| Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu (foto dok djarumbadminton.com) |
MENJUAL HARAPAN — Tuan rumah Indonesia meloloskan delapan wakilnya ke babak perempat final ajang BWF Tour Super 100 Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (4/9), skuad Merah Putih berjuang mengamankan posisi di empat besar.
Satu tiket semifinal sudah dipastikan menjadi milik Indonesia lewat derbi sesama ganda campuran yang mempertemukan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dengan Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana. Duel ini menjadi pertemuan kedua mereka dalam dua pekan terakhir, setelah Dejan/Apri sebelumnya unggul di babak 16 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026 lalu menyabet gelar juara di ajang tersebut.
Sektor ganda campuran menjadi tumpuan utama tuan rumah dengan menempatkan dua wakil lainnya yang sama-sama berduel melawan wakil Taiwan, yakni Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti.
Sisa Amunisi Tuan Rumah di Berbagai Sektor
Empat wakil Indonesia lainnya tersebar di tiga sektor berbeda:
Tunggal Putra: Richie Duta Richardo dan Dendi Triansyah.
Ganda Putra: Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo.
Ganda Putri: Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Sayangnya, sektor tunggal putri tuan rumah dipastikan hampa wakil di perempat final setelah Chiara Marvella Handoyo dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi terhenti di babak 16 besar.
Kematangan Senior dan Wadah Evaluasi Pemain Muda
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak IM 2026, Yuni Kartika, menilai absennya wakil di tunggal putri serta peta persaingan yang terbuka adalah hal wajar mengingat banyaknya pemain muda yang diturunkan.
"Banyak pemain muda yang tampil di sini. Jadi kalau ditanya kemungkinan menang atau kalah, 50-50. Tapi kita berharap tetap ada wakil di final. Kita bergantung pada Dejan/Apri yang cukup senior, serta Bagas/Indah yang walau baru di ganda campuran, senioritas mereka diharapkan bisa membawa hingga partai puncak," ujar Yuni di GOR Terpadu Ahmad Yani, Kamis (3/9).
Lebih jauh, Yuni menekankan pentingnya ajang Super 100 pertama di tahun 2026 ini sebagai panggung jam terbang dan tolok ukur bagi para atlet muda nasional.
"Level Super 100 ini digelar di sini supaya mereka melihat sejauh mana perkembangan dan perbedaan mereka dengan pemain luar negeri tanpa terkendala biaya perjalanan atau pemeringkatan. Ini memberi dampak besar dari sisi penyelenggaraan, prestasi, dan evaluasi bagi para pelatih," pungkas Yuni. (Sjs_267)
Sumber Berita: djarumbadminton.com “Polytron Pontianak IM 2026 - Delapan Wakil Tuan Rumah Kejar Empat Besar” (diakses dan direkonstruksi, 4/9/2026)
Baca juga:
Dominasi Mutlak China di Pontianak: Kunci Tiga Tiket Semifinal Lebih Awal
Ancaman Nyata dari Taiwan: Dobrak Dominasi China dan Indonesia di Pontianak
Komentar