Langsung ke konten utama

Skor Gol PSM Makasar Vs Persib Bandung 1-2, Persib Selangkah Lagi Juara

MENJUAL HARAPAN - PSM Makasar di pekan ke-33 BRI Super League 2025-2026 menjamu Persib Bandung yang digelar langsung di Stadion Gelora BJ. Habibie, Parepare pada Minggu (17/5/2026).

Persib Bandung langsung unggul 1-0 pada menit ke-33 lewat tusukan tendangan Yuran Fermandes.

Keunggulan Persib Bandung tersebut tidak terbalas hingga turun minum.

Usai jeda, dan memasuki babak kedua, taun rumah PSM Makasar bangkit, dan di menit ke-53 berhasil menggoyangkan jaring penjaga gawang Persib, dan kedudukan sama 1-1.

Jalannya babak kedua makin sengit dengan rancang taktik serangan yang diperagakan kedua tim menekan pertahanan lawannya. Silih berganti menekan pun tak terelakkan. Bahkan para pemain tuan rumah terus mendesak dan merepotkan pemain Maung Bandung.

Namun, Persib Bandung tidak membiarkan aksi-aksi serangan bola maupun tanpa bola para pemain PSM Makasar merusak pertahannya. Persib juga melakukan aksi menekan pertahanan lawannya, kendati masih belum juga menghasilkan gol lagi.

Waktu normal babak kedua terus berjalan dan bahkan hingga usai, namun kedudukan masih sama 1-1.

Tambahan waktu duel kedua tim ini, tuan rumah berusaha ambisi memenangkan pertandingan, akan tetapi para pemain Persib Bandung tidak memberikan kesempatan leluasa terhadap pemain PSM Makasar.

Persib ditambahan waktu ini mengoptimalkan aksi-aksi menekan pertahanan PSM Makasar, dan usaha menekan pertahanan lawan akhirnya membuahkan gol pada menit ke-90+7 yang dikontribusikan tendangan Julio Cesar de Freitas Filho.

Maung Bandung kembali unggul menjadi 2-1 atas tuan rumah PSM Makasar, dan keunggulan Persib ini tak terbelas oleh tuan rumah.

Tiga poin hasil tandang ini membawa Persib Bandung makin kokoh di puncak klasemen dengan 78 poin, dan selangkah lagi menuju juaran Liga Super 2025-2026.  

Sementara, PSM Makasar berada di posisi ke-14 dengan mengumpulkan 34 poin pada klasemen Super League pekan ini. (S_267)


Baca juga:











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...

Paradoks Parpol Koalisi Versus Nalar Kritis PDI Perjuangan

Oleh: Silahudin * ) MENJUAL HARAPAN - Atmosfer politik nasional belakangan ini kian gerah, suhunya makin memanas bukan karena anomali cuaca, akan tetapi karena suhu ketegangan yang mendidih antara partai-partai koalisi pemerintah dengan PDI Perjuangan (PDIP). Genderang perang urat syaraf terus ditabuh di hadapan publik. Sindiran, deklarasi ketidaknyamanan, hingga reaksi defensif yang agresif dari lingkaran koalisi penguasa, seolah membenarkan sebuah pameo klasik, bahwa kekuasaan cenderung alergi terhadap cermin yang jernih. Fenomena "kebakaran jenggot" yang diperlihatkan oleh partai-partai koalisi pemerintah terhadap posisi kritis PDIP sebagai partai penyeimbang (atau oposisi faktual) memicu sebuah pertanyaan fundamental, mengapa sebuah rezim dengan legitimasi mayoritas begitu rapuh dan gusar menghadapi satu suara kritis? Kuat di Parlemen, Rapuh di Ruang Publik Memang, diakui atau tidak secara kalkulasi matematika politik, koalisi pemerintah saat ini memegang kend...