Jason Gunawan (Foto dok djarumbadminton.com)
Kemenangan ini mencatatkan namanya sebagai pebulu tangkis Hong Kong pertama yang menjuarai turnamen berlevel BWF World Tour Super 750. Namun, bagi pebulu tangkis berusia 22 tahun tersebut, podium tertinggi di Shenzhen bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari ambisi yang lebih besar.
"Ini bukanlah tujuan akhir. Ini hanyalah titik awal dari sebuah perjalanan panjang," kata Jason sebagaimana dikutip djarumbadminton.com (8/9/2026).
Penakluk Para Raksasa
Keberhasilan Jason meraih gelar juara berlevel Super 750 ini terbilang fenomenal. Sebelum menginjakkan kaki di Shenzhen, pemain yang bertengger di peringkat 32 dunia itu baru satu kali menembus babak semifinal dari 12 turnamen BWF World Tour yang dikikutinya sepanjang musim 2026, yakni pada ajang Australian Open.
Namun di China Masters 2026, Jason tampil ganas dengan menumbangkan jajaran pemain papan atas dunia:
Jonatan Christie (Indonesia) – Pemain nomor satu dunia.
Anders Antonsen (Denmark) – Peringkat 5 dunia.
Weng Hong Yang (China) – Juara bertahan China Masters.
Perjalanan dramatis tersebut berpuncak pada partai final bersejarah, di mana untuk pertama kalinya sepanjang era Tur Dunia BWF, dua tunggal putra Hong Kong saling berhadapan di partai puncak.
"Sungguh luar biasa. Perjalanan minggu ini sangat mengesankan dan saya sangat senang dengan performa saya," ungkapnya. "Ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang besar bagi tim kami. Hal ini membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan para pemain yang lebih kuat dan memperkecil jarak kemampuan dengan mereka."
Mengejar Generasi Emas Dunia
Kendati baru saja mengukir rekor tertinggi dalam kariernya, Jason tetap bersikap realistis. Ia menyadari persaingan di level tunggal putra muda dunia sangat ketat, terutama dengan melejitnya nama-nama seperti Alex Lanier (Juara Dunia), Victor Lai (peraih medali perunggu), hingga Ayush Shetty.
"Saya masih agak tertinggal. Alex adalah juara dunia, Victor peraih medali perunggu. Semoga saya bisa mengejar dan mencapai level yang sama dengan mereka, atau bahkan lebih baik. Saya selalu memotivasi diri bahwa mereka adalah panutan saya, dan saya ingin terus berjuang hingga bisa menantang mereka secara rutin," terangnya.
Regenerasi dan Target Penutup Musim
Kehadiran Jason di tangga juara menjadi angin segar bagi sektor tunggal putra Hong Kong China. Di saat dua pemain senior seperti Lee Cheuk Yiu dan Ng Ka Long Angus mulai memasuki fase akhir karier, Jason membuktikan bahwa ia siap menjadi tulang punggung baru.
Saat ditanya mengenai kesiapannya memikul beban sebagai penerus takhta tunggal putra Hong Kong, Jason menjawab tegas: "Saya rasa saya siap. Ini tantangan baru, namun langkah awalnya adalah saya harus terus meningkatkan kemampuan."
Memasuki paruh akhir musim 2026, Jason sudah memetakan fokus utamanya pada ajang Asian Games serta rangkaian tur Eropa, demi memburu tiket menuju BWF World Tour Finals.
"Semoga saya bisa lolos ke World Tour Finals. Itu akan menjadi penutup tahun yang manis. Fokus saya saat ini adalah Asian Games, lalu tur Eropa. Kita lihat saja bagaimana posisi saya setelah itu," tutup Jason. (*Sjs_267)
Sumber
Berita: djarumbadminton.com
“China
Masters 2026 - Jason Gunawan Bidik Target Lebih Tinggi” (diakses dan
direkonstruksi, 9/9/2026)
Komentar