Langsung ke konten utama

Madrid Pulihkan Harga Diri, Oviedo Kian Terpatri di Dasar Klasemen

MENJUAL HARAPAN Real Madrid tidak membiarkan luka kekalahan dari Barcelona pekan lalu berlarut-larut. Bertanding di Santiago Bernabeu pada Jumat dini hari WIB (15/5/2026), skuad asuhan Alvaro Arbeloa sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas juru kunci Real Oviedo.

Hasil ini sekaligus mengukuhkan posisi Los Blancos di peringkat kedua klasemen sementara La Liga.

Kebuntuan yang Pecah di Penghujung Babak

Meski mendominasi penguasaan bola sejak peluit pertama, Madrid sempat dibuat frustrasi oleh pertahanan berlapis yang dibangun pelatih Oviedo, Guillermo Almada.

Strategi "parkir bus" tim tamu hampir saja membuat babak pertama berakhir tanpa gol.

Namun, ketenangan Gonzalo Garcia menjadi pembeda. Di menit ke-44, memanfaatkan umpan akurat dari Brahim Diaz, Garcia berhasil menyarangkan bola ke gawang Aaron Escandell. Gol ini menjadi "oksigen" bagi publik Bernabeu sebelum turun minum.

Magis dari Bangku Cadangan: Efek Bellingham-Mbappe

Sadar butuh gol pengunci untuk menghindari kejutan di menit akhir, Arbeloa memainkan kartu asnya di babak kedua. Keputusan memasukkan Jude Bellingham (64') dan Kylian Mbappe (69') terbukti menjadi langkah jenius yang mengubah ritme permainan.

Hanya butuh 11 menit sejak keduanya berada di lapangan bersama-sama untuk menciptakan momen magis:

Menit 80: Mbappe melakukan penetrasi tajam yang memecah konsentrasi bek lawan.

Eksekusi: Sebuah umpan matang dari bintang Prancis tersebut diselesaikan dengan dingin oleh Bellingham. Skor 2-0 menjadi penutup pesta malam itu.

Rangkuman Statistik & Posisi Klasemen

Kategori

Detail Pertandingan

Skor Akhir

Real Madrid 2-0 Real Oviedo

Pencetak Gol

Gonzalo Garcia (44'), Jude Bellingham (80')

Stadion

Santiago Bernabeu

Posisi Real Madrid

Peringkat 2 (80 Poin)

Posisi Real Oviedo

Peringkat 20 (29 Poin)

(S*_267)

Baca juga:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Saklar yang Padam: Jeritan Ekonomi Akar Rumput dan Gugatan atas Ketahanan Energi

Foto hasil tangkapan layar dari ekbis.sindonews.com MENJUAL HARAPAN — Isu pemadaman listrik hari-hari ini, bukan sekadar masalah teknis transmisi, atau gangguan pasokan batu bara. Ini adalah potret kerentanan social, dimana mati lampu menjadi “badai” kecil yang menghantam ruang domistik keluarga, dan memutus urat nadi ekonomi wong cilik . Bagi korporasi besar, pemadaman listrik mungkin hanya berarti deru genset cadangan yang mulai menyala. Namun bagi masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro, padamnya aliran listrik adalah interupsi massal yang merenggut pendapatan harian hingga mengacaukan ruang domestik keluarga. Fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan tajam dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan wajib memitigasi dampak sosial-ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat. “Pemadaman listrik bergilir yang cukup besar ini menyentuh aspek pr...

Final Liga Champions UEFA: PSG Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

MENJUAL HARAPAN – Arena Puskas, Budapest , Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu pecahnya kebuntuan panjang Paris Saint-Germain (PSG) di kancah Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025-2026 yang menguras emosi, raksasa Prancis tersebut akhirnya sukses mengangkat trofi "Si Kuping Besar" setelah menundukkan perlawanan sengit Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Bagi Arsenal, malam ini adalah mimpi yang tertunda. The Gunners sejatinya memulai laga dengan sempurna. Belum genap lima menit peluit dibunyikan, pendukung Arsenal sudah bergemuruh. Kai Havertz , dengan ketenangan kelas dunia, berhasil membungkam pertahanan PSG dan membuka keunggulan. Gol cepat tersebut seolah menjadi sinyal bahwa trofi Liga Champions akan segera mendarat di London Utara. Hingga turun minum, disiplin taktik Arsenal mampu meredam setiap upaya serangan dari lini depan PSG. Namun, sepak bola adalah permainan dua babak, dan PSG tidak berniat pulang dengan tangan hampa. Memas...

Refleksi Historis, dan Legitimasi Kepemimpinan

MENJUAL HARAPAN - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dihadapan Sidang Tahunan MPR RI, 15 Agustus 2025, menjahit masa lalu, masa kini, dan aspirasi masa depan sebagai benang legitimiasi. Presiden dalam pidatonya membuka ruang historis, yaitu Proklamasi 17 Agustus 1945 diposisikan sebagai “momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini…,” titik asal yang terus “menggali” tugas-tugas kenegaraan yang belum tuntas. Dengan begitu, sejarah bukan sekadar arsip, melainkan sumber daya simbolik yang ditarik ke masa kini untuk meneguhkan mandat (ingat, mandat tak hanya lahir dari suara, tetapi juga dari narasi). Dalam kerangka sosiologi politik, ini serupa dengan apa yang Benedict Anderson sebut sebagai komunitas imajiner   ke-kitaan   yang diproduksi oleh kisah bersama dan ritus kebangsaan, tempat Proklamasi berfungsi sebagai “mitos pendiri” yang mempersatukan (Anderson, 2016). Lapisan kedua legitimasi dibangun melalui klaim kontinuitas , yaitu  penghormatan kepada para p...