Langsung ke konten utama

Rachel/Febi Petik Pelajaran Berharga Usai Tersingkir di Perempat Final China Open 2026


Rachel/Febi (foto dok pbsi.id)

MENJUAL HARAPAN - Langkah ganda putri muda Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, harus terhenti di babak delapan besar BWF World Tour Super 1000 China Open 2026.

Menghadapi pasangan tangguh tuan rumah sekaligus unggulan kedelapan, Li Yi Jing/Luo Xu Min, Rachel/Febi harus mengakui keunggulan lawan lewat kekalahan ketat dua gim langsung 18-21, 18-21 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jumat (24/7/2026).

Gempuran Tanpa Henti dan Kendala Pengembalian Bola

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, namun ganda putri China terbukti lebih dominan dalam mengendalikan tempo permainan. Kendati sempat mengimbangi perolehan angka, Rachel/Febi kerap tertekan oleh gempuran serangan cepat lawan yang memanfaatkan pengembalian bola kurang sempurna dari pasangan Indonesia.

Febi Setianingrum mengungkapkan bahwa kualitas pertahanan dan presisi pukulan menjadi faktor pembeda utama yang membuat mereka sulit keluar dari tekanan lawan sepanjang laga.

"Tadi kami lebih banyak tertekan, pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka enak buat menyerang kami," ujar Febi blak-blakan usai pertandingan sebagaimana dikutip dari pbsi.id (24/7/2026).

Faktor Angin, Power Pukulan, dan Modal Menuju Kejuaraan Dunia

Menambahi penjelasan rekannya, Rachel Allessya Rose menyoroti daya ledak serangan lawan yang sangat stabil. Meski bermain di posisi kalah angin pada gim pertama, pasangan China tetap mampu melancarkan smes-smes tajam. Memasuki gim kedua, tekanan ganda tuan rumah makin tak tertahankan seiring bertambahnya power pukulan mereka.

"Di gim pertama posisi mereka kalah angin tapi tekanan serangannya lumayan kencang, padahal itu kesempatan kami untuk mengambil keuntungan. Ketika berbalik di gim kedua, tenaga mereka semakin kuat dan itu menyulitkan kami untuk membalikkan bola dengan bagus," tutur Rachel.

Kendati gagal melangkah ke semifinal, Rachel/Febi tidak berkecil hati. Pengalaman berharga menghadapi beragam variasi lawan dalam kurun dua pekan terakhir menjadi modal berharga bagi mereka untuk melakukan evaluasi menyeluruh jelang debut di ajang Kejuaraan Dunia.

"Banyak yang bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Dari beberapa kali main, cukup beda-beda pola yang bisa dimainkan, itu nilai positifnya. Cuma memang ada yang kebaca, ada yang lancar. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan," kata Rachel.

"Setelah ini kami menatap Kejuaraan Dunia pertama kami. Harus meningkatkan lagi konsistensinya dan ditambah tenaga pukulannya," pungkas Febi optimistis.

Ringkasan Laga Perempat Final Ganda Putri (WD-QF)

Pasangan Ganda Putri

Status / Unggulan

Skor Akhir

Status Pertandingan

Rachel A. Rose / Febi Setianingrum (INA)

Non-Unggulan

18-21, 18-21

Terhenti (Kalah)

Li Yi Jing / Luo Xu Min (CHN)

Unggulan 8

21-18, 21-18

Lolos Semifinal

Catatan krusil

Pentingnya Kualitas Akurasi Lob/Lift: Skor ketat 18-21, 18-21 menunjukkan bahwa level permainan Rachel/Febi makin mendekati pasangan elite dunia. Namun, kerapian dan kedalaman pengembalian bola (lifting) masih perlu diperbaiki agar tidak memberikan kesempatan smes "matang" bagi lawan.

Kebutuhan Power & Konsistensi: Menatap Kejuaraan Dunia mendatang, evaluasi utama terletak pada penambahan daya pukulan (power) serta konsistensi pola bertahan-ke-menyerang menghadapi ganda-ganda papan atas yang mengandalkan fleksibilitas fisik dan gaya main cepat. (*Sjs_267)

Sumber: pbsi.id China Open 2026: Rachel/Febi: Pasangan China Sangat Kuat" (diakses, 25/7/2026)


Baca juga:

Langkah Jonatan Christie Terhenti di Perempat Final China Open 2026 Usai Dikalahkan Victor Lai 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presiden Prabowo Subianto Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

  Presiden Prabowo Subianto lantik Sudaryono sebagai BGNdi Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo   MENJUAL HARAPAN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan BGN untuk memperkuat akselerasi dan pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) . Pengangkatan Sudaryono tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional . Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu langsung pengambilan sumpah jabatan yang diucapkannya secara khidmat oleh pejabat terlantik . “Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Repub lik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...

Donny Ernawan dan Yos Sunitiyoso Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr MENJUAL HARAPAN JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) . Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore . Pengangkatan kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia . Dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, kedua pejabat yang dilantik menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan amanah dengan penuh integri tas dan tanggung jawab . “Bahwa saya ...