MENJUAL HARAPAN — Cremonese memastikan langkahnya ke putaran berikutnya Coppa Italia setelah menundukkan Sampdoria dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Druso, Selasa dini hari WIB, 18 Agustus 2026.
Cremonese yang ditangani Marco Giampaolo langsung memperlihatkan agresivitas sejak pertandingan dimulai. Tuan rumah tidak memberikan banyak ruang kepada Sampdoria dan terus melancarkan tekanan ke area pertahanan lawan.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. David Stuckler berhasil memanfaatkan peluang melalui sebuah tusukan dan tendangan yang membawa Cremonese unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Sampdoria berusaha segera memberikan respons. Intensitas serangan tim tamu meningkat dengan harapan menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Namun, lini pertahanan Cremonese tampil solid dan mampu meredam berbagai upaya Sampdoria.
Pertarungan berlangsung cukup terbuka. Kedua tim silih berganti mencoba menekan pertahanan lawan hingga 45 menit pertama berakhir. Namun, tidak ada gol tambahan dan Cremonese tetap memimpin 1-0 ketika memasuki ruang ganti.
Sampdoria Dominan Menguasai Bola, Kesulitan Menembus Pertahanan Cremonese
Memasuki babak kedua, Sampdoria mencoba mengambil kendali permainan. Tim tamu terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola dan berusaha membangun serangan secara lebih intensif.
Namun, dominasi penguasaan bola tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi gol. Pertahanan Cremonese tampil disiplin dan rapat sehingga para pemain Sampdoria kesulitan menemukan celah untuk membongkar lini belakang tuan rumah.
Cremonese memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka mempertahankan keunggulan dengan disiplin sekaligus sesekali melancarkan serangan balik ketika mendapatkan kesempatan.
Situasi tersebut membuat pertandingan memasuki fase yang menarik. Sampdoria lebih banyak memegang kendali bola, tetapi Cremonese justru mampu menjaga area pertahanannya dari ancaman serius.
Berti Menghukum Sampdoria pada Menit 90+3
Memasuki penghujung pertandingan, Cremonese mulai kembali meningkatkan intensitas serangannya. Tuan rumah tidak sekadar bertahan dan berusaha memanfaatkan sisa waktu untuk memberikan tekanan kepada Sampdoria.
Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Cremonese justru tampil semakin agresif. Tekanan massif akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90+3.
Tommaso Berti berhasil membobol gawang Sampdoria dan menggandakan keunggulan Cremonese menjadi 2-0.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Sampdoria. Setelah sepanjang babak kedua berusaha mengejar gol penyama kedudukan, mereka justru kebobolan pada menit-menit terakhir. Sebaliknya, Cremonese merayakan gol yang praktis memastikan kemenangan mereka.
Tidak lama kemudian, pertandingan berakhir. Cremonese pun mengamankan kemenangan 2-0 sekaligus memastikan tiket menuju putaran berikutnya Coppa Italia.
Ulasan Pertandingan
Kemenangan Cremonese memperlihatkan bagaimana pertahanan yang disiplin dan efektivitas dalam memanfaatkan momentum dapat menjadi penentu pertandingan.
Cremonese memulai laga dengan pendekatan agresif dan mendapatkan hasil melalui gol Stuckler pada menit ke-23. Setelah unggul, mereka mampu bertahan menghadapi tekanan Sampdoria.
Menariknya, pada babak kedua Sampdoria justru disebut lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun, keunggulan tersebut tidak menghasilkan gol karena rapatnya organisasi pertahanan Cremonese. Ini menjadi salah satu aspek penting dalam pertandingan: penguasaan bola tidak otomatis menghasilkan kemenangan apabila tidak diikuti efektivitas di sepertiga akhir lapangan.
Cremonese juga memperlihatkan kesabaran. Mereka tidak memaksakan serangan sepanjang pertandingan dan memilih menjaga keunggulan sembari menunggu peluang. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada injury time ketika Berti mencetak gol kedua.
Dari sisi momentum, gol Berti pada menit 90+3 menjadi titik balik sekaligus penutup pertandingan. Sampdoria yang masih memiliki harapan untuk mengejar ketertinggalan akhirnya harus menerima kenyataan bahwa peluang tersebut sirna hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.
Dengan demikian, Cremonese layak mendapatkan apresiasi atas kemampuannya menjaga keunggulan, bertahan di bawah tekanan, dan kemudian memberikan pukulan terakhir pada saat Sampdoria berada dalam situasi paling rentan. (*S_267)
Baca juga:
Sassuolo Tampil Dominan, Cesena Tak Berdaya dalam Kekalahan 0-3 di Coppa Italia
Putri Kusuma Wardani dan Alwi Farhan Siap Hadapi Laga Perdana di Kejuaraan Dunia 2026
BWF World Championships 2026: Indonesia Tambah Tiga Kekuatan Jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026
info lainnya disini
Komentar