Langsung ke konten utama

La Liga Pekan ke-32: Girona Vs Real Betis Berskor Gol 2-3

MENJUAL HARAPAN - Girona secara umum mendominasi penguasaan permainan pada laga La Liga atau Liga Spanyol 2025-2026 saat lawan Real Betis yang terselenggara langsung digelar di Montilivi, Rabu dini hari WIB (22/4/2026).

Perebutan tiga poin di pekan ke-32 Girona versus Besit sungguh menarik, dimana tuan rumah langsung tancap gas menyerang dan menekan, sehingga pada menit ke-7, Viktor Tsyahankov berhasil membobol gawang kiper Real Betis.

Duel dua tim papan tengah-Girona versus papan atas Real Betis ini, dan Betis kecolongan pada menit ke-7 gawangnya, berusaha menekan arena pertahanan tuan rumah.

Tekanan dan serangan para pemain Real Betis, tampak merepotkan hadangan pemain Girona, dan Betis berhasil menyamakan kedudukan gol menjadi 1-1 lewat tendangan Marc Roca pada menit ke-23.

Pertengahan babak pertama ini makin sengit permainan usai kedudukan sama. Silih berganti tertekan dan terancam pertahanannya masing-masing. Dan babak pertama berakhir dengan kedudukan sama 1-1.

Usai jeda, memasuki babak kedua, tuan rumah masih memegang kendali permainannya dengan penguasaan bola. Akan tetapi, Betis tidak terjebak pada irama permainan Girona, dan melakukan manuver-manuver aksi penyerangan dengan begitu masif, sehingga babak kedua berjalan delapan belas menit (63’), Abde Ezzalzouli membobol gawang kiper Girona.

Tertinggal tuan rumah 1-2 dari Betis, merancang bangun serangannya dengan permainan umpan-umpan cepat hingga berhasil mengancam pertahanan Betis, bahkan terjadi kemelut di tengah kotak penalti yang berakibat pemain Betis melakukan pelanggaran, sehingga terkena hukuman penalti.

Hadiah penalti diraih Girona di menit ke-68, dan pengeksekusi dipercaykan pada Azzedine Ounahi, dan berhasil mengecoh penjaga gawang Betis.

Berhasil menyamakan kedudukan gol tuan rumah Girona menjadi 2-2 dengan Betis ini, animo para pemainnya meningkat untuk merebut tiga poin krusial. Namun, usaha penyerangannya acapkali terhadang para pemain Betis, dan gagal mencetak gol.

Waktu normal pertandingan terus berjalan dan tekanan demi tekanan penyerangan silih berganti dilakukan kedua tim ini. Betis dengan taktis terus meningkatkan akselerasi menyerang dan menekan pertahanan tuan rumah, sehingga sepuluh menit menjelang akhir atau menit ke-80, Rodingo Riquelme membobol gawang kiper Girona.

Real Betis unggul 3-2 dari tuan rumah Girona. Girona yang kembali tertinggal berusaha membalasnya di sisa-sisa waktu normal pertandingan, akan tetapi usaha penyerangan tuan rumah tidak berhasil, dan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Girona kehilangan poin, dan Real Betis raih tiga poin.

Real Betis kokoh di papan atas urutan ke-5 dengan mengoleksi 49 poin pada klasemen sementara La Liga 2025-2026 pekan ke-32. Sementara Girona kini berada di urutan ke-11 dengan mengoleksi 38 poin. (S_267) 

Baca juga: 

Akhirnya Persib Mampu Menyamakan Gol di Markas Dewa United

Semen Padang Makin Terperosok di Area Zona Degradasi Usai Kalah dari Persijap



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selat Hormuz: Lautan Berubah Menjadi Tol Termahal di Dunia

  Selat Hormuz (foto hasil tangkapan layar dari https://www.kompas.com) MENJUAL HARAPAN - Ketegangan di Timur Tengah, utamanya akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara berdaulat Iran, tidak menyelesaikan persoalan, justru membawa rantai panjang bagi kepentingan dunia. Selat Hormuz , kini bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan "gerbang mahal" yang menentukan hidup-mati ekonomi global. D inamika kawasan ini selama dekade terakhir, eskalasi nya bukan lagi sekadar gertakan politik, melainkan pergeseran geopolitik yang memaksa dunia bertekuk lutut pada aturan baru Tehran.  Dan Selat Hormuz, kini merupakan selat paling krusial di dunia. Ketika Keamanan Menjelma Menjadi Komoditas Mahal Tak terbayangkan, sebuah kemacetan raksasa di tengah laut, dimana hampir 2.000 kapal tangker raksasa terombang-ambing tanpa kepastian.   Di sebelah utara, berdiri tebing-tebing kokoh Iran, sementara di selatan membentang pesisir Oman dan Uni Emirat Arab. Di celah sempit i...

Finlandia, Negeri Bahagia yang Tak Pernah Lelah Tersenyum

  MENJUAL HARAPAN  - Helsinki kembali tersenyum. Dalam World Happiness Report 2026 , Finlandia untuk kesembilan kalinya berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sebuah capaian yang membuat negeri Nordik ini seolah menjadi “langganan” podium kebahagiaan global. Kebahagiaan Bukan Sekadar Angka Laporan yang diterbitkan oleh Gallup, Universitas Oxford, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB ini menilai kebahagiaan warga di 140 negara. Skala 0–10 digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, lalu dipadukan dengan indikator seperti PDB per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan memilih, kemurahan hati, hingga tingkat korupsi. Finlandia membuktikan bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal kekayaan. Presiden Alexander Stubb menegaskan, “Tidak ada ramuan ajaib. Akan sangat membantu jika masyarakat berjuang menuju kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.” Rahasia Nordik: Kepercayaan dan Kesederhanaan Negara-negara Nordik memang mendominasi daftar t...

Italia Kalah Dramatis Lawan Bosnia-Herzegovina, dan Kembali Absen di Piala Dunia

Bosnia-Herzegovina Vs Italia (foto hasil tangkapan layar dari bola.net) MENJUAL HARAPAN - Italia harus menelan pil pahit di Zenica. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bagaimana mimpi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 runtuh di ujung jalan. Sejak menit awal, Italia tampil percaya diri. Gol yang mereka cetak lebih dulu seakan membuka jalan menuju Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menulis drama. Bosnia-Herzegovina, didukung sorakan penuh semangat dari publik tuan rumah, tak pernah menyerah. Menit ke-79 menjadi titik balik: sebuah gol balasan yang membuat atmosfer stadion bergemuruh, sekaligus mengirim Italia ke jurang kecemasan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, tensi semakin meninggi, tetapi skor tetap tak bergeser dari 1-1. Maka, adu penalti pun menjadi panggung terakhir. Di sinilah tragedi itu benar-benar terjadi. Bosnia mengeksekusi dengan dingin, sementara Italia justru goyah. Hasil akhir 4-1 di babak tos-tosan memas...