| Tunggal putri Korea Selatan, An-Se-Young (Foto hasil tangkapan layar dari djarumbadminton.com) |
MENJUAL HARAPAN
– Drama luar biasa tersaji di semifinal tunggal putri Polytron Indonesia Open
2026. An Se Young, tunggal putri nomor
satu dunia asal Korea Selatan, memperlihatkan mental juara saat membalikkan
keadaan dari posisi tertinggal jauh melawan rival lamanya, Chen Yu Fei (China).
Dalam
pertarungan sengit selama 78 menit di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu
(6/6/2026), An akhirnya menang 21-17, 19-21, 23-21.
Pada
gim penentuan, An sempat tertinggal 7-17 dan peluangnya nyaris tertutup. Akan tetapi,
ia menunjukkan ketangguhan mental dengan perlahan memangkas jarak hingga
akhirnya membalikkan keadaan.
“Saya
hanya beruntung hari ini,” ucap peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu dengan
rendah hati, menegaskan bahwa kemenangan tidak pernah datang dengan mudah.
Chen
Yu Fei, juara Olimpiade Tokyo 2020, meninggalkan lapangan dengan rasa kecewa, namun
tetap memberikan senyum penghormatan.
“Dia
sangat sabar, sementara saya melakukan kesalahan. Saya ingin menang, tetapi
saya tidak fokus pada detailnya,” ungkap Chen.
Ia
menambahkan bahwa strategi yang disiapkan tidak berjalan sesuai rencana, meski
merasa mampu memberi perlawanan lebih baik dibanding pertemuan pekan
sebelumnya.
Meski
gagal ke final, Chen tetap menilai performanya meningkat. Dalam empat pekan
terakhir ia tampil di empat turnamen berbeda, namun kondisi fisiknya tetap
terjaga. “Saya merasa performa saya terus membaik dan minggu ini saya berhasil
menemukan ritme permainan yang tepat di lapangan,” katanya.
Kemenangan
dramatis ini membawa An Se Young ke partai puncak turnamen BWF World Tour Super 1000, sekaligus mempertegas reputasinya sebagai pemain dengan daya
juang luar biasa. (S_267)
Raymond/Joaquin Tembus Final Usai Kalahkan Sabar/Reza
Brasil Atasi Perlawanan Sengit Mesir
Tensi Tinggi di Lisbon, Portugal Atasi Perlawanan Cile dalam Duel Berdarah
Kane Jadi Pembeda, Inggris Amankan Kemenangan Tipis atas Selandia Baru
Piala Dunia 2026: Menelusuri Peta Kekuatan Awal, Dinamika Grup A dan Grup B
Catatan Sejarah "Ikkyu": Panitchaphon Teeraratsakul Tembus Semifinal Super 1000 Pertama di Jakarta
Pesta Gol Meksiko Warnai Persiapan Jelang Piala Dunia 2026
Hungaria dan Finlandia, Bangkit dari Keterpurukan
Putri KW Sukses Revans Atas Michelle Li, Amankan Tiket Perempat Final
Komentar