Kejutan Richie Tumbangkan Ginting Lahirkan Asa Baru, Taufik/Ongky Mantap ke Perempat Final pada Polytron IM 2026

Richie Duta Richardo
(Djarum Badminton/Edward Luhukay)
MENJUAL HARAPAN — Babak 16 besar Polytron Kudus Indonesia Masters (IM) 2026 di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (22/10), menyajikan drama kontras dari kubu tuan rumah.
Di saat langkah pebulu tangkis senior Anthony Sinisuka Ginting harus terhenti secara mengejutkan, junior sekaligus rekan pelatnasnya, Richie Duta Richardo, justru tampil sebagai "tumpuan terakhir" tunggal putra Indonesia. Sementara itu, ganda putra Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio turut mempertegas dominasi Merah Putih dengan mengamankan tiket delapan besar.
Richie Tumbangkan Ginting, Jadi Benteng
Terakhir Tunggal Putra
Kejutan
terbesar datang dari nomor tunggal putra ketika pebulu tangkis muda Richie Duta
Richardo sukses menundukkan unggulan keenam sekaligus senior sarat pengalaman,
Anthony Sinisuka Ginting, lewat pertarungan straight game 21-19, 21-12 dalam durasi 50 menit.
Meski
sempat tertinggal di awal gim pertama akibat kalah start, Richie mampu
membalikkan keadaan selepas interval berkat penerapan strategi yang sabar dan
minimnya pola bermain terburu-buru. "Karena Anthony Sinisuka
Ginting senior saya yang sudah berpengalaman, saya kalah start di awal gim
tadi, tapi setelah interval gim pertama saya mendapatkan celah jadi bisa
membalikkan keadaan," jelas Richie melalui keterangan pers Humas dan
Media PP PBSI.
Kekalahan
ini memaksa Ginting harus angkat koper lebih awal dari Kudus. Menanggapi hasil tersebut, Ginting dengan besar hati
mengakui bahwa Richie tampil lebih konsisten dan minim melakukan kesalahan
sendiri. Evaluasi menyeluruh terkait
faktor non-teknis dan adaptasi feel di lapangan menjadi catatan penting bagi peraih
medali Olimpiade tersebut. "Menang kalah itu hal biasa,
dari apa yang sudah saya lalui pastinya akan terus evaluasi apa yang perlu
di-improve, karena saat di latihan dan di pertandingan itu berbeda,"
ujar Ginting.
Dengan
tersingkirnya Ginting, praktis Richie kini memikul beban sebagai satu-satunya
wakil tersisa di sektor tunggal putra.
Ujian berat berikutnya telah menanti Richie di babak perempat final, Jumat
(23/10), di mana ia akan ditantang pebulu tangkis senior unggulan kedua asal
Taiwan, Wang Tzu Wei.
Taufik/Ongky Lanjutkan Tren Positif
Dari
sektor ganda putra, pasangan Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio sukses
melanjutkan tren positif mereka usai mengandaskan perwakilan Singapura, Chong
Su Kang Gabriel/Kriston Jun Hao Choo, dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-12, 21-13.
Datang
dengan status juara Polytron Surabaya International Challenge 2026,
Taufik/Ongky langsung mengambil inisiatif menyerang sejak gim pertama. Ongky menekankan pentingnya menjaga fokus dan
komunikasi demi mempertahankan konsistensi performa di level BWF World Tour
Super 100 ini.
Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio (Foto dok djarumbadminton.com)
Langkah
Taufik/Ongky di babak perempat final dipastikan tidak akan mudah karena harus
melakoni "perang saudara" menghadapi rekan senegara, Yeremia Erich
Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo.
Berbekal kemenangan pada pertemuan terakhir, pasangan Taufik/Ongky bertekad
mempelajari rekaman laga sang lawan demi meredam ketenangan ganda senior
tersebut.
Sumber
Berita: djarumbadminton.com
Polytron
Kudus IM 2026 - Taufik/Ongky Terus Melaju
Polytron
Kudus IM 2026 - Richie Tumpuan Terakhir
Polytron
Kudus IM 2026 - Ginting Tersisih
Komentar