Langsung ke konten utama

Ambisi Kim Sang Sik Bawa Vietnam Sejajar Elite ASEAN

MENJUAL HARAPAN — Pertarungan puncak Piala AFF 2026 tak sekadar menyajikan rivalitas klasik dua kekuatan utama Asia Tenggara antara Vietnam dan Thailand.

Bagi jurutaktik tim nasional Vietnam, Kim Sang Sik, duel dua leg di partai final ini menjadi gerbang emas untuk mengukir tinta emas sejarah baru dalam peta sepak bola ASEAN.

Misi Mematahkan Mitos Pertahanan Gelar Beruntun

Sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen antarnegara Asia Tenggara ini, Vietnam telah mengoleksi tiga trofi juara, yakni pada edisi 2008, 2018, dan 2024. Kendati demikian, skuat berjuluk The Golden Star Warriors tersebut belum pernah sekalipun mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun (back-to-back).

Kim Sang Sik kini memikul misi besar untuk mematahkan catatan statistik tersebut. Apabila mampu menundukkan perlawanan Thailand, Vietnam akan resmi menjadi tim ketiga dalam sejarah yang sanggup mempertahankan takhta juara berturut-turut, menyamai pencapaian legendaris Thailand dan Singapura.

"Ini adalah kesempatan bagi Vietnam untuk mengukir sejarah baru, dan kami tentu tidak ingin melewatkannya. Para pemain memiliki hasrat untuk menang yang lebih besar daripada saya. Oleh karena itu, saya yakin mereka akan tampil gemilang di laga tandang ini, dengan membawa kebanggaan Vietnam serta status sebagai juara bertahan," ujar Kim Sang Sik dikutip dari VNexpress.

Tantangan Mematahkan Domination Thailand dan Singapura

Sejauh ini, hanya Thailand dan Singapura yang memegang predikat tim elite pemilik gelar beruntun di Piala AFF. Thailand bahkan tercatat tiga kali mengukir rekor back-to-back, masing-masing pada edisi 2000-2002, 2014-2016, serta 2020-2022. Sementara itu, Singapura pernah mengukir tinta emas serupa pada edisi 2004 dan 2006.

Leg pertama laga pamungkas dimainkan di markas Thailand, Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu (22/8), sebelum berlanjut ke leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, pada Rabu (26/8).

Rekor Gelar Juara Beruntun (Back-to-Back) Piala AFF:

  • Thailand: 3 Kali (2000-2002, 2014-2016, 2020-2022)
  • Singapura: 1 Kali (2004-2006)
  • Vietnam: Mengejar rekor pertama pada edisi 2024–2026

(*Sjs_267)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengabdi di Cangkuang, Mahasiswa Universitas Nurtanio Akselerasi Program "Desa Cerdas dan Masyarakat Berdaya"

  Sekdes Cangkuang, dalam memberikan sambutan penerimaan KKNMT Universitas Unnur Bandung dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (kiri), Selasa, 28/7/2026 BANDUNG, MENJUAL HARAPAN  – Dalam upaya mereduksi kesenjangan teknologi serta mendorong kemandirian masyarakat perdesaan, mahasiswa Universitas Nurtanio (Unnur) menggelar program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) 2026 di Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Mengusung tema besar "Desa Cerdas, Masyarakat Berdaya: Digitalisasi, Literasi Menuju Desa Mandiri Berkelanjutan" , kehadiran puluhan mahasiswa berjaket almamater biru ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat dalam acara pembukaan dan sosialisasi program yang berlangsung di Aula Desa Cangkuang. Sinergi Mahasiswa KKNMT Universitas Nurtanio 2026 bersama Perangkat Desa dan Warga Cangkuang di Aula Desa Transformasi Digital hingga Pemberdayaan Ekonomi Program KKNMT kali ini berfokus pada penerjemahan konsep ...

Literasi Keuangan Haji: Membentengi Masyarakat dari Narasi Disinformasi

MENJUAL HARAPAN — Di tengah rentannya publik terhadap disinformasi seputar pengelolaan dana haji , edukasi mengenai tata kelola keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi kebutuhan yang mendesak. Komisi VIII DPR RI menekankan pentingnya pemahaman masyarakat secara utuh mengenai mekanisme kerja BPKH guna menjaga kepercayaan publik terhadap akuntabilitas lembaga tersebut . Pesan tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari, dalam gelaran Sarasehan Keuangan Haji di Pamekasan, Jawa Timur , Selasa (4/8/2026) . Sebagai lembaga penyeimbang dan mitra kerja BPKH, Komisi VIII mendorong sosialisasi intensif agar masyarakat memahami rantai transparansi pengelolaan dana, mulai dari instrumen investasi hingga sistem pelaporan terbuka yang dapat diakses publik . "Masyarakat perlu mengetahui tugas BPKH, bagaimana dana haji dikelola, sistem pelaporannya, hingga manfaat yang dihasilkan. Selain melalui sosialisasi langsung seperti ini, laporan BPKH juga sangat terbuk...

Estafet Kepemimpinan Bank Indonesia di Tengah Ujian Stabilitas Moneter

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris Transisi kepemimpinan di bank sentral merupakan isu stabilitas makroekonomi, sinyal pasar, dan independensi kelembagaan . MENJUAL HARAPAN – Dinamika penting mewarnai puncak otoritas moneter Indonesia. Pemerintah secara resmi menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), menyusul pengabdian selama kurun waktu hampir tujuh tahun dalam menjaga benteng kebijakan moneter nasional . Langkah krusial ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara , Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026) . Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri tersebut dan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Perry selama menahkodai bank sentral melalui berbagai krisis ekonomi global . Pemerintah kini tengah memproses...