Langsung ke konten utama

Argentina Amankan Kemenangan Meyakinkan atas Honduras dalam Laga Uji Coba

Timnas Argentina

MENJUAL HARAPAN – Tim nasional Argentina menutup rangkaian persiapan mereka dengan catatan positif setelah meraih kemenangan 2-0 atas Honduras dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung pada Minggu pagi, 7 Juni 2026.

Kemenangan juara bertahan ini diraih berkat kontribusi gol dari dua penyerang mereka. Argentina membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Lautaro Martínez pada menit ke-37 yang berhasil meruntuhkan disiplin pertahanan Honduras.

Memasuki babak kedua, La Albiceleste tidak mengendurkan serangan dan sukses menggandakan keunggulan melalui gol Giuliano Simeone pada menit ke-54.

Keunggulan dua gol tanpa balas ini bertahan hingga pertandingan berakhir, menegaskan dominasi Argentina dalam laga tersebut.

Hasil ini menjadi modal kepercayaan diri yang krusial bagi skuad asuhan pelatih Argentina sebelum mereka terjun ke medan laga yang sesungguhnya di Piala Dunia 2026.

Data Pertandingan

·         Hasil: Argentina 2-0 Honduras

·         Pencetak Gol:

·           Lautaro Martínez (37' penalti)

·           Giuliano Simeone (54')

(Sjs_267)

Baca juga:

Antara Kedisiplinan dan Strategi: Analisis Grup E dan Grup F 

Jonatan ke Laga Final Usai Taklukkan Tunggal Putra Thailand Panitchaphon Teeraratsakul 

Tunggal Putri Korea Selatan An Se Young ke Final Polytron Indonesia Open 2026 

Raymond/Joaquin Tembus Final Usai Kalahkan Sabar/Reza 

Brasil Atasi Perlawanan Sengit Mesir 

Tensi Tinggi di Lisbon, Portugal Atasi Perlawanan Cile dalam Duel Berdarah 

Dominasi Versus Keseimbangan: Bedah Kekuatan Grup C dan D 

Hungaria dan Finlandia, Bangkit dari Keterpurukan 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!

Foto dok pbsi.id MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional . Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri . Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan . Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut . Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memen...