Langsung ke konten utama

Tensi Tinggi di Lisbon, Portugal Atasi Perlawanan Cile dalam Duel Berdarah

Portugal vs Chile (foto hasil tangkapan layar dari mediaindonesia.com)

MENJUAL HARAPAN – Portugal mengawali fase persiapan akhir menuju Piala Dunia 2026 dengan catatan positif usai menaklukkan Cile 2-1 di Estadio Nacional do Jamor, Minggu (7/6/2026).

Pertandingan uji coba ini berlangsung dengan tensi sangat panas, memaksa wasit mengeluarkan kartu merah bagi kedua tim sebelum babak pertama usai.

Dominasi Portugal sudah terlihat sejak menit awal pertandingan. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan terus menekan, namun sempat kesulitan menembus pertahanan Cile yang dikoordinasi kiper Lawrence Vigouroux.

Puncak ketegangan terjadi tepat sebelum turun minum saat Rafael Leao terlibat perselisihan fisik dengan bek Cile, Ivan Roman. Insiden tersebut berujung pada pengusiran kedua pemain dari lapangan oleh pengadil pertandingan.

Memasuki babak kedua, peracik taktik Portugal, Roberto Martinez, melakukan rotasi yang terbukti jitu dalam memecah kebuntuan. Dua pemain pengganti menjadi aktor utama gol pembuka; umpan terobosan Ruben Neves diselesaikan dengan dingin oleh Goncalo Guedes untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Keunggulan Portugal bertambah saat laga menyisakan 15 menit melalui sepakan terukur Bruno Fernandes, yang sekaligus mencatatkan gol internasional ke-29 baginya. Meski Cile sempat membalas melalui gol Lucas Cepeda di masa injury time, Portugal berhasil mengunci kemenangan 2-1 hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Portugal dalam delapan laga kandang terakhir, sekaligus menjadi modal kepercayaan diri penting bagi pasukan Roberto Martinez.

Setelah ini, Portugal dijadwalkan melakoni laga uji coba terakhir kontra Nigeria sebelum bertolak ke Houston untuk menghadapi Republik Demokratik Kongo di laga pembuka.

Data Pertandingan

·         Hasil: Portugal 2-1 Cile

·         Stadion: Estadio Nacional do Jamor, Lisbon

·         Pencetak Gol:

·         Portugal: Goncalo Guedes, Bruno Fernandes

·         Cile: Lucas Cepeda

·         Kartu Merah: Rafael Leao (Portugal), Ivan Roman (Cile)

(Sjs_267)

Baca juga:



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Eksklusif: Restrukturisasi Besar-Besaran Cipayung, PBSI Bongkar Pasang Ganda Campuran dan Ganda Putri, Ester Nurumi Hijrah Sektor!

Foto dok pbsi.id MENJUAL HARAPAN – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak daya saing tim nasional di panggung internasional . Lewat evaluasi menyeluruh pasca-turnamen, otoritas tertinggi bulutangkis Indonesia ini melakukan penataan ulang besar-besaran yang melibatkan lintas sektor, mulai dari ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putri . Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad, mempercepat proses regenerasi, dan memaksimalkan potensi para atlet elite yang dinilai stagnan . Proyek Dejan/Apriyani: Berdurasi Enam Turnamen Internasional Melanjutkan kabar kepindahan Apriyani Rahayu ke sektor ganda campuran untuk berduet dengan Dejan Ferdinansyah, PBSI kini mengungkap alasan teknis di balik keputusan tersebut . Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, secara blak-blakan mengakui bahwa performa Apriyani di sektor asalnya saat berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari belum memen...