An Se Young (foto dok djarumbadminton.com)
Bertanding pada partai puncak China Masters 2026 di Shenzhen Arena, Shenzhen, China, Minggu (6/9/2026), pebulu tangkis berusia 24 tahun itu sukses membungkam wakil Jepang, Tomoka Miyazaki, dua gim langsung 21-17, 21-6.
Kemenangan ini tak sekadar menambah koleksi gelar individu ketujuh bagi An Se Young sepanjang musim kompetisi 2026, tetapi juga mengukir sejarah manis. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2025 dan juara dunia bertahan tersebut resmi menjadi tunggal putri pertama yang mencatatkan hat-trick alias menjuarai China Masters selama tiga tahun berturut-turut.
Hasil ini sekaligus mempertegas dominasi mutlaknya atas Miyazaki dengan rekor pertemuan sempurna 8-0.
"Saya sangat bangga pada diri sendiri. Saya sangat puas dengan hasilnya dan merasa sangat bahagia," tutur An usai laga, sebagaimana dikutip djarumbadminton.com (7/9/2026).
Perjalanan Sempurna Tanpa Kehilangan Satu Gim
Statistik yang dicatatkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memperlihatkan betapa mengerikannya dominasi An Se Young sepanjang pekan di Shenzhen. Ia bertengger di podium tertinggi tanpa kehilangan satu gim pun.
Bahkan, tak ada satu pun lawan yang sanggup mengumpulkan total lebih dari 28 poin dalam satu pertandingan utuh saat berhadapan dengannya.
Kendati demikian, laga final sempat menyajikan ujian ketat di awal gim pertama. Miyazaki, yang menempati peringkat ke-9 dunia, tampil agresif dengan memaksa An bekerja keras di area belakang lapangan guna merusak ritme permainan sang juara bertahan.
"Tomoka memberikan tekanan besar yang sempat membuat saya agak kewalahan. Namun, saya berusaha menjaga tempo permainan dengan tenang dan tidak terburu-buru," jelas An mengenai kunci kebangkitannya sebelum akhirnya melibas gim kedua dengan skor telak 21-6.
Ancaman Generasi Baru dan Misi Melampaui Rekor Musim Lalu
Gelar juara BWF World Tour Super 750 ini kian membuka peluang An Se Young untuk melampaui rekor fantastisnya musim lalu, di mana ia berhasil mengemas 11 gelar juara individu. Kendati berada di puncak performa, An enggan jemawa dan tetap mewaspadai gelombang ancaman dari para pemain muda.
"Banyak pemain baru yang bermunculan dan memberikan tantangan. Menurut saya, tidak ada pertandingan yang bisa dianggap enteng," tegasnya, sembari menggarisbawahi pentingnya melakukan evaluasi serta peningkatan kualitas permainan secara berkesinambungan.
Usai menaklukkan Shenzhen, An Se Young langsung bertolak kembali ke Korea Selatan untuk menjalani pemusatan latihan. Fokus utamanya kini tertuju pada misi mempertahankan medali emas pada ajang multievent Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang yang dijadwalkan berlangsung akhir September mendatang. (*Sjs_267)
Sumber Berita: djarumbadminton.com “China Masters 2026 - "Hat-trick" dan Tujuh Gelar An Se Young” (diakses dan direkonstruksi, 9/9/2026)
Baca juga:
Sensasi Shenzhen: Menjelang Era Baru Tunggal Putra Hong Kong lewat Gebrakan Jason Gunawan
Komentar