Langsung ke konten utama

Ganda Putra Indonesia di French Open 2026: Leo/Daniel Tandai Comeback Sempurna, Devin/Ali Kandas Usai Beri Perlawanan Sengit

Leo/Daniel (Foto dok pbsi.id)

MENJUAL HARAPAN — Perjuangan wakil ganda putra Indonesia di babak 32 besar French Open 2026 di Paris, Senin (20/10/2026), menghadirkan cerita manis sekaligus perjuangan heroik. 

Pasangan andalan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses menandai comeback mereka dengan kemenangan meyakinkan, sementara pasangan muda Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan harus mengakui keunggulan lawan setelah bertarung tight.

Leo/Daniel Tampil Apik Usai Pulih dari Cedera

Tampil di babak 32 besar nomor ganda putra (MD-R32), Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin langsung menggebrak dengan menundukkan pasangan asal Chinese Taipei, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-15.

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Leo/Daniel mengingat mereka sempat tertunda penampilannya setelah ajang Asian Games akibat cedera yang membekap Daniel di Denmark Open pekan sebelumnya.

"Alhamdulillah perasaannya pasti sangat senang, ini pertandingan yang saya tunggu juga setelah Asian Games. Sempat tertunda karena di Denmark Daniel cedera tapi hari ini bisa kembali," ungkap Leo Rolly Carnando seusai laga.

Kendati menang, Leo menyoroti tantangan teknis di lapangan, khususnya terkait penerapan aturan time clock yang membuat tempo pertandingan terasa terburu-buru. "Kami merasa terlalu terburu-buru karena time clock diberlakukan jadi semua seperti harus cepat. Kami belum nyaman dan mungkin kalau bisa tidak diberlakukan lagi," keluh Leo. Meski demikian, mereka tetap mematok target tinggi dengan mengutamakan kondisi fisik agar terhindar dari cedera susulan.

Sementara itu, Daniel Marthin mengakui bahwa komunikasi dan instruksi dari pelatih menjadi kunci penentu kemenangan mereka, terutama setelah interval gim kedua. "Setelah interval gim kedua, kami ada instruksi dari pelatih untuk bisa bermain lebih tenang dan lebih bisa mengatur pola permainan. Kami mencoba dan berhasil. Harusnya kami dari awal harus bisa lebih siap lagi," tutur Daniel. Mengenai kondisi fisiknya, Daniel mengonfirmasi bahwa bahunya masih terasa sedikit nyeri, namun sudah jauh berkurang dibandingkan pekan lalu.

Devin/Ali Berjuang Habis-Habisan, Tumbang Tipis di Tangan Wakil Korea

Di partai lain ganda putra, langkah wakil muda Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan harus terhenti di babak 32 besar. Mereka kalah dramatis dari pasangan kuat asal Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Lee Jongmin, lewat pertarungan ketat dua gim langsung dengan skor 19-21, 20-22.

Meskipun belum berhasil mengamankan kemenangan, perlawanan sengit yang diberikan Devin/Ali hingga deuce di gim kedua menunjukkan potensi besar ganda putra pelapis Indonesia untuk bersaing di level elite dunia. (***_267)

 Sumber Berita: pbsi.id “French Open 2026: Leo/Daniel Kembali dengan Apik” (diakses dan direkonstruksi, 21/10/2026)

Baca juga: Ganda Putri Indonesia Menggebrak Paris: Rachel/Febi Comeback Dramatis, Tiwi/Fadia Menangi "Perang Saudara" di French Open 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...