Rehan/Gloria (Foto dok pbsi.id)
MENJUAL HARAPAN — Harapan wakil Indonesia untuk melangkah lebih jauh di ajang China Open 2026 kembali membentur tembok tebal. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, dua wakil Merah Putih di sektor ganda putra dan ganda campuran harus rela mengubur mimpi usai tak mampu keluar dari himpitan tekanan pasangan Eropa.
Ganda putra unggulan keenam, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja sama-sama tersingkir di babak 16 besar setelah kalah mendominasi dalam hal kontrol angin dan kedewasaan taktik.
Misteri Tembok Inggris yang Belum Terpecahkan
Kekalahan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani atas ganda Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, menegaskan tingginya tembok penghalang yang dibangun pasangan Britania tersebut. Menyerah dua gim langsung 18-21, 12-21, Sabar/Reza harus merelakan rekor head-to-head mereka kian melebar menjadi 0-5.
Di lapangan berangin, Lane/Vendy tampil jauh lebih dingin dan taktis. Keduanya berhasil menguasai area depan net, lebih cepat menurunkan bola, serta piawai mengendalikan laju shuttlecock baik saat posisi menang maupun kalah angin.
"Hari ini mereka jauh lebih safe mainnya, jauh lebih memegang kendali pertandingan. Mereka juga depannya lebih cepat menurunkan bola daripada kami. Dengan kondisi lapangan yang berangin, mereka bagus dalam mengontrol laju shuttlecock," ungkap Sabar Karyaman usai laga sebagaimana dikutip pbsi.id (23/7/2026).
"Sangat penasaran karena belum bisa menang dari mereka di lima pertemuan ini. Kami akan coba lagi ke depannya," tambahnya menaruh asa.
Reza Pahlevi pun mengakui bahwa gaya main Lane/Vendy terbilang unik dan berbeda dari ganda elit dunia lainnya, membuat pasangan Indonesia belum menemukan formula tepat untuk membongkar pertahanan mereka.
"Kami belum menemukan pola main yang cocok untuk melawan mereka. Mereka mainnya safe dan saya merasa berbeda dari pemain-pemain lainnya," ujar Reza.
Ganda Campuran Terjebak 'Grasa-Grusu' dan Ekspektasi Lapangan
Langkah pahit juga harus ditelan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Menghadapi pasangan unggulan ketiga asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, Rehan/Gloria tampil di bawah performa terbaiknya dan menyerah telak 8-21, 14-21.
Tampil percaya diri dengan rentetan performa positif belakangan ini, Christiansen/Bøje langsung mendikte laga sejak awal. Di sisi lain, Rehan/Gloria justru terjebak dalam permainan yang terburu-buru dan goyah secara konsentrasi.
Meski sempat mencoba bangkit di pertengahan gim kedua dengan memaksimalkan keunggulan variasi servis, momentum tersebut lenyap seketika akibat kesalahan-kesalahan mendasar.
"Lawan sedang dalam performa yang sangat baik akhir-akhir ini dan terasa sangat percaya diri dengan pola yang dimainkan. Sementara kami kurang tenang, grasa-grusu," aku Rehan Naufal.
"Pertengahan gim kedua kami coba ubah strategi lewat kelebihan servis, tapi setelah berhasil mendapat beberapa poin kembali kehilangan momentum karena bola enak malah mati sendiri dan bola tanggung malah out," terangnya.
Sementara itu, Gloria Emanuelle Widjaja menyoroti faktor non-teknis, terutama ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi angin yang melenceng dari kalkulasi awal mereka.
"Hari ini apa yang kami pikirkan dan ekspektasikan malah berbeda kenyataannya di lapangan, terutama mengenai kondisi angin. Faktor non-teknis ini yang harus segera diperbaiki untuk Taipei Open minggu depan," pungkas Gloria.
Catatan Evaluasi
Kekalahan dua wakil Indonesia di Changzhou ini menggarisbawahi pentingnya adaptabilitas kilat terhadap faktor lingkungan. Pada level kejuaraan kelas atas, bukan sekadar teknik smash keras atau kecepatan pukulan yang menentukan hasil akhir, melainkan ketenangan mengeksekusi bola-bola mati, pemahaman arah angin, serta kedisiplinan menahan diri agar tidak melakukan kesalahan sendiri saat berada dalam posisi tertekan.
Evaluasi komprehensif menjadi tugas krusial jajaran pelatih sebelum rombongan melangkah ke turnamen berikutnya di Taipei. (*S_267)
Sumber Berita: pbsi.id "China Open 2026: Sabar/Reza dan Rehan/Gloria Tidak Bisa Lepas Dari Tekanan" (diakses, 24/7/2026)
Baca juga:
Momentum Hilang di Changzhou: Ana/Trias Dikalahkan Juara Japan Open
China Open 2026: Fajar/Fikri Taklukkan Wakil Tuan Rumah Huang Di/Liu Yang
China Open 2026: Jonatan Melenggang ke Babak 16 Besar, Alwi Terhenti
Langkah Alwi Farhan Terhenti di Babak Awal China Open 2026 Usai Drama Rubber Game
China Open 2026: Kejutan Besar! Rachel/Febi Tumbangkan Unggulan Kedua Tuan Rumah di Changzhou
China Open 2026: Redam Kombinasi 'Duo Aaron' Malaysia, Sabar/Reza Melenggang ke 16 Besar
Komentar