Langsung ke konten utama

Brasil Atasi Perlawanan Sengit Mesir

Timnas Brasil vs Timnas Mesir (Foto hasil tangkapan layar dari sport.detik.com)

MENJUAL HARAPAN – Brasil berhasil memetik kemenangan tipis 2-1 atas Mesir dalam laga uji coba internasional menjelang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Ohio, Minggu pagi WIB (7/6/2026). Pertandingan ini diwarnai oleh serangkaian kesalahan fatal di lini pertahanan kedua tim yang berujung pada gol-gol pembuka.

Tim Samba memulai laga dengan impresif, membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan delapan menit melalui aksi Bruno Guimaraes. Gol ini tercipta setelah Guimaraes berhasil mencuri bola dari penguasaan Mohanad Lasheen di area pertahanan sendiri, sebelum akhirnya menaklukkan kiper Oufa Shobeir dengan tendangan terukur ke tiang jauh.

Keunggulan Brasil tidak bertahan lama. Tiga menit kemudian, giliran lini belakang Brasil yang melakukan kesalahan. Umpan balik (backpass) ceroboh dari Marquinhos kepada Alisson berhasil diintersep oleh Mostafa Ziko, yang kemudian dengan tenang melesakkan tembakan mendatar untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Usai jeda, memasuki babak kedua, intensitas permainan Brasil meningkat melalui skema pressing ketat yang menyulitkan pertahanan Mesir. Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-52; Raphinha yang berhasil menguasai bola di area lawan mengirimkan umpan matang ke muka gawang yang diselesaikan dengan dingin oleh Endrick melalui tendangan kaki kiri.

Gol Endrick menjadi penentu kemenangan Brasil hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini menjadi pengingat bagi kedua tim akan krusialnya fokus di lini belakang menjelang bergulirnya turnamen utama pekan depan.

Data Pertandingan

·         Hasil: Brasil 2-1 Mesir

·         Stadion: Ohio

·         Pencetak Gol:

·      Brasil: Bruno Guimaraes (8'), Endrick (52')

·      Mesir: Mostafa Ziko (11')

(S_267)

Baca juga:

Tensi Tinggi di Lisbon, Portugal Atasi Perlawanan Cile dalam Duel Berdarah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!

Foto dok pbsi.id MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional . Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri . Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan . Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut . Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memen...