Langsung ke konten utama

Kejuaraan Dunia BWF 2026 – Thalita Dapat Pengalaman Berharga dari An Se Young

MENJUAL HARAPAN — Langkah Thalita Ramadhani Wiryawan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 harus terhenti di babak 32 besar setelah ditundukkan unggulan pertama asal Korea, An Se Young, dengan skor 15-21, 11-21.

Meski kalah, Thalita mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari pertandingan tersebut.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Saya dapat pelajaran berharga setelah melawan An Se Young. Ke depannya saya harus belajar lebih save lagi dan lebih ulet lagi,” ungkap Thalita usai laga.

Ia menambahkan bahwa berbagi lapangan dengan pemain nomor satu dunia membuatnya tegang sekaligus bersemangat.

Thalita juga menekankan rasa syukur atas kesempatan tampil di ajang bergengsi ini.

“Bersyukur banget bisa main di Kejuaraan Dunia, banyak pelajaran yang saya dapatkan dari fisiknya dan tekniknya harus lebih matang lagi. Saya juga tidak menyangka tahun ini bisa ikut Uber Cup, BATC, BAC dan sekarang Kejuaraan Dunia. Pastinya saya bangga dengan diri saya, terima kasih untuk diri saya sendiri sudah berjuang sampai titik ini,” ujarnya penuh rasa bangga.

Dengan hasil ini, Thalita menutup kiprahnya di New Delhi dengan catatan penting: pengalaman menghadapi pemain kelas dunia yang akan menjadi modal berharga untuk perjalanan kariernya ke depan. (S_267)

 

Sumber: pbsi.id — “Kejuaraan Dunia BWF 2026: Thalita Dapat Pengalaman Terbaik Dari An Se Young” (diakses dan direkonstruksi, 20/8/2026)


Baca juga:

BWF 2026 - Ganda Campuran Indonesia Amri/Nita Jadi Satu-satunya Harapan Tersisa 

Rehan/Gloria Melenggang ke Babak Berikutnya Usai Singkarkan Ganda Campuran Malaysia 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Drama 8 Gol di Giuseppe Meazza, Inter Milan Comeback dan Libas Udinese 5-3

MENJUAL HARAPAN — Pertandingan spektakuler diwarnai hujan delapan gol tersaji pada giornata ke-4 Serie A 2026/2027 saat Inter Milan menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (15/9/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Nerazzurri berhasil bangkit dan mengunci kemenangan dramatis 5-3. Laga dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Udinese tampil menggebrak sejak awal babak pertama dan membuat publik tuan rumah terhenyak lewat gol cepat James Abankwah pada menit ke-9. Tujuh menit berselang, giliran Jürgen Ekkelenkamp yang mengoyak jala Inter pada menit ke-16, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Udinese. Tersengat oleh dua gol kejutan tersebut, Inter Milan langsung merespons dengan menaikkan tempo permainan. Usaha keras anak-asuh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 lewat aksi Carlos Augusto yang memperkecil kedudukan. Gelombang serangan Inter berlanjut hingga Nicolò Barella sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-35. Keduduka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...