Langsung ke konten utama

Bilbao Raih Tiga Poin Kalahkan Osasuna, Mallorca Berbagi Poin Vs Valencia


MENJUAL HARAPAN - Dua tim papan tengah Bilbao berhadapan dengan Osasuna di pekan ke-32 Liga Spanyol yang berlangsung digelar di Stadon San mames, Bilao, Rabu dini hari WIB (22/4/2026), berhasil raih tiga poin penuh. Sedangankan dua tim lagi Mallorca versus Valencia berlangsng tanding di Iberostar Stadium, Rabu dini hari WIB (22/4/2026) berakhir dengan skor gol 1-1.

Sejak kickoff babak pertama, Bilbao sebagai tuan rumah berhadapan dengan Osasuna, secara umum tertinggal dalam penguasaan permainan oleh Osasuna. Akan tetapi, keberhasilan mencetak gol pada menit ke-16 lewat tendangan Gorka Guruzeta berhasil menyelamatkan pertandingan ini dengan raih skor gol 1-0.

Gol tunggal Bilbao yang dicetak di babak pertama itu, terus bertahan hingga pertanidngan berakhir. Namun, kemenangan tuan rumah tampak tercacati oleh pemainnya pada detik-detik akhir pertandingan terkenah kartu merah.

Hasil tiga poin pekan ke-32 ini, Bilbao berada di posisi ke-9 dengan mengoleksi 41 poin, sedangkan Osasuna berada di urutan ke-10 dengan mengoleksi 39 poin klasemen La Liga 2025-2026 pekan ini.

Sementara pada pertandingan lainnya, Mallorca versus Valencia begitu sengit dengan aksi-aksi saling jual beli serangan ke pertahanan lawannya.

Tuan rumah Mallorca terus menggencet ruang-ruang pertahanan Valencia dengan aksi-aksi serangannya, sehingga pada menit ke-49 baru berhasil membobol gawang kiper Valencia.

Gawang kiper Valencia dibobol pemain Mallorca, yaituSamu Costa. Kebobolan gawangnya, Valencia meningkatkan volume tekanannya ke pertahanan Mallorca.

Tekanan serangan para pemain Valencia ke pertahanan Mallorca membuat kewalahan menghadangnya, sehingga duel memasuki menit ke-67, gawang kiper tuan rumah bobol lewat tendangan Umar Sadiq.

Kedudukan menjadi sama 1-1, kedua tim tak hentinya memberikan preseur ke pertahanan lawannya. Akan tetapi, pertandingan memasuki detik-detik berakhir, kedudkan gol masih sama, dan tiba waktu pertandingan tuntas.

Hasil berbagi poin ini, Mallorca berada di urutan ke-14 dengan 35 poin pada klasemen La Liga pekan ke-32, sementara Valencia berada di urutan ke-13 dengan 36 poin. (S_267)

Baca juga:

La Liga Pekan ke-32: Girona Vs Real Betis Berskor Gol 2-3

Akhirnya Persib Mampu Menyamakan Gol di Markas Dewa United

Semen Padang Makin Terperosok di Area Zona Degradasi Usai Kalah dari Persijap




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...