Foto dok pbsi.id
Mereka memastikan langkah ke babak berikutnya setelah menundukkan wakil Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektas, dengan skor meyakinkan 21-14, 21-10.
Nita menegaskan bahwa kemenangan ini diraih lewat strategi taktis menghadapi pertahanan lawan yang solid.
“Defense mereka kuat, jadi kami harus beberapa kali menyerang untuk dapat poin. Di gim pertama kalah angin, jadi coba tahan dulu polanya. Di gim kedua lebih enak karena kami menang angin,” jelasnya sebagaimana dikutip pbsi.id (19/8/2026).
Amri menambahkan bahwa persiapan tiga hari sebelum laga cukup membantu menjaga fokus. “Ini Kejuaraan Dunia pertama kami, tidak semua orang bisa dapat kesempatan ini. Target kami jelas: semoga bisa bawa pulang medali,” ujarnya penuh optimisme.
Sementara itu, pasangan lain harus mengakhiri perjalanan lebih cepat:
- Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya takluk dari unggulan Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, 13-21, 16-21. Fokus yang goyah di poin-poin krusial menjadi catatan utama mereka.
- Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja harus menyerah dalam pertarungan ketat melawan unggulan Chinese Taipei, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, 21-9, 18-21, 19-21. Kurang tenang di akhir gim menjadi faktor penentu.
- Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri sempat mencuri gim pertama dari unggulan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, namun akhirnya kalah 21-19, 9-21, 10-21. Mereka mengakui kesulitan menghadapi perubahan pola permainan lawan.
Dengan hasil ini, Amri/Nita menjadi tumpuan terakhir sektor ganda campuran Indonesia di New Delhi. Harapan besar kini bertumpu pada pasangan muda tersebut untuk menjaga asa medali di ajang bergengsi dunia. (S_267)
Sumber Berita: pbsi.id — “Kejuaraan Dunia BWF 2026: Ganda Campuran Tersisa Amri/Nita” (diakses dan direkonstruksi, 20/8/2026)
Baca juga:
Komentar