Langsung ke konten utama

Sengkarut Data Desil KIP Kuliah: DPR Warning Potensi Error 25% Berdampak Fatal bagi Warga Miskin

MENJUAL HARAPAN — Pimpinan dan Anggota Komisi X DPR RI melayangkan kritik tajam terkait akurasi data desil kesejahteraan yang digunakan pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial dan beasiswa pendidikan, khususnya program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. DPR memperingatkan bahwa tingginya angka potensi kesalahan (margin of error) data yang disinyalir mencapai 25 persen dapat mengancam dan merenggut hak-hak masyarakat berpenghasilan rendah.

Sorotan keras tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI yang berlangsung di Kantor Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Ancaman Salah Sasaran Bantuan Sosial hingga Beasiswa

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menegaskan bahwa indikator desil bukan sekadar angka statistik, melainkan pintu masuk utama bagi pemenuhan hak-hak dasar warga negara. Ketidakakuratan pendataan desil berdampak domino terhadap berbagai program prioritas nasional, mulai dari KIP Kuliah, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan/beras, hingga program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Jika angka kesalahan mencapai 25 persen, ini berbahaya karena berdampak pada penyaluran bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras, bahkan bantuan untuk rumah tidak layak huni," tegas Esti saat memimpin diskusi reses di Salatiga.

Esti menyinggung paradoks yang kerap terjadi di lapangan, di mana keluarga yang rumahnya baru saja mendapat bantuan perbaikan RTLH tiba-tiba mengalami kenaikan status desil kesejahteraan secara drastis. Padahal, kondisi ekonomi riil mereka belum tentu membaik dan masih sangat membutuhkan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta pendidikan anak-anak mereka.

Verifikasi Faktual: Jangan Terjebak Asumsi Visual dan Digital

Khusus pada sektor pendidikan tinggi, Esti mendesak agar skema penetapan penerima KIP Kuliah tidak hanya bertumpu pada pengelompokan desil secara kaku, tetapi wajib dibarengi dengan verifikasi lapangan secara langsung (factual verification).

Banyak calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terpaksa mengubur cita-cita kuliah sejak lulus sekolah menengah akibat keterbatasan ekonomi. Esti menggarisbawahi bahwa survei lapangan kerap terkecoh oleh kondisi fisik tempat tinggal—seperti rumah yang tampak layak namun ternyata merupakan kontrakan/sewaan—maupun ketidakakuratan data yang disampaikan responden.

"Kita berharap program KIP Kuliah, misalnya, tidak hanya mengandalkan desil, tetapi juga melakukan verifikasi langsung terhadap mahasiswa," ujar Esti. "Pembahasannya tidak boleh lagi semata-mata berfokus pada persoalan desil, tetapi harus mengutamakan ketepatan data dan pemenuhan hak rakyat. Mereka adalah keluarga tidak mampu, sementara fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara," lanjutnya menukil amanat konstitusi.

Uji Metodologi BPS: Desil vs Persentil

Senada dengan Esti, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong evaluasi menyeluruh terhadap instrumen dan metodologi pengukuran kesejahteraan yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS).

Fikri mempertanyakan efektivitas pembagian 10 kelompok kesejahteraan (desil) dibanding skala 100 kelompok (persentil). Pengelompokan desil dinilai terlalu kaku dan rentan memicu pergeseran kategori secara mendadak akibat perubahan kondisi minor, sementara persentil dianggap mampu menyajikan rincian dinamika ekonomi masyarakat secara lebih presisi.

Ia meminta BPS memaparkan transparansi dasar metodologi yang dipakai agar selaras dengan kebutuhan penyaluran bantuan di lapangan. Komisi X DPR RI juga secara khusus mencatat dan mengevaluasi pelaksanaan KIP Kuliah di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, demi memastikan bantuan tepat sasaran baik di kampus negeri maupun swasta. (S_267)

Sumber Berita: dpr.go.id “Komisi X DPR Soroti Ketepatan Data Desil dalam Penyaluran KIP Kuliah” (diakses dan direkonstruksi, 10/10/2026)


Baca juga:

DPR Desak LPSK Buka Akses SIMPUSAKA ke Sekolah dan Pesantren Guna Hadapi Lonjakan Kasus Kekerasan Seksual

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Drama 8 Gol di Giuseppe Meazza, Inter Milan Comeback dan Libas Udinese 5-3

MENJUAL HARAPAN — Pertandingan spektakuler diwarnai hujan delapan gol tersaji pada giornata ke-4 Serie A 2026/2027 saat Inter Milan menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Nerazzurri berhasil bangkit dan mengunci kemenangan dramatis 5-3. Laga dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Udinese tampil menggebrak sejak awal babak pertama dan membuat publik tuan rumah terhenyak lewat gol cepat James Abankwah pada menit ke-9. Tujuh menit berselang, giliran Jürgen Ekkelenkamp yang mengoyak jala Inter pada menit ke-16, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Udinese. Tersengat oleh dua gol kejutan tersebut, Inter Milan langsung merespons dengan menaikkan tempo permainan. Usaha keras anak-asuh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 lewat aksi Carlos Augusto yang memperkecil kedudukan. Gelombang serangan Inter berlanjut hingga Nicolò Barella sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-35. Keduduka...