Gempuran Anggaran Daerah: Hamka B. Kady Minta Pemerintah Main Serang Genjot TKD Demi Target 6 Persen
MENJUAL HARAPAN — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI,
Hamka B. Kady, mengambil inisiatif penyerangan dalam laga pembahasan RAPBN 2027. Ia mendesak pemerintah pusat untuk meningkatkan
alokasi Transfer ke Daerah (TKD) demi menjaga ritme pergerakan ekonomi di
tingkat daerah yang mulai kehabisan napas akibat penurunan kapasitas fiskal.
"Catatan kami untuk
mendorong Pemerintah Pusat, utamanya nanti di dalam penyusunan RAPBN 2027, kita
berharap ada tambahan-tambahan, ada peningkatan transfer ke daerah dibanding
dengan tahun yang lalu," ujar Hamka di sela-sela agenda Sidang Tahunan di
Senayan, Jakarta sebagaimana dikutip dpr.go.id
(15/8/2026).
Strategi Taktis Menjaga
Tempo Pertumbuhan
Politisi Fraksi Partai Golkar
ini menilai sinergi antara pusat dan daerah harus berada dalam satu komando
permainan yang presisi. Langkah menaikkan
amunisi TKD menjadi kunci utama agar target pertumbuhan ekonomi nasional
sebesar 5,8 hingga 6 persen pada tahun 2027 dapat dituntaskan hingga peluit
akhir.
Hamka juga menyoroti
kelemahan di lini pertahanan keuangan negara, yakni adanya ketidakseimbangan
antara inflow (pemasukan)
dan outflow (pengeluaran). Jika tidak diperbaiki dengan menggali potensi pajak
secara proaktif, proses pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJM) terancam terkena sanksi keterlambatan.
"Oleh karena itu, ke
depan ini kita harus bersinergi baik-baik mengenai seluruh program-program yang
masih bisa kita lanjutkan, yang mana bisa diefisienkan, yang mana yang untuk
sementara bisa ditunda dulu," terangnya.
Dua Instrumen Kunci di
Lapangan
Dalam membedah skema
pendanaan daerah, Hamka mengulas dua instrumen utama yang menjadi tumpuan di
papan strategi:
Dana Alokasi Umum (DAU): Selama ini kerap habis hanya untuk
bertahan dalam operasional rutin dan belanja gaji pegawai, sehingga daerah
kehilangan fleksibilitas untuk membangun.
Dana Alokasi Khusus (DAK)
& Dana Bagi Hasil (DBH):
Amunisi vital yang menjadi mesin penggerak pembangunan fisik, terutama bagi
daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim.
"Dari situlah Pemerintah
Daerah bisa bergerak untuk memperkuat fiskalnya. Karena ada daerah yang boleh
dikatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya rendah. Kalau PAD rendah mau
ngapain, gaji pun enggak selesai-selesai," tegas Hamka.
Dengan skema penyerangan
fiskal yang seimbang dan sinergi yang solid, Banggar optimistis target
kemenangan pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat diraih dengan tepat sasaran. (*S_267)
Sumber Berita: dpr.go.id
“Kejar
Target Pertumbuhan, Hamka B. Kady Dorong Pemerintah Pusat Tingkatkan Anggaran
TKD” (diakses, dan direkonstruksi, 16/8/2026)
Baca juga:
Komisi X Siapkan Strategi Taktis: Kesejahteraan Guru dan Dosen Harus Masuk Papan Skor RAPBN 2027
Komentar