Langsung ke konten utama

Kane Jadi Pembeda, Inggris Amankan Kemenangan Tipis atas Selandia Baru

Timnas Inggris (Foto IG @england)

MENJUAL HARAPAN – Inggris menunjukkan kematangan performa dalam laga uji coba internasional menjelang Piala Dunia 2026. The Three Lions sukses menundukkan Selandia Baru dengan skor tipis 1-0 di Raymond James Stadium, Florida, Minggu (7/6/2026) dini hari WIB.

Harry Kane, yang dipercaya tampil sejak menit awal, membuktikan kapasitasnya sebagai predator utama di lini depan. Meski sempat dibuat frustrasi oleh pertahanan rapat Selandia Baru, dominasi Inggris akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum turun minum.

Sebuah pergerakan eksplosif dari Djed Spence di sisi kiri lapangan diselesaikan dengan sempurna melalui sundulan terukur Kane yang mengoyak jala gawang lawan.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, menerapkan strategi rotasi yang radikal di babak kedua dengan melakukan pergantian sebelas pemain sekaligus. Langkah ini memberikan kesempatan bagi wajah-wajah baru untuk unjuk gigi.

Inggris nyaris menggandakan keunggulan melalui sundulan Dan Burn yang memanfaatkan situasi sepak pojok, namun bola masih membentur mistar gawang.

Drama sempat terjadi di kotak penalti ketika Ivan Toney terjatuh, memicu tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Namun, wasit memutuskan tidak ada penalti setelah Toney dinyatakan terperangkap offside lebih dulu.

Kemenangan ini menjadi modal positif bagi skuad asuhan Tuchel sebelum melakoni partai uji coba pamungkas melawan Kosta Rika pada Kamis (11/6/2026) mendatang.

Data Pertandingan

·         Hasil: Inggris 1-0 Selandia Baru

·         Stadion: Raymond James Stadium, Tampa

·         Pencetak Gol: Harry Kane

Susunan Pemain:

Inggris: Pickford, Stones, Guehi, Quansah, Spence, J. Henderson, Mainoo, Rogers, Rashford, Watkins, Kane.

Selandia Baru: Crocombe, Cacace, Boxall, Surman, Payne, Stamenic, Singh, Bell, Garbett, Wood, Just.

(Sjs_267)

Baca juga:

Piala Dunia 2026: Menelusuri Peta Kekuatan Awal, Dinamika Grup A dan Grup B 

Rachel/Febi Amankan Tiket Semifinal, Pastikan Duel Sesama Wakil Indonesia di Polytron Indonesia Open 2026 

Catatan Sejarah "Ikkyu": Panitchaphon Teeraratsakul Tembus Semifinal Super 1000 Pertama di Jakarta  

Pesta Gol Meksiko Warnai Persiapan Jelang Piala Dunia 2026 

Hungaria dan Finlandia, Bangkit dari Keterpurukan 

Putri KW Sukses Revans Atas Michelle Li, Amankan Tiket Perempat Final 

Ganda Putra Indonesia Berjaya: Raymond/Joaquin Beri Kejutan, Sabar/Reza Melaju ke Perempat Final 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!

Foto dok pbsi.id MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional . Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri . Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan . Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut . Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memen...