Langsung ke konten utama

Langkah Terhenti di Perempat Final, Lanny/Ester Soroti Konsistensi dan Pembelajaran Positif

 

Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo (foto dok pbsi.id)
MENJUAL HARAPAN — Perjalanan pasangan ganda putri racikan baru Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo, harus terhenti di babak perempat final turnamen POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026.

Bertanding di GOR Pangsuma, Pontianak, Lanny/Ester harus mengakui keunggulan ganda putri asal Thailand, Ornnicha Jongsathapornparn/Sabrina Sophita Wedler, dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.

Kekalahan ini menghentikan laju impresif tuan rumah di sektor ganda putri, sekaligus menjadi bahan evaluasi berharga bagi kedua pemain yang masih dalam tahap pemantapan pola permainan.

Jalannya Pertandingan: Kesulitan Keluar dari Tekanan Lawan

Sejak awal gim pertama, Lanny/Ester tampak kesulitan untuk langsung menemukan ritme permainan terbaik mereka.

Pasangan Thailand tampil solid dengan pertahanan yang alot dan serangan konsisten yang membuat wakil Indonesia terus berada dalam posisi tertekan. Lanny/Ester yang berupaya mengejar ketertinggalan justru kerap terburu-buru hingga melakukan kesalahan sendiri, menyerahkan gim pertama dengan skor 15-21.

Memasuki gim kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Pasangan Thailand secara taktis memanfaatkan kelemahan pertahanan tuan rumah dengan terus mengarahkan tekanan ke area tertentu.

Kesulitan dalam mengembangkan variasi serangan dan menjaga konsistensi membuat Lanny/Ester tidak mampu keluar dari tekanan sepanjang laga, hingga menyerah 13-21 di gim kedua.

Evaluasi Pemain: Catatan Konsistensi dan Proses Adaptasi

Usai pertandingan, Lanny Tria Mayasari mengakui ketangguhan lawan serta menyoroti perlunya peningkatan pada aspek ketenangan dan fokus di lapangan.

"Hari ini mereka lebih kuat, lebih alot. Sementara kaminya tidak sabar dan banyak mati sendiri," ungkap Lanny. "Tidak seperti kemarin di mana kami bisa langsung in dari awal, tadi masih cari-cari pola yang tepat dan akhirnya terus tertekan dan tidak bisa lepas sepanjang pertandingan. Fokus dan konsisten masih jadi hal yang harus ditingkatkan dari kami. Kami juga merasa masih ada pola yang bikin kami kagok, itu harus diperbaiki."

Sementara itu, Ester Nurumi Tri Wardoyo, yang tengah menjalani transisi dari sektor tunggal ke ganda, menjadikan kekalahan ini sebagai pengalaman berharga untuk proses adaptasinya.

"Lawan banyak mengincar saya, tapi saya banyak melakukan kesalahan sendiri dari tekanan yang mereka lakukan itu," ujar Ester. "Banyak yang harus saya perbaiki dan tingkatkan karena baru pindah dari tunggal ke ganda, dan di sini jadi pengalaman yang sangat baik. Kak Lanny juga sangat support, jadi saya harus lebih siap lagi ke depannya." (S_267)

Sumber Berita: PBSI.ID “POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026: Lanny/Ester Akui Keunggulan Ganda Thailand” (diakses dan direkonstruksi, 5/9/2026)

Baca juga:

Kejutan di Pontianak: Yeremia/Patra Tumbangkan Unggulan Pertama untuk Segel Tiket Semifinal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua

Presiden Prabowo Subianto resmi menangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris MENJUAL HARAPAN — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia . Pelantikan 26 anggota Wantimpres itu menandai terbentuknya susunan baru lembaga yang memiliki posisi sebagai bagian dari mekanisme pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. 26 Nama dalam Susunan Wantimpres Berdasarka...

Polytron Surabaya International Challenge 2026: Kejutan Salsabila Tumbangkan Unggulan Utama, Wakil Indonesia Melenggang dari Babak 32 Besar

  Salsabila Amiradana (Foto dok pbsi.id) MENJUAL HARAPAN — Kejutan besar mewarnai gelaran Polytron Surabaya International Challenge 2026 di babak 32 besar (R32) yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) . Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Salsabila Amiradana, sukses mencuri perhatian usai menumbangkan unggulan pertama asal Thailand, Passa-Orn Phannachet, dua gim langsung . Kemenangan mengejutkan Salsabila ini melengkapi raihan positif sejumlah wakil Merah Putih lainnya yang juga berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya . Kejutan Manis Salsabila Amiradana Tampil tanpa beban, Salsabila tampil memukau saat menghadapi unggulan teratas Passa-Orn Phannachet . Ia menyegel kemenangan 21-14, 21-18 dalam laga yang berlangsung disiplin . "Alhamdulillah hari ini bisa bermain sesuai rencana dan dijauhkan dari cedera. Di gim pertama saya langsung masuk mainnya dan lawan pun kurang panas," ungkap Salsabila usai laga . Kunci keberhasilannya mengunci gim kedua—meski sempat tertingga...

Anomali Tata Kelola dan Paradoks Kebijakan: Menagih Kehadiran Negara dalam Dialektika Hukum, Agraria, dan Pendidikan

Ringkasan Esai 1.       Pendahuluan: Membingkai perdebatan hukum, agraria, dan pendidikan dalam kerangka sosiologi politik dan tata kelola pemerintahan ( good governance ). 2.       Bedah Isu 1 (RUU Perampasan Aset): Mengkritik penyelewengan barang rampasan oleh oknum aparat dan menagih transparansi digital. 3.       Bedah Isu 2 (Uji Materiil KUHAP 2025): Menganalisis potensi hegemoni Polri atas PPNS serta risiko diskresi penggeledahan tanpa izin ( due process of law ). 4.       Bedah Isu 3 (Reforma Agraria): Menganalisis efektivitas kelembagaan LPRA langsung di bawah Presiden dalam meredistribusi tanah dan menyelesaikan konflik. 5.       Bedah Isu 4 (Dekolonisasi RUU Sisdiknas): Mengulas pemikiran Bonnie Triyana mengenai pentingnya menghapus bias kolonial terhadap penganut kepercayaan. 6.       Bedah Isu 5 (KIP Kuliah & Pagu Angg...