Langsung ke konten utama

China Open 2026: Kejutan Besar! Rachel/Febi Tumbangkan Unggulan Kedua Tuan Rumah di Changzhou

 

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (Foto tangkapan layar dari djarumbadminton.com)

MENJUAL HARAPAN  — Kejutan besar mewarnai babak pertama kejuaraan bulu tangkis BWF World Tour Super 1000 China Open 2026. Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, tampil luar biasa dengan menyingkirkan pasangan unggulan kedua tuan rumah, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pada Rabu (22/7/2026).

Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rachel/Febi menunjukkan permainan disiplin dan taktis untuk mengunci kemenangan straight games 24-22, 21-17 dalam tempo 37 menit.

Kemenangan ini tak hanya membawa mereka melenggang ke babak 16 besar, tetapi juga memperbaiki rekor pertemuan menjadi 2-4 menghadapi pasangan papan atas Tiongkok tersebut.

Kunci Sukses: Inisiatif Serang dan Evaluasi Kekalahan

Tampil tanpa beban menghadapi ganda putri terbaik tuan rumah menjadi modal berharga bagi Rachel/Febi. Kunci utama keberhasilan mereka terletak pada evaluasi dari dua kekalahan berturut-turut pada pertemuan sebelumnya.

"Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini. Jadi, tadi dari awal coba langsung meningkatkan hawa mainnya dan fokus untuk menyerang duluan," ungkap Febi usai pertandingan sebagiamana dikutip djarumbadminton.com (22/7/2026).

Meski menang dua gim langsung, Febi tetap memberikan catatan kritis terhadap performanya agar bisa tampil lebih konsisten pada laga berikutnya.

"Untuk besok kami masih harus mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri," tambahnya.

Penguasaan Angin dan Target Lapis demi Lapis

Selain ketajaman serangan, kemampuan adaptasi cuaca dan kondisi teknis arena bertanding di Changzhou juga menjadi faktor pembeda. Rachel menjelaskan bahwa keberhasilan membaca dinamika arah angin di lapangan membantu mereka mengeksekusi strategi secara presisi.

"Puji Tuhan bisa berjalan dengan baik hari ini," kata Rachel. Ia menambahkan bahwa mereka telah memahami pola permainan yang harus diterapkan, baik saat berada di posisi kalah angin maupun menang angin.

Kemenangan ini sekaligus memenuhi instruksi dan target awal yang dipatok oleh pelatih ganda putri pelatnas, Karel Mainaky. Setelah melewati ujian berat di laga pembuka, Rachel/Febi enggan jemawa dan memilih fokus menatap laga demi laga.

"Target dari pelatih adalah meraih kemenangan di laga pembuka ini, dan puji Tuhan target tersebut dapat tercapai. Setelah ini baru fokus ke pertandingan-pertandingan selanjutnya, satu demi satu. Semoga kami bisa mendapat hasil terbaik," pungkas Rachel.

Pada babak 16 besar, Rachel/Febi dijadwalkan berhadapan dengan wakil Amerika Serikat, Lauren Lam/Allison Quynh Lee, untuk memperebutkan tiket ke perempat final. (*S-267)

 

Sumber Berita: djarumbadminton.com China Open 2026 - Rachel/Febi Bikin Kejutan" (diakses, 22/7/2026)


Baca juga:

Raymond/Joaquin Redam Wakil Taipei via Rubber Game, Tiwi/Fadia Terhenti Akibat Beban Non-Teknis di China Open 2026

China Open 2026: Redam Kombinasi 'Duo Aaron' Malaysia, Sabar/Reza Melenggang ke 16 Besar 

China Open 2026: Rehan/Gloria Lalui Laga Tiga Gim Ketat, Kunci Kemenangan Lewat Perubahan Strategi

China Open 2026: Putri KW Redam Perlawanan Tuan Rumah, Pasang Target Tembus Semifinal Super 1000 Pertama


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!

Foto dok pbsi.id MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional . Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri . Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan . Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut . Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memen...