kerja sama antarparlemen, kedua tokoh perempuan ini menyoroti perlunya memperluas partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan politik di tingkat nasional maupun global.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (8/10) di Arusha, Puan Maharani menegaskan bahwa perempuan yang menduduki posisi strategis di parlemen memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk membuka ruang kepemimpinan yang lebih besar bagi kaum perempuan. Menurutnya, keberadaan perempuan di pucuk lembaga legislatif harus menjadi energi bersama untuk memperkuat representasi politik perempuan di berbagai sektor dan tingkatan.
Isu tersebut menjadi relevan mengingat Sahiba Gafarova merupakan satu-satunya kandidat perempuan dalam kontestasi pemilihan Presiden IPU yang diikuti tiga kandidat. Selain Gafarova dari Azerbaijan, terdapat nama Milton Dick, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia, serta senator asal Cile Rojo Edwards Silva.
Bagi Indonesia, pertemuan ini tidak sekadar menjadi bagian dari diplomasi menjelang pemilihan Presiden IPU. Hubungan Jakarta dan Baku juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Puan Maharani mengapresiasi hubungan Indonesia dan Azerbaijan yang terus berkembang, termasuk kerja sama parlemen kedua negara yang telah berjalan sejak 2012 melalui kelompok kerja sama bilateral parlemen.
Kedua negara selama ini juga aktif berinteraksi dalam berbagai forum internasional, seperti Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC), Gerakan Non-Blok, hingga Majelis Parlemen Asia. Dalam konteks tersebut, Puan menilai kerja sama parlemen dapat diperluas ke berbagai bidang strategis, mulai dari penguatan kapasitas legislator perempuan hingga riset bersama mengenai isu energi dan perubahan iklim.
Lebih jauh, Ketua DPR RI itu juga mendorong penguatan dukungan bersama dalam berbagai forum internasional. Menurutnya, Indonesia dan Azerbaijan memiliki kesamaan pandangan dalam sejumlah isu global, termasuk dukungan terhadap perjuangan Palestina, reformasi tata kelola global, serta penguatan kerja sama negara-negara Selatan atau South-South Cooperation.
Dalam aspek hubungan bilateral, Indonesia berharap berbagai nota kesepahaman sektoral yang telah dibahas kedua negara dapat segera difinalisasi dan diimplementasikan. Bidang yang menjadi perhatian meliputi industri, kebudayaan, dan pengembangan energi terbarukan.
Di sela agenda IPU, Puan Maharani juga melakukan pertemuan dengan Presiden Senat Thailand, Mongkol Surasajja. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya memperkuat kerja sama parlemen Indonesia dan Thailand serta meningkatkan koordinasi di berbagai forum kawasan, khususnya dalam kerangka ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan forum-forum multilateral lainnya.
Puan menilai parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat sentralitas ASEAN, menjaga stabilitas kawasan, serta mendorong pembangunan yang inklusif. Menurutnya, kerja sama antarlembaga legislatif merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan ASEAN tetap relevan dan mampu menjawab tantangan regional maupun global.
Sementara itu, pemilihan Presiden IPU ke-32 yang berlangsung pada Jumat (9/10/2026) akhirnya menghasilkan kemenangan bagi Milton Dick dari Australia. Berdasarkan hasil pemungutan suara yang diumumkan di Arusha oleh Presiden IPU periode sebelumnya, Tulia Ackson, Milton memperoleh 182 suara atau sekitar 56 persen dari total suara yang masuk. Kandidat Azerbaijan, Sahiba Gafarova, meraih 124 suara atau 38 persen, sedangkan Rojo Edwards Silva memperoleh 21 suara atau sekitar 6 persen. Dengan hasil tersebut, Milton Dick resmi memimpin IPU untuk masa jabatan 2026–2029.
Meski tidak berhasil memenangkan kontestasi, pertemuan antara Puan Maharani dan Sahiba Gafarova menunjukkan bahwa diplomasi parlemen tetap berjalan melampaui proses pemilihan. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap representasi perempuan di ruang politik global, pembahasan mengenai penguatan kepemimpinan perempuan menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dari pertemuan kedua pemimpin parlemen tersebut. (***_267)
Sumber: dpr.go.id “Jelang Pemilihan Presiden IPU, Puan Bertemua Sahiba
Gafarova Bahas Pemberdayaan Perempuan dalam Politik” (diakses dan direkonstruksi, 10/10/2026)
Komentar