Langsung ke konten utama

Fadia/Tiwi Kembali Buktikan Kualitas Tumbangkan Lee So Hee/Baek Ha Na

Ganda putri Indonesia, Fadia/Tiwi (Foto hasil tangkapan layar dari pbsi.id)

MENJUAL HARAPAN – Pasangan ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, kembali mencuri perhatian publik bulutangkis dunia setelah menumbangkan unggulan Korea Selatan, Lee So Hee/Baek Ha Na, di babak pertama Polytron Indonesia Open 2026.

Pertarungan sengit di Istora Senayan pada Rabu (3/6/2026) berakhir dengan skor 21-13, 17-21, 21-14, menandai kemenangan kedua Fadia/Tiwi atas pasangan peringkat tiga dunia tersebut.

Sebelumnya, mereka juga menundukkan Lee/Baek di ajang Badminton Asia Championships 2026 dengan skor 21-17, 21-16.

Strategi dan Mentalitas

Meski sempat tertinggal 4-9 di game penentuan, Fadia/Tiwi menunjukkan ketenangan luar biasa. Dengan arahan pelatih Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 9-9, lalu melesat unggul hingga 16-10.

Fadia menegaskan bahwa kunci kemenangan mereka adalah komunikasi dan rasa saling percaya.

“Pertandingan ini pastinya tidak mudah… kunci kemenangan kami adalah komunikasi dan saling percaya,” tegas Fadia

Tiwi menambahkan, fokus pada setiap poin menjadi faktor penting untuk membalikkan keadaan:

“Walaupun tadi di game ketiga kami sudah ketinggalan, tapi kami tidak menyerah. Kami cari cara bagaimana untuk mengambil kembali poin dan fokus untuk poin berikut-berikutnya,” ungkap Tiwi menekankan.

Dukungan Penonton

Atmosfer Istora Senayan kembali menjadi energi tambahan. Sorakan penonton yang tak henti-hentinya membuat Fadia/Tiwi semakin bersemangat.

“Penonton sangat luar biasa… itu modal juga buat kami untuk tetap semangat terus,” ujar Fadia.

Ambisi Menuju Level Elit

Kemenangan ini bukan hanya soal lolos ke babak kedua, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi Fadia/Tiwi yang kini berada di peringkat 29 dunia.

Mereka menargetkan segera masuk jajaran elit ganda putri dunia, bersaing dengan nama-nama besar seperti Liu Sheng Shu/Tan Ning dan pasangan papan atas lainnya.

Di babak kedua, Fadia/Tiwi akan berhadapan dengan pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, dalam pertemuan perdana mereka di panggung internasional. (*sjs_267)


Baca juga:

Devin/Faathir Kalah Lawan Zhi-We Hei/Huang Jui-Hsuan di Polytron Indonesia Open 2026 

Jafar/Felisha Bangkit, Pulangkan Wakil Korea 

Rehan/Gloria Belum Maksimal, Momentum Hilang di Saat Genting

Polytron Indonesia Open 2026: Raymond/Joaquin Bangkit, Balas Kekalahan 

Polytron Indonesia Open 2026: Sabar/Reza Melaju ke Babak 16 Besar 

Dominasi Berlanjut Ana/Trias Jinakkan Wakil India Demi Tiket Babak Kedua Istora 

Terburu-buru dan Faktor Angin, Leo/Daniel Tersingkir Prematur

Alarm Sektor Tunggal Putra: Alwi Farhan Tantang Jonatan Christie di Tengah Badai Kelelahan Istora 

Misi Balas Dendam Putri KW di Istora: Siap Redam Michelle Li Usai Jinakkan Wakil Taiwan 

Polytron Indonesia Open 2026: Menguji Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis dan Modernisasi Sportainment Nasiona 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...