| Yeremia Erich Yoche yacob Rambitan/patra Harapan Rindorindo (Foto dok pbsi.id) |
Bertanding di GOR Pangsuma, Pontianak,
Yeremia/Patra sukses menyudahi perlawanan unggulan teratas tersebut dua gim
langsung dengan skor 21-12 dan 21-19.
Hasil ini mengantarkan mereka melangkah ke babak semifinal turnamen berlevel
BWF Tour Super 100 ini.
Dominasi
Awal dan Keunggulan Komunikasi
Yeremia/Patra tampil melesat sejak awal
laga pada gim pertama. Memanfaatkan
kondisi pergerakan shuttlecock
yang terbilang cepat, pasangan Merah-Putih langsung menerapkan strategi menekan
secara masif. Lawan yang tampak belum siap
mengantisipasi gempuran awal tersebut tak mampu berkembang, sehingga gim
pertama ditutup dengan kemenangan meyakinkan 21-12 untuk Yeremia/Patra.
Memasuki gim kedua, pertarungan berjalan
jauh lebih sengit. Pasangan Hong Kong
mulai menemukan bentuk permainan dan balik melancarkan tekanan. Perolehan angka terus berlangsung ketat hingga
poin-poin kritis. Namun, kematangan
komunikasi serta fokus yang terjaga di lapangan menjadi kunci keberhasilan
Yeremia/Patra untuk meredam momentum lawan dan mengunci gim kedua dengan skor
tipis 21-19.
Ungkapan
Pemain: Sukacita Semifinal dan Kunci Kemenangan
Rasa syukur dan kegembiraan tak mampu
disembunyikan oleh Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan usai mengamankan tempat
di empat besar.
"Di gim pertama kami menang mudah
karena bisa langsung menekan, mereka juga seperti belum siap, belum
panas," ungkap Yeremia. "Di
gim kedua mereka sudah lebih siap, mereka bisa mengantisipasi serangan-serangan
kami dan coba menekan kami duluan jadi poinnya mepet sampai akhir. Happy banget bisa ke
semifinal di Super 100. Tetap pasti recovery kami harus bagus untuk persiapan ke
semifinal besok."
Sementara itu, Patra Harapan Rindorindo
menekankan pentingnya respons cepat terhadap kondisi lapangan serta komunikasi
antar-pemain di momen krusial.
"Di poin-poin mepet gim kedua,
kuncinya di komunikasi kami. Tadi kami terus diskusi, terus mengingatkan
bagaimana pola yang akan dimainkan," jelas Patra.
Lanjutnya, hari ini tidak tahu kenapa,
sepertinya shuttlecock
lebih kencang. Jadi kami harus menekan dari awal. (S_267)
Sumber Berita: PBSI.ID ” POLYTRON
Pontianak Indonesia Masters 2026: Yeremia/Patra Taklukkan Unggulan Pertama”
(diakses dan diolah kembali, 5/9/2026)
Baca juga:
Komentar