Langsung ke konten utama

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Dhinda Amartya Tampil Heroik, Singkirkan Unggulan Ketiga Lewat Drama Deuce

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Foto dok djarumbadminton.com)
MENJUAL HARAPAN — Kejutan manis kembali ditorehkan oleh tunggal putri Indonesia di ajang Polytron Kudus Indonesia Masters (IM) 2026. 

Bertanding di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (21/10), Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar usai menumbangkan pebulu tangkis unggulan ketiga asal Taiwan, Huang Ching Ping.

Lewat pertarungan berdarah-dingin dan penuh ketegangan selama 66 menit, Dhinda menang rubber game dramatis dengan skor 17-21, 21-15, 26-24.

Persiapan Matang dan Adaptasi Lapangan Jadi Kunci

Sebelum melangkah ke lapangan, pebulu tangkis peringkat ke-79 dunia ini mengaku telah mempelajari gaya permainan Huang melalui rekaman pertandingan sebelumnya. Ia menyadari bahwa sang lawan adalah pemain senior yang memiliki kualitas serangan mumpuni, khususnya smash keras yang mematikan.

Kendati demikian, kendala sempat dialami Dhinda pada gim pertama ketika ia harus bertanding di sisi lapangan yang kalah angin, sehingga kesulitan meredam smash lurus Huang. Namun, situasi berhasil dibalikkan pada gim kedua berkat instruksi jitu dari sang pelatih.

"Di gim kedua pelatih memberikan saran untuk tidak mendorong-dorong bola karena saya di posisi menang angin, usahakan untuk memegang depan. Lawan jadi banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu menguntungkan saya," jelas Dhinda melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Drama Deuce dan Mental Baja di Gim Penentuan

Ketegangan mencapai puncaknya pada gim penentuan. Kembali berada di sisi lapangan yang kalah angin, Dhinda sempat tertinggal 9-11 sebelum akhirnya bangkit di bawah tekanan. Ia bahkan berani mengambil keputusan taktis dengan menerapkan servis pendek yang sukses mengejutkan Huang.

"Lawan sempat unggul 11-9 dan pelatih memberikan instruksi untuk tidak memikirkan menang kalah, jangan menyerah karena lawan juga sama capeknya," ungkap Dhinda. Memasuki poin-poin krusial yang diwarnai deuce panjang, ia mengaku tampil tanpa beban. "Di poin kritis saya tidak terganggu dengan apapun, karena pikirannya sudah di lapangan," tambahnya.

Menatap Babak 16 Besar

Kemenangan heroik ini membawa Dhinda melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi wakil Taiwan lainnya, Liang Ting Yu. Menyadari calon lawannya memiliki karakter permainan yang agresif dan bertenaga, Dhinda berencana menggali informasi dari rekan-rekan sebutuhnya yang pernah menghadapi Liang.

Terkait target di ajang berlevel BWF Tour Super 100 ini, Dhinda secara terbuka membidik gelar juara. Kendati demikian, ia memilih fokus menjalani laga demi laga tanpa terbebani hasil akhir. (Sjs_267)

Sumber Berita: djarumbadminton.com “Polytron Kudus IM 2026 - Dhinda Tumbangkan Unggulan Ketiga” (diakses dan direkonstruksi, 22/10/2026)

Baca juga:

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Mutiara Ayu Tampil Gemilang, Singkirkan Unggulan Kelima Asal Jepang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...