Formasi Serang RAPBN 2027: Presiden Prabowo Turunkan 8 'Pemain Utama' Demi Kejar Target Pertumbuhan 6 Persen
MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi melepas
skema permainan fiskal terbaru dalam pidato kenegaraannya di Gedung Nusantara,
Jakarta. Lewat Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah menerapkan gaya
bertanding yang ekspansif, terarah, dan terukur demi mencetak poin pertumbuhan
ekonomi tinggi dan kesejahteraan kilat.
"Sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara harus bekerja sinergis dan makin solid. Transformasi ekonomi pada aktivitas ekonomi yang bernilai tambah tinggi harus terus diperkuat. Program-program unggulan harus berjalan efektif," tegas Presiden dalam laga pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026–2027.
Delapan Punggawa Prioritas di Lini Depan
Untuk memastikan kemenangan di papan skor makroekonomi, Presiden Prabowo memasang delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sebagai starter pack penyerangan:
- Kedaulatan & Kemandirian: Pangan, energi, serta air.
- Kesejahteraan Masyarakat: Pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi kerakyatan/desa.
- Pembangunan & Akselerasi: Hilirisasi/industrialisasi, infrastruktur/perumahan, serta penanggulangan kemiskinan.
Delapan sektor kunci ini didukung lapis kedua yang solid, mulai dari benteng pertahanan-keamanan, penegakan hukum tanpa pandang bulu, hingga percepatan digitalisasi dan diplomasi ekonomi.
Amunisi Rp4.097,2 Triliun dan Target Kemenangan
Guna menyokong strategi ofensif ini, pemerintah menerjunkan anggaran belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun, naik signifikan dibanding musim 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun. Targetnya tak main-main: pertumbuhan ekonomi dipatok menembus angka 6 persen dengan tingkat kemiskinan ditekan hingga 6,0–6,5 persen.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa akurasi umpan dan eksekusi strategi sangat bergantung pada basis data Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 agar amunisi anggaran tepat sasaran.
"Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan. Data dari sensus ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun kebijakan dan anggaran," pungkasnya. (*Sjs_267)
Sumber Berita: presidenri.go.id “Desain Arsitektur RAPBN 2027 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat” (diakses dan direkonstruksi, 16/8/2026)
Komentar