Langsung ke konten utama

Pesta Gol Meksiko Warnai Persiapan Jelang Piala Dunia 2026

Meksiko bantai Serbia 5-1 (Foto: FIFA)

MENJUAL HARAPAN – Tim nasional Meksiko menunjukkan sinyal bahaya bagi para pesaingnya di Piala Dunia 2026. 

Dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Nemesio Diez, Toluca, Jumat (5/6/2026), skuad asuhan Javier Aguirre sukses melibas Serbia dengan skor telak 5-1.

Jalannya Pertandingan

Meski berakhir dengan kemenangan besar, Meksiko sempat dikejutkan oleh permainan agresif Serbia di awal laga. Tim tamu yang juga merupakan kontestan Piala Dunia 2026 tersebut berhasil mencuri keunggulan lebih dulu melalui gol Petar Stanic pada menit ke-19.

Tertinggal satu gol justru memantik semangat juang El Tri. Meksiko mulai mendominasi permainan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-34 lewat aksi Johan Vasquez yang memanfaatkan umpan dari Brian Gutierrez.

Menjelang babak pertama usai, tekanan tanpa henti yang dilancarkan Meksiko membuahkan hasil. Pada menit ke-45+3, Meksiko berbalik unggul setelah pemain Serbia, Stefan Bukinac, melakukan gol bunuh diri akibat kesalahan saat melakukan back pass kepada kipernya.

Memasuki babak kedua, Meksiko semakin tak terbendung. Raul Jimenez memperlebar keunggulan pada menit ke-57, disusul oleh gol bunuh diri kedua dari kubu Serbia melalui Adem Avdić pada menit ke-72.

Pesta gol Meksiko akhirnya ditutup dengan sempurna oleh Luis Gerardo Chávez tepat di menit ke-90, memastikan kemenangan dominan 5-1.

Persiapan Menuju Laga Pembuka

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Meksiko yang akan segera melakoni laga pembuka Piala Dunia 2026. Berikut adalah jadwal pertandingan fase grup Meksiko:

1. Meksiko vs Afrika Selatan: Jumat, 12 Juni 2026, pukul 02.00 WIB di Stadion Azteca, Mexico City.

2. Meksiko vs Korea Selatan: Jumat, 19 Juni 2026, pukul 08.00 WIB di Stadion Akron, Zapopan.

3. Meksiko vs Ceko: Kamis, 25 Juni 2026, pukul 08.00 WIB di Stadion Azteca, Mexico City.

Susunan Pemain

Meksiko (Pelatih: Javier Aguirre): Raul Rangel (GK), Jorge Sanchez, Cesar Montes (C), Johan Vasquez, Jesus Gallardo, Erik Lira, Brian Gutierrez, Roberto Alvarado, Alvaro Fidalgo, Julian Quinones, Raul Jimenez.

Serbia (Pelatih: Veljko Paunovic): Filip Stankovic (GK), Vukasin Durdevic, Strahinja Erakovic, Nikola Simic, Stefan Bukinac, Aleksandar Stankovic, Vanja Dragojevic, Lazar Randelovic, Petar Stanic, Vladimir Lucic, Nikola Stulic.

(*sjs_267)

Baca juga:

Hungaria dan Finlandia, Bangkit dari Keterpurukan 

Putri KW Sukses Revans Atas Michelle Li, Amankan Tiket Perempat Final 

Ganda Putra Indonesia Berjaya: Raymond/Joaquin Beri Kejutan, Sabar/Reza Melaju ke Perempat Final  

Jafar/Felisha Tumbang di Babak Kedua Indonesia Open 2026, Akui Banyak Kesalahan Sendiri 

Duel Senior-Junior yang Menguras Tenaga Antara Jojo Vs Alwi 

Polytron Indonesia Open 2026: Dukungan Penonton Jadi Energi Fadia/Tiwi 

Fadia/Tiwi Kembali Buktikan Kualitas Tumbangkan Lee So Hee/Baek Ha Na 

Devin/Faathir Kalah Lawan Zhi-We Hei/Huang Jui-Hsuan di Polytron Indonesia Open 2026



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...