| Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo (foto dok pbsi.id) |
Bertanding di GOR Pangsuma, Pontianak, Lanny/Ester harus mengakui keunggulan ganda putri asal Thailand, Ornnicha Jongsathapornparn/Sabrina Sophita Wedler, dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Kekalahan ini menghentikan laju impresif tuan rumah di sektor ganda putri, sekaligus menjadi bahan evaluasi berharga bagi kedua pemain yang masih dalam tahap pemantapan pola permainan.
Jalannya Pertandingan: Kesulitan Keluar dari Tekanan Lawan
Sejak awal gim pertama, Lanny/Ester tampak kesulitan untuk langsung menemukan ritme permainan terbaik mereka.
Pasangan Thailand tampil solid dengan pertahanan yang alot dan serangan konsisten yang membuat wakil Indonesia terus berada dalam posisi tertekan. Lanny/Ester yang berupaya mengejar ketertinggalan justru kerap terburu-buru hingga melakukan kesalahan sendiri, menyerahkan gim pertama dengan skor 15-21.
Memasuki gim kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Pasangan Thailand secara taktis memanfaatkan kelemahan pertahanan tuan rumah dengan terus mengarahkan tekanan ke area tertentu.
Kesulitan dalam mengembangkan variasi serangan dan menjaga konsistensi membuat Lanny/Ester tidak mampu keluar dari tekanan sepanjang laga, hingga menyerah 13-21 di gim kedua.
Evaluasi Pemain: Catatan Konsistensi dan Proses Adaptasi
Usai pertandingan, Lanny Tria Mayasari mengakui ketangguhan lawan serta menyoroti perlunya peningkatan pada aspek ketenangan dan fokus di lapangan.
"Hari ini mereka lebih kuat, lebih alot. Sementara kaminya tidak sabar dan banyak mati sendiri," ungkap Lanny. "Tidak seperti kemarin di mana kami bisa langsung in dari awal, tadi masih cari-cari pola yang tepat dan akhirnya terus tertekan dan tidak bisa lepas sepanjang pertandingan. Fokus dan konsisten masih jadi hal yang harus ditingkatkan dari kami. Kami juga merasa masih ada pola yang bikin kami kagok, itu harus diperbaiki."
Sementara itu, Ester Nurumi Tri Wardoyo, yang tengah menjalani transisi dari sektor tunggal ke ganda, menjadikan kekalahan ini sebagai pengalaman berharga untuk proses adaptasinya.
"Lawan banyak mengincar saya, tapi saya banyak melakukan kesalahan sendiri dari tekanan yang mereka lakukan itu," ujar Ester. "Banyak yang harus saya perbaiki dan tingkatkan karena baru pindah dari tunggal ke ganda, dan di sini jadi pengalaman yang sangat baik. Kak Lanny juga sangat support, jadi saya harus lebih siap lagi ke depannya." (S_267)
Sumber Berita: PBSI.ID “POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026: Lanny/Ester Akui Keunggulan Ganda Thailand” (diakses dan direkonstruksi, 5/9/2026)
Baca juga:
Kejutan di Pontianak: Yeremia/Patra Tumbangkan Unggulan Pertama untuk Segel Tiket Semifinal
Komentar